Sebuah modus penipuan baru kini menyasar pengguna kripto dengan pendekatan yang lebih personal. Jika sebelumnya hanya lewat email phishing atau situs palsu biasa, kini pelaku mengirimkan surat fisik yang mengatasnamakan Ledger langsung ke alamat rumah korban.
Surat Fisik Palsu Jadi Senjata Baru Peretas Ledger
Kasus ini pertama kali diungkap oleh seorang pengguna X dengan akun tic.eth pada Jumat (15/05/2026). Ia mengaku menerima surat mencurigakan yang dikirim langsung ke alamat rumahnya di Italia.
“Ini benar-benar mengerikan. Saya baru saja menerima surat penipuan fisik di alamat rumah saya di Italia. Bagaimana mungkin penipu bisa mendapatkan alamat pengguna Ledger? Ini sudah jauh melampaui sekadar phishing lewat email,” tegasnya.
Surat tersebut terlihat meyakinkan. Menggunakan logo Ledger, alamat kantor resmi di Paris, hingga format komunikasi yang tampak profesional. Bahkan, isi surat menjelaskan adanya pembaruan keamanan untuk menghalau serangan kuantum yang wajib dilakukan pengguna.
“Pembaruan keamanan Quantum Resistance diperlukan untuk perangkat Ledger berikut. Untuk menghindari gangguan akses ke Ledger Wallet Anda, silakan pindai kode QR di bawah ini,” sebagaimana tercantum pada surat palsu tersebut.

Di bagian bawah, terdapat QR code yang menjadi inti dari skema penipuan. Jika dipindai, besar kemungkinan pengguna diarahkan ke situs palsu yang menyerupai halaman resmi Ledger, dengan tujuan mencuri data sensitif seperti seed phrase.
Dugaan Kebocoran Data Lama Kembali Menghantui
Kekhawatiran utama dari kasus ini adalah bagaimana pelaku bisa mengetahui alamat rumah korban secara spesifik. Hal ini memunculkan dugaan bahwa data pengguna lama kembali disalahgunakan.
Seorang pengguna lain di X, Antonio Senatore, mengaku mengalami hal serupa. Ia menduga bahwa alamat tersebut berasal dari kebocoran data Ledger yang sempat terjadi sebelumnya.
Insiden kebocoran itu memang sempat mengungkap data para pengguna Ledger, termasuk email dan alamat fisik. Meski sudah lama berlalu, dampaknya kini kembali terasa.
Dengan data pengguna Ledger, penipuan menjadi lebih personal dan berbahaya. Ancaman tidak hanya pada aset digital, tetapi juga berpotensi menyasar keamanan fisik pengguna karena mereka mengetahui alamt rumah.
Dari Perangkat Palsu hingga Surat Penipuan
Kasus surat palsu ini bukan satu-satunya ancaman bagi pengguna Ledger. Sebelumnya, peredaran hardware wallet palsu juga sempat mencuat dan menambah risiko di ekosistem kripto.
Perangkat palsu tersebut dibuat sangat mirip dengan versi asli. Mulai dari kemasan hingga tampilan produk, semuanya dirancang untuk mengelabui para pengguna, terutama pemula.
Tidak hanya tampilan, bagian dalam perangkat juga telah dimodifikasi oleh para pelaku kejahatan. Komponen di dalamnya dirancang untuk mencuri data sensitif seperti private key atau seed phrase pengguna.
Waspada! Hardware Wallet Ledger Palsu Mulai Beredar di Pasaran
Pola serangannya pun serupa, yaitu mengarahkan korban ke situs palsu melalui QR code. Dengan kombinasi serangan fisik dan digital, ancaman kini menjadi lebih kompleks dan sulit dideteksi.
Pada akhirnya, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan tidak hanya bergantung pada perangkat, tetapi juga pada kewaspadaan pengguna dalam menghadapi berbagai modus penipuan dan phishing yang terus berkembang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


