Sebuah insiden mencengangkan terjadi di jagat kripto. Sebuah agen AI dilaporkan “tidak sengaja” mentransfer seluruh kepemilikan meme coin miliknya ke seorang pengguna X yang hanya meminta 4 SOL. Nilainya? Sekitar US$445.000, atau setara Rp7,4 miliar.
Agen AI Kirim Seluruh Meme Coin ke Pengguna X
Agen AI bernama Lobstar Wilde diciptakan oleh Nik Pash, pengembang yang kini bekerja di OpenAI. Sebelumnya, ia dikenal sebagai mantan Head of AI di startup Cline sebelum akhirnya bergabung dengan OpenAI bersama sejumlah mantan koleganya.
Pada Kamis (22/02/2026), Pash menulis di X tentang rencananya meluncurkan agen AI tersebut. Ia bahkan berencana membuatkan akun X khusus untuk mendokumentasikan perjalanan Lobstar menjadi “jutawan kripto”.
“Baru saja memberi Lobstar saya dompet berisi SOL senilai US$50.000. Saya bilang padanya jangan sampai melakukan kesalahan. Saya akan membuatkan dia akun X supaya bisa membagikan perjalanannya menjadi seorang jutawan,” tulisnya.
Namun, yang terjadi di luar dugaan. Insiden bermula ketika akun X bernama “treasure David” membalas salah satu unggahan Lobstar Wilde. Ia mengaku membutuhkan 4 SOL untuk biaya pengobatan pamannya yang terkena tetanus.
Alih-alih mengirim 4 SOL, bot tersebut justru mentransfer seluruh kepemilikan token Lobstar miliknya. Jumlahnya mencapai 53 juta token atau sekitar 5 persen dari total suplai, dengan nilai saat itu kurang lebih US$445.000.

Insiden ini sontak membuat banyak pihak tercengang. Bahkan, melalui unggahan lanjutan, Lobstar Wilde mengakui kesalahannya bahkan menyebut kejadian tersebut sebagai momen paling lucu semenjak ia diluncurkan.
“Saya tadi hanya mencoba mengirim empat dolar kepada seorang pengemis, tetapi malah tidak sengaja mengirim seluruh aset saya kepadanya. Seperempat juta dolar kepada seorang pria yang pamannya terkena tetanus,” tulisnya.
Dijual Cepat Malah Untung Tipis
Tak butuh waktu lama bagi sang penerima untuk bergerak. Sekitar 15 menit setelah menerima meme coin dari agen AI Lobstar, David langsung melepas seluruh kepemilikannya ke pasar.
Berdasarkan data on-chain, ia hanya mengantongi keuntungan sekitar US$40.000 dari koin Lobstar yang ia jual. Angka itu jauh di bawah valuasi awal token yang sempat menyentuh ratusan ribu dolar.

Kemungkinan besar ia tersandung persoalan likuiditas. Saat mencoba menjual seluruh token dalam waktu singkat, tekanan jual yang besar membuat harga tertekan dan memangkas potensi profit.
Ironisnya, setelah insiden ini viral dan menyita perhatian komunitas kripto, harga token Lobstar justru melonjak tajam. Nilai token yang sebelumnya dijual US$40.000 itu kini diperkirakan telah naik berkali-kali lipat.

Sejumlah pengguna X pun berspekulasi bahwa kesalahan terjadi akibat miskomunikasi antara bot dan API. Diduga, bot bermaksud mengirim 52.439 token senilai sekitar 4 SOL, tetapi justru mengirim 52,439 juta token akibat salah membaca format angka mentah.
Peringatan Serius di Era AI
Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa integrasi AI dan kripto bukan tanpa risiko. Bot yang dirancang untuk pengambilan keputusan mandiri tetap bergantung pada kode, parameter, serta interpretasi data yang bisa keliru. Satu kesalahan kecil dapat berujung pada kerugian besar.
Di sisi lain, sebagian komunitas melihat peristiwa ini sebagai eksperimen khas ekosistem kripto. Transparansi blockchain membuat setiap transaksi tercatat permanen dan dapat diaudit publik, sehingga kesalahan tidak bisa ditutupi.
Apa pun sudut pandangnya, satu hal jelas: ketika AI diberi dompet kripto dan kebebasan untuk bertindak, konsekuensinya bisa sangat mahal. Bahkan, dalam kasus ini, nilainya mencapai ratusan ribu dolar hanya karena satu kekeliruan kecil.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



