Whale Akumulasi Bitcoin di US$71.000, Sinyal Bullish BTC?

Pergerakan investor besar kembali menarik perhatian pasar. Data terbaru menunjukkan para whale Bitcoin mulai meningkatkan kepemilikan mereka saat harga BTC bertahan di kisaran US$71.000. 

Namun, apakah akumulasi whale benar-benar menjadi sinyal bullish bagi Bitcoin? Sejumlah indikator on-chain menunjukkan adanya perubahan dinamika di pasar, meskipun ketidakpastian masih membayangi.

Whale Bergerak, Bitcoin Siap Berbalik Arah?

Platform analitik kripto Santiment melaporkan pada Jumat (13/03/2026) bahwa dompet Bitcoin besar kembali meningkatkan kepemilikannya dalam beberapa hari terakhir. Dalam laporan tersebut, whale merujuk pada dompet yang menyimpan antara 10 hingga 10.000 BTC.

Menurut Santiment, perubahan perilaku ini menjadi sinyal penting bagi pasar dan mereka juga menyebut pergerakan tersebut sebagai “positive reversal”, menandakan perubahan arah setelah sebelumnya terjadi tekanan jual dari investor besar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Grafik merepresentasikan dompet yang menyimpan antara 10 hingga 10.000 BTC. Entitas ini menguasai lebih dari dua pertiga total suplai Bitcoin. Perubahan terbaru mereka ke fase akumulasi menjadi sinyal bullish,” jelas mereka.

Peningkatan Akumulasi Bitcoin oleh Whale - Santiment
Peningkatan Akumulasi Bitcoin oleh Whale – Santiment

Data on-chain menunjukkan bahwa kelompok dompet dengan 10 hingga 10.000 BTC kini menguasai 68,17 persen dari total suplai Bitcoin. Angka ini meningkat dari 68,07 persen hanya dalam waktu tujuh hari.

BACA JUGA:  Nasib Bitcoin Jika Perang Dunia ke-3 Meletus

Meski kenaikannya terlihat kecil, pergeseran ini sering dianggap signifikan karena melibatkan akumulasi oleh investor besar atau whale.

Di saat yang sama, harga Bitcoin masih bertahan relatif stabil di sekitar US$71.250. Dalam sepekan terakhir, BTC naik lebih dari 6 persen, sementara dalam 30 hari terakhir meningkat sekitar 7,5 persen.

Peran Investor Ritel dalam Menentukan Arah Pasar

Meski akumulasi whale sering dianggap sebagai sinyal positif, Santiment menilai bahwa konfirmasi arah pasar belum sepenuhnya terbentuk. Salah satu faktor penting yang kini dipantau adalah perilaku investor ritel.

Menurut Santiment, skenario ideal yang menandakan potensi terbentuknya titik dasar pasar adalah ketika kepemilikan whale Bitcoin meningkat, sementara kepemilikan dompet kecil mulai menurun.

“Idealnya, kita ingin melihat jumlah dompet kecil (ritel) menurun sementara kelompok ini meningkat, yang menandakan perpindahan koin dari tangan lemah ke tangan kuat,” tulis Santiment.

Fenomena ini mencerminkan perpindahan aset dari investor yang mudah panik ke investor jangka panjang yang lebih kuat. Dalam siklus pasar kripto sebelumnya, kondisi seperti ini kerap muncul menjelang pembalikan tren harga.

Sebaliknya, jika investor ritel aktif membeli, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa pasar masih berada dalam fase optimisme berlebih. Secara historis, Bitcoin akan mencapai titik terendah ketika mayoritas investor mulai kehilangan harapan dan menjual aset mereka.

BACA JUGA:  Bitcoin yang Ditambang Dekati 20 Juta BTC, Era Kelangkaan Dimulai?

Saat ini, Crypto Fear & Greed Index di platform CoinMarketCap masih berada di zona Fear dengan skor 33. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih diliputi kehati-hatian, meski mulai terlihat tanda-tanda pemulihan.

Crypto Fear and Greed Index - CoinMarketCap
Crypto Fear and Greed Index – CoinMarketCap

Apakah Bitcoin Sudah Menyentuh Bottom?

Menariknya, aktivitas whale sempat menunjukkan arah berbeda beberapa hari sebelumnya. Pada 6 Maret lalu, Santiment melaporkan bahwa whale menjual sekitar 66 persen Bitcoin yang mereka akumulasi antara 23 Februari hingga 3 Maret.

Penjualan tersebut terjadi tepat ketika harga Bitcoin melonjak melewati US$70.000 dan sempat menyentuh US$74.000, yang menunjukkan bahwa sebagian whale mengambil keuntungan di puncak reli jangka pendek.

Situasi ini membuat Santiment menilai bahwa pasar Bitcoin saat ini masih berada dalam fase transisi. Jika investor ritel terus membeli secara agresif, sinyal penurunan harga masih mungkin terjadi.

“Secara historis, pasar cenderung mencapai titik terendah ketika ‘kerumunan’ kehilangan harapan. Optimisme investor ritel yang masih bertahan saat ini menjadi alasan terbesar mengapa bottom pasar belum dapat dipastikan,” tulis Santiment.

BACA JUGA:  Mengurai Insiden Salah Kirim 2.000 BTC oleh Crypto Exchange Korsel

Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis on-chain Bitcoin, Willy Woo. Ia menilai bahwa secara struktural, Bitcoin masih berada di tengah fase bear market jika dilihat dari perspektif likuiditas jangka panjang.

“BTC masih berada di tengah fase bear market jika dilihat dari likuiditas jangka panjang. Biasanya, setelah penurunan tajam seperti yang baru saja terjadi, BTC cenderung bergerak sideways dan kemudian mencoba reli dengan menguji resistance,” tulisnya di X, Minggu (08/03/2026).

Di sisi lain, ada faktor yang berpotensi memberikan dukungan bagi narasi bullish. Bitcoin Spot ETF di Amerika Serikat baru saja mencatat lima hari berturut-turut arus masuk dana pada 2026, dengan total mencapai sekitar US$767 juta.

Bitcoin Spot ETF Inflow - SoSoValue
Bitcoin Spot ETF Inflow – SoSoValue

Dengan kombinasi akumulasi whale, arus masuk ETF, dan sentimen pasar yang masih berhati-hati, banyak analis kini memantau apakah Bitcoin benar-benar sedang membangun fondasi untuk pergerakan besar berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait