Vitalik Buterin selama ini dikenal lewat tulisan panjangnya yang membahas Ethereum, tata kelola DAO, hingga masa depan internet terdesentralisasi. Namun kini, pendiri Ethereum itu memilih jalur yang tak biasa: menulis novel fiksi ilmiah.
Dari Blog Teknis ke Dunia Fiksi Futuristik
Vitalik Buterin mengumumkan bahwa dirinya rehat sementara dari rutinitas menulis esai panjang yang melekat dengan namanya. Pendiri Ethereum itu kini memilih fokus menggarap novel sci-fi bertema decentralized governance.
Pengumuman tersebut dibagikan lewat akun Farcaster miliknya, vitalik.eth, pada Rabu (27/05/2026). Dalam unggahan itu, Vitalik mengaku telah menyelesaikan dua chapter pertama dari novel sci-fi yang sedang ia garap.
“Sebagai pengganti tulisan blog seperti biasanya, saya memutuskan mencoba menulis cerita sci-fi tentang tata kelola terdesentralisasi,” tulis Vitalik.
Langkah ini cukup mengejutkan. Selama bertahun-tahun, tulisan Vitalik kerap menjadi rujukan dalam diskusi Ethereum, mulai dari Layer-2, account abstraction, soulbound token, hingga berbagai isu governance di dunia blockchain.
Kini, ide-ide tersebut tidak lagi ia tuangkan lewat whitepaper atau tulisan teknis. Sebaliknya, Vitalik mencoba membawanya ke format cerita futuristik yang lebih ringan dan mudah dipahami publik luas.
Dunia Veridia dan Sistem Pajak yang Bikin Merinding
Chapter pertama novel Vitalik langsung membawa pembaca ke dunia bernama Veridia, sebuah masyarakat futuristik yang berjalan dengan sistem governance berbasis kriptografi dan penilaian sosial.
Tokoh utama bernama Gladias digambarkan sebagai anggota “Order of Steering”, kelompok anonim yang bertugas menentukan sistem pajak dan subsidi berdasarkan dampak sosial suatu aktivitas.
Di dunia itu, hampir tidak ada hal yang benar-benar dilarang. Musik brutal, ujaran ekstrem, bahkan slogan anti-pemerintah diperbolehkan. Namun gantinya, pemerintah menerapkan sistem pajak sosial untuk mengontrol perilaku masyarakat.

Vitalik menggambarkan sistem dengan tajam. “Very few things are strictly banned. The criminal law is small,” tulisnya saat menjelaskan bagaimana Veridia lebih mengandalkan insentif dan pajak dibanding pelarangan langsung.
Nuansa cerita semakin menarik ketika Gladias harus menentukan apakah sebuah band metal bernama Dreadknot layak dikenai pajak tambahan karena dianggap terlalu agresif dan mempromosikan kekerasan.
Kriptografi, Perang, dan Pendidikan Bawah Tanah
Setelah memperlihatkan sistem Veridia, chapter kedua membawa pembaca ke wilayah Dzego Union atau DU. Kawasan ini digambarkan hidup di bawah tekanan kekuatan bernama “Arctic Empire” yang berusaha membatasi perkembangan teknologi mereka.
Vitalik menggambarkan dunia yang dipenuhi toko sensor, perangkat anti-pelacakan, hingga ruang bawah tanah tersembunyi yang digunakan untuk pendidikan dan koordinasi rahasia. Nuansa cyberpunk terasa cukup kuat di bagian ini.
Di tengah situasi tersebut, dua karakter bernama Fin dan Zei menghadiri kelas fisika bawah tanah yang membahas termodinamika, entropi, dan kriptografi. Menariknya, konsep ilmiah yang rumit dibuat terasa ringan lewat dialog natural antarkarakter.
Namun seiring cerita berjalan, nuansa politik dan propaganda terasa kuat. Ia menggambarkan bagaimana sebuah kekuatan besar berusaha menekan perkembangan industri dan teknologi pihak lain demi mempertahankan dominasi mereka.
“Tujuan mereka adalah terus menekan perkembangan industri berat dan teknologi kami,” tulis Vitalik Buterin dalam salah satu bagian cerita.
Ketegangan memuncak ketika ledakan menghantam tempat belajar. Dari situ, pembaca melihat bagaimana teknologi, pendidikan, dan kriptografi menjadi bagian perjuangan mempertahankan kebebasan di dunia yang semakin represif.
Ethereum Kini Punya “Dunia Cerita” Sendiri
Keputusan pendiri Ethereum untuk menulis novel fiksi sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan. Selama ini, ia memang dikenal sebagai salah satu figur kripto paling filosofis di industri ini.
Namun berbeda dari tulisan teknis biasa, format novel memberinya ruang lebih luas untuk mengeksplorasi berbagai skenario ekstrem yang sulit diuji langsung di dunia nyata.
Lewat karakter, konflik, dan dunia fiksi, Vitalik kini membedah isu tentang kekuasaan, insentif ekonomi, anonimitas, hingga tata kelola masyarakat digital tanpa harus membuat proposal resmi di jaringan Ethereum.
Mengenal Vitalik Buterin: Portofolio Investasi dan Kekayaan Terbarunya!
Yang menarik, pendekatan ini berpotensi menjangkau audiens jauh lebih luas dibanding esai teknis yang biasanya hanya dibaca developer atau komunitas inti kripto.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Vitalik bisa menulis fiksi. Pertanyaan besarnya adalah: apakah ide-ide governance Ethereum suatu hari nanti justru lebih mudah dipahami lewat novel sci-fi dibanding lewat whitepaper?
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


