Harga altcoin ASTER terus berada di bawah tekanan jual setelah gagal menembus garis resistance menurun dalam beberapa pekan terakhir. Pergerakan ini memicu kekhawatiran pasar bahwa tren pelemahan dapat berlanjut menuju level yang lebih rendah.
Analis kripto popular GainMuse menilai struktur harga altcoin ASTER masih menunjukkan dominasi bearish, dengan sederet pantulan harga yang semakin melemah dan pola triangle berulang yang berakhir pada penurunan.
“Jika garis support kembali melemah, pergerakan menuju garis target menjadi skenario dominan,” ungkap GainMuse.
Kondisi ini menempatkan altcoin ASTER dalam fase kewaspadaan tinggi bagi pelaku pasar yang memantau arah harga dalam jangka pendek.
Tekanan Resistance dan Struktur Harga Altcoin ASTER Melemah
Dalam pemantauan pergerakan terbaru, altcoin ASTER tercatat terus bergerak di bawah garis resistance diagonal yang menekan harga sejak awal November. Pola pergerakan membentuk lower high atau puncak harga yang semakin rendah, menandakan buyer belum mampu memberikan dorongan signifikan untuk membalikkan tren.

Sejumlah pola triangle yang muncul sebelumnya juga gagal menghasilkan breakout ke atas, sehingga tren turun tetap berlanjut. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana tekanan jual mendominasi jalur teknikal altcoin ASTER dan mempersempit peluang pemulihan dalam waktu dekat.
Selama garis resistance tersebut belum ditembus dengan volume kuat, pasar masih mengamati risiko lanjutan ke area support terdekat.
Kegagalan mempertahankan support diagonal dinilai dapat membuka ruang penurunan menuju garis target yang lebih rendah, sehingga sentimen bearish masih menjadi perhatian utama.
Kondisi ini turut memunculkan diskusi di komunitas kripto mengenai arah berikutnya altcoin ASTER, terutama menjelang sejumlah agenda penting di bulan Desember.
Pandangan Analis dan Proyeksi Potensi Rebound
Meski analis GainMuse menunjukkan tekanan jual yang masih dominan, beberapa analis kripto di media sosial menyampaikan pandangan berbeda terkait potensi pembalikan.
Salah satu trader popular, DrBullZeus, menilai bahwa penurunan terkini justru membuka peluang akumulasi. Menurutnya, fase pelemahan ini merupakan retest klasik menuju zona support.
“Penurunan ASTER saat ini menghadirkan peluang besar. Setelah mencapai zona support utama di sekitar $0,99, saya memperkirakan akan terjadi pembalikan tajam dan pemulihan besar-besaran,” ujarnya.
Ia juga menyebut rasio risiko dan imbal hasil pada skenario ini terlihat menarik bagi trader yang berorientasi pada momentum pembalikan harga altcoin ASTER.
Pandangan bernada optimis juga disampaikan Crypto Hustler. Dalam peninjauan pasar, ia menemukan sentimen perdebatan terkait skenario harga altcoin ASTER, yakni “melejit ke US$2 atau jatuh ke US$0,5?”
Crypto Hustler menyampaikan kecenderungan bullish berdasarkan agenda pengembangan proyek.
Ia menyoroti sejumlah katalis seperti peluncuran testnet L1 pada Desember, gelaran Binance Blockchain Week pada 3–4 Desember, burn event pada 5 Desember, kelanjutan program buyback pada 10 Desember, serta peluncuran mainnet di kuartal pertama 2026.
Menurutnya, serangkaian aktivitas ini menambah utilitas dan likuiditas yang dapat memperkuat pondasi fundamental altcoin ASTER. Ia menilai roadmap proyek yang konsisten dapat mendorong harga kembali ke area $2 jika momentum pasar mendukung.
Sementara itu, analis Momin mencermati reaksi harga altcoin ASTER yang tertolak dari garis tren atas.
Seperti Crypto Hustler, ia memperkirakan harga akan kembali menguji support sebelum bergerak lebih tinggi, seiring dengan rangkaian agenda burn, peluncuran testnet dan dimulainya kembali program buyback.
Perkiraan ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar masih mengantisipasi potensi pemulihan harga setelah pengujian support berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



