Western Union Gandeng Crossmint untuk Mendukung Stablecoin Barunya

 

Perusahaan remitansi global Western Union telah bermitra dengan perusahaan infrastruktur blockchain Crossmint untuk mendukung pengembangan stablecoin baru mereka yang bernama U.S. Dollar Payment Token (USDPT).

Melalui kerja sama tersebut, Western Union akan mengintegrasikan stablecoin USDPT ke dalam ekosistem pembayaran digital yang berjalan di jaringan blockchain Solana.

Stablecoin ini nilainya dipatok terhadap dolar AS dan dirancang untuk mempermudah pengiriman dana lintas negara dengan biaya yang lebih efisien dan waktu penyelesaian transaksi yang lebih cepat dibandingkan sistem remitansi tradisional.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam pengumuman resminya, pihak Crossmint menyatakan bahwa kerja sama dengan Western Union membuka peluang baru bagi integrasi antara aset digital dan infrastruktur pembayaran global yang telah lama digunakan masyarakat.

“Western Union memiliki salah satu jaringan pembayaran yang paling dikenal di planet ini. Kami senang bermitra dengan mereka saat mereka membawa USDPT ke pasar dan mengeksplorasi cara-cara baru untuk menghubungkan dolar digital dengan akses lokal di seluruh dunia,” ujar salah satu Pendiri Crossmint, Rodrigo Fernández Touza, dalam siaran pers, pada Rabu (4/3/2026).

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: DOGE, LTC, PI, MUBARAK dan EGLD di Titik Kritis

Stablecoin USDPT dikembangkan sebagai bagian dari strategi digitalisasi layanan remitansi yang selama ini menjadi bisnis utama Western Union.

Dengan memanfaatkan jaringan blockchain Solana yang dikenal memiliki kapasitas transaksi tinggi dan biaya relatif rendah, perusahaan berupaya menciptakan sistem transfer dana yang lebih cepat sekaligus tetap terhubung dengan jaringan pembayaran konvensional.

Jaringan Western Union Buka Akses Stablecoin ke Uang Tunai Global

Dalam skema yang dirancang, pengguna nantinya dapat mengirimkan USDPT melalui jaringan blockchain, menyimpannya dalam dompet digital, kemudian menukarkannya menjadi uang tunai melalui jaringan layanan Western Union.

Model ini memungkinkan perpindahan nilai secara digital sekaligus tetap memberikan akses ke sistem penarikan uang tunai di berbagai wilayah.

Integrasi tersebut akan memanfaatkan jaringan operasional Western Union yang mencakup lebih dari 360.000 titik layanan di lebih dari 200 negara dan wilayah. Dengan jaringan yang luas tersebut, stablecoin USDPT diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan antara sistem keuangan digital berbasis blockchain dengan kebutuhan transaksi di dunia nyata.

BACA JUGA:  Polkadot Jadi Sorotan Utama, Ini 3 Faktor Pendukungnya

Pihak perusahaan menilai model tersebut dapat memperluas akses pembayaran digital bagi masyarakat yang masih bergantung pada layanan pengambilan uang tunai.

Dalam keterangan resminya, Western Union menyebut pendekatan ini sebagai upaya menghubungkan teknologi blockchain dengan jaringan pembayaran global yang telah lama beroperasi.

“Kolaborasi ini menjembatani nilai digital dengan akses dunia nyata, memungkinkan pelanggan Crossmint untuk menikmati opsi pengambilan uang tunai yang andal di lebih dari 200 negara di seluruh dunia,” ungkap Wakil Presiden Aset Digital Western Union, Malcolm Clarke.

Crossmint Bangun Infrastruktur Teknologi untuk USDPT

Dalam kemitraan ini, Crossmint berperan sebagai penyedia infrastruktur teknis yang memungkinkan integrasi stablecoin ke berbagai aplikasi keuangan digital.

Perusahaan tersebut menyediakan berbagai komponen teknologi seperti wallet API, payment API, serta sistem smart wallet yang dapat digunakan oleh platform fintech untuk mengakses jaringan pembayaran berbasis USDPT.

BACA JUGA:  Epstein Files Buka Tabir Rivalitas di Dunia Kripto

Melalui infrastruktur tersebut, pengembang aplikasi dapat memanfaatkan stablecoin yang terhubung dengan jaringan Western Union tanpa harus membangun sistem blockchain sendiri.

Pendekatan ini dinilai dapat mempercepat integrasi pembayaran digital di berbagai layanan keuangan, termasuk remitansi, pembayaran lintas negara, hingga transaksi digital yang terhubung dengan sistem keuangan tradisional.

Penggunaan jaringan Solana dalam proyek ini juga dipandang sebagai faktor penting dalam mendukung kecepatan transaksi.

Blockchain tersebut dikenal memiliki kemampuan memproses ribuan transaksi per detik (TPS) dengan biaya yang relatif rendah, sehingga dianggap sesuai untuk kebutuhan sistem pembayaran global.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait