Warren Buffett Raih Cuan di Perusahaan Ramah Crypto Setara Rp2 Triliun

Warren Buffett memang dikenal tidak suka Bitcoin dan pernah menyebutnya sebagai “racun tikus”, tetapi ia lewat perusahaananya Berkshire Hathaway, meraih cuan di perusahaan ramah crypto asal Brasil, Nu Holdings alias Nu Bank berkat kepemilikan saham mininya. Sejak masuk ke perusahaan itu sejak 2021, per tahun 2023 ini, ia mengantongi cuan sebesar US$130 juta atau setara dengan Rp2 triliun dengan kurs saat ini.

Warren Buffett, investor terkemuka yang sering dikenal karena komentar skeptisnya terhadap crypto khususnya Bitcoin terbukti justru telah menuai faedah yang signifikan dari investasi saham di bank digital yang ramah kripto, Nu Holdings, pada tahun 2023 ini. Perkembangan ini selaras dengan integrasi yang meningkat antara keuangan tradisional dan mata uang digital, menandai pergeseran strategi investasi dalam portofolio Buffett.

Berdasarkan penelurusan Blockchainmedia,id, konglomerat investasi Buffett, Berkshire Hathaway, awalnya menanamkan investasinya di Nu Holdings pada tahun 2021 dengan investasi besar yang totalnya mencapai US$750 juta.

Nu Holdings berdiri sebagai entitas induk dari Nubank, raksasa fintech yang berbasis di Brasil dan dipuji karena sikap progresifnya terhadap adopsi dan layanan crypto. Akuisisi Warren Buffett oleh Berkshire Hathaway mencakup 107 juta saham yang substansial, menempatkan perusahaan untuk mengikuti gelombang inovasi fintech di Amerika Latin.

Untuk menggambarkan langkah strategis Nu Holdings di pasar crypto, setidaknya tercermin pada laporan keuangan kuartal pertama tahun 2022 silam. Brasil sendiri dikenal sebagai negara yang ramah bisnis keuangan digital, termasuk untuk crypto. Sejumlah crypto exchange ternama pun masuk ke negara ini.

“Kami telah melihat peningkatan minat yang signifikan dari pengguna kami dalam beberapa bulan terakhir untuk berinvestasi di crypto, dan platform ini merupakan platform perdagangan crypto ritel yang canggih. Sesuai dengan misi kami, kami bertujuan untuk mendemokratisasi crypto di Brasil dan di seluruh Amerika Latin. Seperti produk-produk kami lainnya, Nu Cripto dibuat untuk menghilangkan kompleksitas pasar dan membuatnya dapat diakses oleh siapa saja yang ingin berinvestasi kripto,” tulis perusahaan di dokumen itu

Meskipun Warren Buffett secara historis enggan mendukung crypto, investasinya telah bertumbuh menjadi nilai yang mengesankan sekitar US$879,50 juta pada kuartal kedua tahun 2023. Kenaikan nilai ini tidak terjadi tanpa fluktuasi, karena nilai investasi tersebut sebelumnya telah melampaui 1 miliar dolar dalam bulan-bulan awal tahun 2022.

Keuntungan Rp2 Triliun

Dengan nilai investasi awal sebesar US$750 juta dan pertumbuhan nilai saham sekitar US$879,50 juta itu, maka Warren Buffett setidaknya mengantongi keuntungan sekitar US$130 juta atau setara dengan Rp2 triliun.

Per Juni 2023, Warren Buffett dan Berkshire Hathaway memiliki sebanyak 107.118.784 lembar saham di Nu Holdings. Ini menempatkan perusahaan asal Omaha itu berada di peringkat ke-6 pemegang saham terbesar Nu Holdings. Selama setahun penuh harga saham perusahaan sukses mencetak terus terkerek hingga hampir 100 persen di kisaran US$8,30.

warren buffett
Kepemilikan saham perusahaan Warren Buffett di perusahaan Nu Holdings. Sumber: Yahoo Finance.
saham nu holdings
Pergerakan harga saham Nu Holdings selama setahun terakhir. Sumber: Yahoo Finance.

Nubank telah memperkuat statusnya sebagai mercusuar yang ramah kripto dengan menawarkan rangkaian layanan yang melayani lebih dari 1,35 juta pengguna crypto. Ini termasuk Easynvest, platform perdagangan yang menyediakan akses ke dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (ETF), dan layanan digital bank itu sendiri yang memungkinkan perdagangan dalam crypto terkemuka, seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Dalam langkah berani yang menegaskan komitmennya terhadap ruang kripto, Nubank memperkenalkan token loyalitas miliknya di blockchain Polygon. Selain itu, mereka mengalokasikan 1 persen yang signifikan dari cadangan kasnya ke Bitcoin pada Mei 2022, langkah yang jelas dan terang benderang terhadap kepercayaan bank pada potensi Bitcoin untuk mendefinisikan ulang layanan keuangan di wilayah tersebut.

Kemasyhuran Nubank sebagai bank digital terkemuka di Amerika Latin tidak terbantahkan, dengan basis pelanggan yang melebihi 80 juta hanya di Brasil saja. Luasnya klien ini telah ditafsirkan menjadi kinerja saham yang mengesankan yang telah melampaui kepemilikan besar lainnya dalam portofolio Warren Buffett, seperti Amazon dan Apple, dengan keuntungan masing-masing 54,65 persen dan 36 persen.

Warren Buffett dan Investasi Lainnya

Apple, salah satu pilar strategi investasi Warren Buffett lewat Berkshire Hathaway di sektor teknologi, menyumbang sekitar 45 persen dari portofolionya sebesar US$354 miliar pada September 2023. Namun, bahkan dengan porsi yang cukup besar dari sumber daya Berkshire terikat di raksasa teknologi itu, saham Nu Holdings telah mengesankan mengungguli kinerja saham Berkshire Hathaway sendiri, yang sendiri telah melihat peningkatan yang baik sebesar 9,25 persen year-to-date.

Tahun 2023 menandai momen penting di mana lintasan harga Bitcoin telah mencerminkan saham Nu Holdings, dengan keduanya mencatatkan peningkatan 106 persen year-to-date. Ini sejalan dengan periode ketika Bitcoin tampaknya decoupling dari pasar saham sekitar Oktober 2023, sebuah perkembangan yang beberapa investor memaknainya sebagai indikator bullish, sementara yang lain mengaitkan kenaikan dengan optimisme seputar ETF Bitcoin.

Tren historis biasanya menunjukkan Bitcoin bergerak seiring dengan pasar saham. Namun, decoupling baru-baru ini mungkin disebabkan oleh antisipasi persetujuan ETF, meskipun skeptis memperingatkan bahwa penurunan parah di pasar saham bisa memicu penurunan serupa dalam nilai Bitcoin. Pertimbangan tersebut menegaskan hubungan yang rumit dan berkembang antara pasar keuangan yang mapan dan sektor cryptocurrency yang sedang berkembang. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait