Waduh! Salah Satu Bisnis Milik Timothy Ronald Gulung Tikar

Timothy Ronald, nama yang beberapa tahun terakhir identik dengan kripto dan gaya hidup glamor, kini menghadapi badai besar. Ia terseret dalam kasus dugaan penipuan Akademi Crypto yang dilaporkan sejumlah korban ke Polda Metro Jaya.

Di tengah kasus yang memanas itu, salah satu bisnisnya, restoran Korea mewah Red Bear, juga dikabarkan tutup dan resmi berhenti beroperasi. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi Instagram Red Bear Indonesia. 

“Setiap cerita pasti memiliki akhir, dan inilah akhir kami. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Dengan cinta dan rasa syukur, kami mengucapkan selamat tinggal,” tulis Red Bear, Sabtu (21/06/2026).

Awal Mula Terbentuknya Restoran Red Bear

Kisah Red Bear berawal dari ide spontan. Restoran ini lahir dari tantangan Timothy Ronald di media sosial. Ia berujar bahwa jika Bitcoin Spot ETF disetujui oleh SEC, dirinya akan membuka sebuah restoran.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Skyholic Klaim Aset Kripto 11 Triliun, Tantang Influencer Buka Wallet

“Kalo ETF approved ncek mau iseng buat restoran, biar kaya ncek ncek beneran,” tulis Timothy di akun X pribadinya, Kamis (11/02/2024).

Satu bulan setelah Bitcoin ETF diluncurkan, tepatnya pada akhir Februari 2024, Red Bear resmi dibuka di Jakarta. Restoran ini mencuri perhatian dan disebut sebagai salah satu destinasi kuliner Korea dengan konsep mewah serta kualitas premium.

Bisnis Timothy Ronald Red Bear
Bisnis Timothy Ronald Red Bear

Namun, restoran itu tidak bertahan lama. Penutupan mendadak Red Bear milik sosok yang dijuluki raja kripto Indonesia tersebut memunculkan tanda tanya besar di kalangan pelanggan dan pegiat kuliner.

Langkah Timothy yang sempat dianggap sebagai bentuk diversifikasi dari dunia kripto ke bisnis F&B kini justru berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.

Drama Hukum Timothy Ronald Kian Memanas

Di saat Red Bear menutup operasionalnya, persoalan hukum Timothy Ronald justru semakin memanas. Ia dilaporkan ke kepolisian atas dugaan penipuan kripto melalui Akademi Crypto yang ia dirikan bersama Kalimasada.

BACA JUGA:  Tragis! Anak Purbaya Rungkad Rp4,9 Miliar Akibat Crypto Crash Hari Ini

Laporan pertama tercatat pada Januari 2026. Seorang pelapor bernama Younger mengaku mengalami kerugian hingga Rp3 miliar setelah mengikuti aktivitas dan sinyal trading dari komunitas tersebut.

Tak lama berselang, laporan kedua menyusul. Agnes Stefani mengklaim kerugian sekitar Rp1 miliar. Situasi kian melebar setelah ratusan mantan anggota menyatakan tengah menempuh jalur hukum atas dugaan kerugian yang mereka alami.

Kasus ini disebut bermula dari unggahan media sosial yang menampilkan gaya hidup mewah Timothy. Konten tersebut menarik minat banyak orang untuk bergabung. Namun, bagi sebagian peserta, hasil yang diperoleh tidak sesuai ekspektasi.

Kenapa Timothy Ronald Belum Dipanggil Polisi? Ini Penjelasan Skyholic

Kini publik menanti perkembangan penyelidikan kepolisian. Di tengah penutupan Red Bear, muncul pertanyaan tentang batas peran influencer kripto serta risiko yang bisa timbul bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Dukung Zcash lewat Donasi ke Shielded Labs

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia