Volume CEX Anjlok, Posisi Pemain Besar Mulai Bergeser

Penurunan tajam volume perdagangan di bursa kripto terpusat atau CEX terjadi pada Desember dibandingkan bulan sebelumnya.

Data statistik BlockBeats menunjukkan total volume perdagangan spot di pasar CEX utama global turun sekitar 20 hingga 35 persen dari November. Kondisi ini mencerminkan melemahnya aktivitas transaksi kripto di penghujung tahun, seiring dengan sentimen pasar yang cenderung stagnan.

Meski pelemahan terjadi secara luas, dampaknya tidak merata pada seluruh pemain besar. Sejumlah CEX terkemuka seperti Binance, KuCoin dan Upbit mengalami penurunan volume yang lebih dalam, bahkan melampaui 40 persen. Sebaliknya, beberapa platform lain justru mampu menahan tekanan pasar dengan penurunan yang lebih moderat.

CEX

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam laporan yang sama, HTX, Bybit dan Bitget tercatat hanya mengalami penurunan volume spot sekitar 10 hingga 20 persen.

Kondisi ini membuat posisi peringkat perdagangan spot di kalangan CEX mengalami pergeseran, dengan HTX berhasil menempati peringkat keempat secara global, tepat di bawah Binance, Bybit dan KuCoin.

BlockBeats mencatat bahwa meskipun volume perdagangan CEX secara keseluruhan menurun, stabilitas relatif HTX membuat platform tersebut melampaui sejumlah pesaing lain dalam peringkat bulanan.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Ingatkan Bahaya Web4 yang Didominasi AI

Pergeseran ini menandai dinamika baru di industri bursa kripto, di mana ketahanan likuiditas menjadi faktor kunci dalam mempertahankan posisi pasar.

“Pasar kripto memang cenderung melambat pada Desember, tetapi beberapa platform masih mampu menjaga aktivitas perdagangan dengan baik,” tulis BlockBeats.

HTX Manfaatkan Arus Dana dan Likuiditas

Selain penurunan volume yang relatif lebih ringan, HTX juga mencatat arus masuk dana bersih yang signifikan pada November dan Desember. Dalam periode tersebut, arus dana HTX hanya berada di bawah Binance, menunjukkan kepercayaan investor yang tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang melemah.

Arus dana ini berkontribusi pada stabilitas likuiditas dan menjaga aktivitas perdagangan tetap berjalan. Beberapa pengamat pasar menilai bahwa peningkatan ini kemungkinan didorong oleh masuknya market maker baru serta meningkatnya partisipasi investor institusional di platform tersebut.

“Arus dana bersih yang kuat menunjukkan bahwa pengguna masih aktif memindahkan aset ke platform dengan likuiditas yang mereka anggap stabil,” ungkap laporan tersebut.

Keberhasilan HTX menempati peringkat keempat dalam volume perdagangan spot menempatkannya sebagai pemimpin di kelompok CEX lapis kedua. Posisi ini dianggap strategis karena berada tepat di bawah tiga raksasa utama industri.

BACA JUGA:  5 Coin Crypto Pilihan Anak Purbaya untuk DCA, Sudah Punya?

Dalam laporan tahunan 2025, HTX mencatat volume perdagangan total sekitar US$3,3 triliun, meningkat sekitar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Volume perdagangan spot juga tumbuh sekitar 30 persen secara tahunan, menandakan aktivitas pengguna yang tetap kuat sepanjang tahun.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penggunaan fitur perdagangan otomatis, termasuk trading bot berbasis grid. HTX melaporkan bahwa volume dari strategi perdagangan otomatis ini meningkat hampir dua kali lipat sepanjang 2025.

“Pengguna semakin mengandalkan alat bantu trading untuk beradaptasi dengan pasar yang bergerak datar,” tulis HTX dalam laporan rekap tahunannya.

Selain itu, basis pengguna global HTX juga bertambah, seiring dengan upaya perusahaan meningkatkan layanan spot, futures, serta perdagangan over-the-counter. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan pengguna dan memperkuat posisi mereka di pasar CEX internasional.

Persaingan CEX Semakin Dinamis

Pelemahan volume perdagangan CEX di Desember sekaligus menyoroti ketatnya persaingan antar platform. Ketika sebagian besar bursa mengalami penurunan tajam, kemampuan menjaga likuiditas menjadi faktor penentu dalam mempertahankan peringkat.

BACA JUGA:  SBF Minta Grasi ke Trump, Ini Tanggapan Gedung Putih

Analis industri menilai bahwa pergeseran posisi ini menunjukkan perubahan preferensi pengguna terhadap platform yang dinilai lebih stabil di tengah volatilitas pasar. Ketahanan terhadap penurunan volume menjadi indikator penting dalam menilai kekuatan sebuah CEX.

Meskipun HTX berhasil menguatkan posisinya, persaingan dengan tiga pemain teratas tetap ketat. Binance, Bybit dan KuCoin masih mendominasi volume perdagangan global, meski mengalami penurunan signifikan pada Desember.

Ke depan, pergerakan peringkat CEX diperkirakan akan terus berubah seiring dengan dinamika pasar kripto global. Faktor seperti likuiditas, inovasi produk, serta kepercayaan pengguna akan menentukan siapa yang mampu mempertahankan atau meningkatkan posisi mereka.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia