Bukan CZ Binance, Ini Wallet yang Menguasai 88 persen Token ASTER!

Wallet yang menguasai ASTER adalah enam alamat di BNB Chain yang menampung sekitar 88 persen total suplai token, dan menurut CEO Aster, sebagian besarnya adalah token terkunci, jatah airdrop, serta saldo pengguna di platform, bukan simpanan pribadi tim.

Kalau kamu baru mengenal kripto, angka 88 persen di enam wallet mungkin terdengar menakutkan. Wajar kalau kamu bertanya siapa sebenarnya pemilik wallet yang menguasai ASTER, apakah tokoh sebesar CZ ada di baliknya, dan apakah dana kamu aman jika menggunakan Aster. Mari kita bahas satu per satu dengan bahasa yang sederhana.

BACA JUGA: Mengenal Changpeng Zhao, Mantan CEO Binance dengan Kekayaan Rp120T!

Siapa Saja Wallet yang Menguasai ASTER?

Melansir laman CCN, per 6 Oktober 2025, enam wallet utama memegang sekitar 88 persen dari total suplai ASTER. Total suplai ASTER sendiri adalah 8 miliar token, dan setelah peluncuran pada 17 September 2025, suplai yang beredar sekitar 1,66 miliar token atau 21 persen.

Wallet–wallet ini bukan dompet pribadi satu tokoh terkenal. Laporan CCN menjelaskan bahwa program airdrop musim pertama membagikan 704 juta ASTER, sementara 832 juta ASTER dari pool ekosistem dipindahkan ke alamat baru yang kini menjadi wallet terbesar ketiga dengan 733.222.840 ASTER.

CCN juga mencatat bahwa satu kontrak wallet dibuat oleh alamat yang dikelola Binance, tetapi di blockchain berlabel “Aster Treasury”. Itu sebabnya sebagian orang langsung mengaitkannya dengan Binance dan CZ, padahal label tersebut tidak otomatis berarti kepemilikan pribadi.

Wallet Terbesar yang Memegang ASTER
Wallet Terbesar yang Memegang ASTER. Foto: CCN

Selain itu, melansir laman TechFlow, alamat besar lainnya termasuk alamat deposit spot Aster, tempat pengguna menyimpan token mereka di platform. Jadi, sebagian wallet yang menguasai ASTER sebenarnya berisi gabungan token milik banyak pengguna.

BACA JUGA:  Aster Resmi Luncurkan OTC Trading, Token ASTER Ikut Menguat

Apa Penjelasan CEO ASTER soal Wallet yang Menguasai ASTER?

CEO Aster, Leonard, menanggapi isu ini dalam wawancara dengan Mable, pendiri protokol sosial Trends. Ia menilai angka yang beredar mengabaikan banyaknya token yang terkunci, dialokasikan untuk airdrop, atau disimpan di wallet bursa atas nama pengguna.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menurut Leonard, sekitar 80 persen suplai ASTER terkunci dan bisa dilacak di blockchain, sedangkan alamat airdrop mencakup sekitar 40 persen dari total suplai. Ia juga menyebut suplai yang benar-benar beredar hanya sekitar 10 persen dari total.

Soal investor, YZi Labs adalah satu-satunya investor ekuitas swasta, dan token yang bisa mereka peroleh hanya berasal dari sebagian kecil alokasi tim sebesar 5 persen.

Perlu kamu ingat, ini adalah klaim dari pihak proyek. Data tokenomics resmi memang menunjukkan alokasi airdrop 53,5 persen, ekosistem dan komunitas 30 persen, treasury 7 persen, tim 5 persen, serta likuiditas dan listing 4,5 persen, sehingga penjelasan Leonard masuk akal secara struktur. Namun, pembuktiannya tetap bergantung pada pergerakan token di blockchain dari waktu ke waktu.

Bagaimana Kondisinya Sekarang bagi Wallet yang Menguasai ASTER?

Data CCN berasal dari Oktober 2025, jadi sudah hampir setahun berlalu. Sejak itu, Aster mengumumkan perubahan dari jadwal unlock bulanan menjadi model emisi berbasis staking untuk menekan inflasi.

Di sisi lain, laporan Blockonomi menyebut harga ASTER turun dari US$2,42 ke US$0,54, dengan tuduhan bahwa enam wallet besar melakukan penjualan terkoordinasi.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Perp DEX Terbaik yang Bisa Kamu Coba!

Seberapa Aman Smart Contract ASTER?

Aster DEX adalah platform perdagangan perpetual non-kustodian, dan smart contract-nya diaudit oleh auditor independen, yaitu CertiK, Salus Security, dan PeckShield. Non-kustodian berarti kamu tetap memegang kunci wallet sendiri, sehingga risikonya berbeda dari bursa terpusat.

Dari hasil penelusuran, tidak ada laporan peretasan besar pada smart contract Aster. Namun ada insiden operasional. Melansir laman Forklog, pada September 2025 harga kontrak perpetual XPL di Aster melonjak ke US$4 padahal di bursa lain sekitar US$1,3, karena indeks harga yang diatur manual tim salah konfigurasi. Aster kemudian mengganti rugi pengguna yang terdampak.

Dua catatan lain patut kamu pertimbangkan. Pertama, audit tidak otomatis menjamin keamanan, dan laporan audit tidak selalu mencakup seluruh protokol. Kedua, 1inch mencatat bahwa tim pendiri Aster tidak diidentifikasi secara publik, yang menurut mereka perlu dianggap bagian dari profil risiko.

BACA JUGA:  Cara Screening Kripto untuk LP agar Tidak Terjebak Rug Pull

Sudah Siap Menilai Risiko Token Sebelum Berinvestasi?

Wallet yang menguasai ASTER memang terkonsentrasi di enam alamat, tetapi menurut CEO-nya sebagian besar adalah token terkunci, jatah airdrop, dan saldo pengguna. Smart contract Aster sudah diaudit tiga firma, meski audit bukan jaminan mutlak dan tim pendirinya belum terbuka ke publik. Cek distribusi token, jadwal unlock, dan laporan audit sebelum menaruh dana, dan jangan investasi lebih dari yang siap kamu tanggung. Ini bukan nasihat keuangan.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait