Whale Bitcoin Balik Arah, Tutup Short dan Buka Long Baru Senilai US$91 Juta

Seorang whale Bitcoin kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah melakukan “aksi balik arah” besar yang mengindikasikan perubahan arah pandangan terhadap harga BTC.

Berdasarkan data dari platform analitik Lookonchain, entitas dengan alamat wallet 0x0ddf9 telah menutup posisi short sebanyak 1.000 BTC dengan kerugian sekitar US$1,6 juta, kemudian membuka posisi long baru senilai US$91 juta.

Langkah ini dianggap sebagai sinyal potensial perubahan sentimen dari bearish ke bullish di kalangan pelaku pasar besar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Posisi baru tersebut dibuka dengan leverage 3 kali dan memiliki titik likuidasi di sekitar US$59.112. Artinya, jika harga Bitcoin turun hingga ke level tersebut, seluruh posisi akan terlikuidasi. Namun, keputusan untuk beralih ke posisi long menunjukkan keyakinan whale terhadap potensi kenaikan harga jangka pendek.

Pergeseran Arah di Tengah Tekanan Pasar

Perubahan posisi drastis ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar kripto menjelang akhir tahun. Sebelumnya, whale tersebut mempertahankan posisi short yang mengindikasikan pandangan negatif terhadap pergerakan harga Bitcoin.

BACA JUGA:  Binance Diam-diam Serok Bitcoin Rp7,17 Triliun Lewat SAFU

Namun, keputusan untuk menutup posisi rugi dan membuka long dalam jumlah besar dinilai mencerminkan perubahan strategi yang agresif dan berisiko tinggi.

Beberapa analis menilai langkah tersebut bisa memicu perubahan psikologis di kalangan trader ritel. Ketika pelaku besar mengambil posisi long, hal itu sering ditafsirkan sebagai tanda kepercayaan terhadap potensi kenaikan harga.

Meski demikian, pengamatan dari berbagai pihak mengingatkan agar investor tidak serta-merta mengikuti langkah serupa tanpa memperhatikan risiko leverage yang tinggi.

Analisis Teknikal dan Level Penting Bitcoin

Di sisi lain, analis kripto Ali Martinez menyebutkan bahwa ada dua level harga penting yang perlu diperhatikan dalam pergerakan Bitcoin saat ini.

“Untuk BTC, US$84.570 adalah level support utama, dan US$112.340 merupakan batas atas (ceiling) yang harus diperhatikan,” tulis Martinez.

Level-level ini menjadi acuan bagi trader dan investor dalam menentukan arah jangka menengah, terutama setelah aksi spekulatif seperti yang dilakukan whale.

Menurut data historis, aksi besar dari whale kerap diikuti oleh peningkatan volatilitas jangka pendek. Meski demikian, belum ada indikasi kuat bahwa perubahan posisi ini akan langsung mendorong tren kenaikan baru.

BACA JUGA:  Citi Siap Hadirkan Kustodi Bitcoin Tingkat Institusional

Pasar Bitcoin masih menghadapi tekanan dari faktor makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga dan pergerakan indeks dolar AS.

Para pengamat menilai langkah whale ini menjadi salah satu sinyal penting menjelang akhir 2025, terutama bagi investor institusional yang sedang menimbang kembali eksposur mereka di pasar kripto.

Perubahan posisi sebesar itu menunjukkan adanya pergeseran strategi di tingkat pemain besar, namun perlu diekankan bahwa satu aksi saja tidak selalu mencerminkan tren keseluruhan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia