VP Indodax Singgung Beli Bitcoin Bertahap Usai Jatuh Pasca FOMC

Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah di bawah level US$90.000 pada Kamis (29/1/2026) dan bertahan hingga Jumat (30/1/2026) pagi, setelah The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Pantauan terkini pada pukul 10.11 WIB, aset kripto itu terus melemah hingga US$81.706 per BTC.

Meski keputusan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi pasar, sentimen terhadap aset berisiko, termasuk kripto, tetap tertekan. Pelaku pasar menilai kebijakan ini belum memberikan katalis baru bagi pergerakan harga dalam jangka pendek.

“Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga sebenarnya sudah tercermin dalam ekspektasi pasar. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum memberikan dorongan baru bagi pasar,” ujar Vice President Indodax, Antony Kusuma, dalam pernyataan resminya kepada Blockchainmedia.id melalui e-mail.

Dalam kondisi tersebut, Antony juga menyoroti pentingnya strategi pembelian bertahap bagi investor. Ia menyinggung pendekatan Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian secara bertahap sebagai cara untuk menekan risiko fluktuasi harga yang tajam.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Bos Indodax Bahas Cara Prediksi Bottom Harga Bitcoin

Menurutnya, di tengah volatilitas tinggi dan ketidakpastian global, investor perlu menjaga disiplin serta terus memperbarui wawasan melalui berbagai sumber informasi, termasuk platform edukasi seperti Indodax Academy.

Dollar Cost Averaging Crypto: Definisi dan Cara Melakukannya!

Bitcoin Sempat Menguat, Dana ETF AS Malah Mengalir Keluar

Sebelumnya, Bitcoin sempat menguat di atas US$90.000 pada Rabu (28/1/2026), didorong oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan dolar AS.

Namun, sentimen positif tersebut tidak bertahan lama. Arus dana institusional justru menunjukkan sikap hati-hati, tercermin dari arus keluar produk Bitcoin ETF spot di AS sebesar US$147,37 juta pada Selasa (27/1/2026) yang mencapai US$147,37 juta.

“Peristiwa seperti FOMC sering menjadi momen evaluasi bagi investor. Pergerakan harga yang terjadi mencerminkan proses penyesuaian pasar terhadap informasi yang sudah dikonfirmasi secara resmi,” ungkap Antony.

BACA JUGA:  Arkham: Bhutan Diam-diam Pindahkan 184 Bitcoin

Adopsi Pemerintah AS Perkuat Fundamental Bitcoin di Tengah Koreksi

Di tengah tekanan jangka pendek, sentimen positif justru datang dari sisi adopsi institusional dan pemerintah. Negara bagian South Dakota di AS resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang pembentukan cadangan Bitcoin yang bersumber dari pendapatan pemerintah daerah.

Melalui aturan tersebut, negara bagian ini berpotensi mengalokasikan hingga 10 persen dana kelolaannya ke Bitcoin sebagai bagian dari strategi cadangan aset.

Menanggapi hal tersebut, Antony menilai bahwa perkembangan ini menunjukkan penguatan fundamental Bitcoin.

“Di tengah koreksi jangka pendek saat ini, ada juga perkembangan positif yang patut dicermati para investor. Adopsi Bitcoin di level pemerintah dan institusional menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin terus berkembang, terlepas dari dinamika harga harian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Antony menambahkan bahwa volatilitas pasar saat ini juga dipengaruhi oleh tekanan geopolitik dan kebijakan moneter global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi.

BACA JUGA:  ZachXBT Siap Bongkar Skandal Insider Kripto Terbaru

Ia pun mengimbau investor agar tetap waspada dan memahami risiko sebelum masuk ke pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia