Wall Street kembali menunjukkan minat besar pada aset kripto. Laporan terbaru menyebutkan bahwa JPMorgan, salah satu manajer aset terbesar, meningkatkan eksposurnya terhadap Bitcoin Spot ETF.
Kelolaan Bitcoin ETF JPMorgan Melonjak Tajam
JPMorgan Chase, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, kembali menarik perhatian pasar setelah meningkatkan kepemilikan pada iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) sebesar 64,26 persen.
Berdasarkan data terbaru yang dikutip dari Fintel, peningkatan ini tercatat dalam formulir 13F-HR yang dilaporkan ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Jumat (07/11/2025).
Dalam laporan itu, mereka menambah 2.067.134 saham IBIT, sehingga total kepemilikan yang dikelola mencapai 5.284.190 saham senilai sekitar US$343 juta. Sebelumnya, bank ini melaporkan 3.217.056 saham dengan nilai sekitar US$302 juta.

Namun, penting dicatat bahwa kepemilikan tersebut tidak dimiliki langsung oleh JPMorgan sebagai bank, melainkan atas nama investor institusional dan klien yang dikelola oleh entitas investasi mereka.
Dengan kata lain, lonjakan ini mencerminkan minat yang terlihat semakin besar dari investor institusional terhadap Bitcoin ETF, sementara JPMorgan berperan sebagai pengelola dan fasilitator investasi.
Data dari platform SoSoValue juga menunjukkan bahwa IBIT kini menjadi Bitcoin Spot ETF terbesar di dunia, dengan aset bersih lebih dari US$82 miliar dan arus masuk kumulatif sebesar US$64,3 miliar.

Wall Street Kembali Aktif
Pasar Bitcoin Spot ETF di AS mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Pada 6 November, BTC ETF mencatat net inflow sebesar US$240 juta, mengakhiri tren arus keluar selama enam hari berturut-turut dan memunculkan harapan akan pulihnya minat investor.
Pemulihan ini dipimpin oleh IBIT, yang mencatat lebih dari US$112 juta arus masuk bersih. Namun sehari kemudian, pada 7 November, pasar kembali mengalami outflow besar, menandakan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Meski volatilitas di pasar saat ini masih tinggi, laporan peningkatan eksposur dari JPMorgan menunjukkan bahwa investor institutional justru memanfaatkan fase koreksi ini sebagai peluang akumulasi.
Sementara ritel berhati-hati, pelaku institusional seperti JPMorgan terus menunjukkan keyakinan terhadap prospek Bitcoin, menegaskan peran Wall Street dalam menjaga stabilitas pasar kripto di tengah gejolak besar. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



