Whale Bitcoin Bergerak Besar-besaran ke Bursa, Tanda Bahaya Baru?

Pergerakan whale Bitcoin ke bursa kripto Binance meningkat tajam sepanjang Juni dan memunculkan kekhawatiran baru terhadap potensi lonjakan volatilitas di pasar.

Analis on-chain Moreno di CryptoQuant menilai arus masuk Bitcoin dalam jumlah besar ke bursa menunjukkan bahwa pemegang aset berskala besar mulai lebih aktif di tengah kondisi pasar yang masih rapuh.

Akumulasi arus masuk whale ke Binance dalam periode 30 hari naik dari sekitar US$5 miliar pada awal Juni menjadi hampir US$7 miliar sebelum sedikit menurun ke kisaran US$6,2 miliar.

Kelompok pemegang 1.000 hingga 10.000 BTC tercatat menjadi kontributor terbesar dalam pengiriman Bitcoin ke Binance selama fase pelemahan harga yang terjadi bulan ini.

Bitcoin whale 24 jun

Arus Masuk Whale Bitcoin Naik, Risiko Volatilitas Membesar

Moreno menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas whale Bitcoin tidak hanya dapat dipandang sebagai sinyal potensi tekanan jual, tetapi juga sebagai indikator meningkatnya risiko volatilitas pasar.

Menurutnya, ketika pemegang Bitcoin dalam jumlah besar memindahkan aset ke bursa, pasar menjadi lebih rentan terhadap perubahan likuiditas, reposisi jaminan perdagangan, aktivitas eksekusi transaksi besar, hingga bertambahnya pasokan yang siap diperjualbelikan di pasar spot.

“Ketika whale memindahkan aset dalam jumlah besar ke Binance, pasar menjadi lebih terekspos terhadap risiko eksekusi, perubahan likuiditas, reposisi jaminan dan pasokan spot yang agresif,” ujar Moreno.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Data menunjukkan lonjakan terbesar terjadi pada 8 Juni ketika para whale Bitcoin mengirimkan sekitar US$171 juta BTC ke Binance dalam satu peristiwa arus masuk. Moreno menilai pola seperti ini secara historis sering muncul menjelang periode ekspansi volatilitas dalam beberapa hari berikutnya.

BACA JUGA:  Gasampe Sebulan, Whale Boncos Rp20 Miliar Akibat Kripto Ini

Ia menegaskan bahwa sinyal tersebut tidak secara langsung menunjukkan arah pergerakan harga. Namun, meningkatnya aktivitas pemegang besar di tengah struktur harga yang masih lemah menunjukkan bahwa pasar sedang memasuki fase yang lebih sensitif terhadap perubahan sentimen.

Menariknya, meskipun investor ritel masih mencatat total arus masuk lebih besar, yakni sekitar US$9,06 miliar dalam basis 30 hari, peningkatan relatif yang lebih tajam justru datang dari kelompok whale.

Kondisi itu mengindikasikan bahwa tekanan yang muncul di bawah harga Bitcoin tidak hanya berasal dari investor kecil, tetapi juga melibatkan pelaku pasar dengan kepemilikan besar.

Moreno menambahkan bahwa pasar saat ini masih berada dalam rezim yang didominasi pasokan. Walaupun arus masuk whale Bitcoin telah menurun dari puncaknya, volumenya masih jauh lebih tinggi dibandingkan periode April dan Mei.

Selama aliran tersebut belum menyusut dengan pesat, setiap pemulihan harga berisiko menghadapi tekanan jual baru.

Pola Akumulasi Mirip Sebelum Reli Besar 2024

Di tengah meningkatnya aktivitas whale, sebagian analis melihat struktur teknikal jangka panjang Bitcoin masih menunjukkan peluang bullish.

Analis Kamran Asghar menilai Bitcoin saat ini membentuk pola akumulasi yang memiliki kemiripan dengan struktur pasar sebelum reli besar yang terjadi pada 2024.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Belum Bottom? Analis Ramal Kepanikan Besar Sebelum Reli ke US$100 Ribu

Berdasarkan pengamatannya terhadap grafik jangka panjang, setiap fase koreksi besar dalam siklus sebelumnya cenderung diikuti periode konsolidasi yang cukup panjang sebelum harga memasuki fase ekspansi berikutnya.

BTC analisis 24 jun

Menurut Kamran, pola serupa terlihat pada periode 2022–2023 dan kembali muncul sepanjang 2026. Saat ini, Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif sempit setelah mengalami koreksi dari puncak siklus sebelumnya.

Zona yang menjadi perhatian utama berada di kisaran US$60.000 hingga US$80.000. Area tersebut dinilai memiliki karakteristik yang hampir identik dengan basis akumulasi yang terbentuk sebelum breakout besar pada awal 2024.

Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut dan terus membentuk struktur higher low, peluang munculnya tren bullish baru dinilai masih terbuka. Kamran memperkirakan resistance penting berikutnya berada di sekitar US$110.000, sementara area US$120.000 menjadi target lanjutan yang berdekatan dengan zona puncak historis sebelumnya.

Ia menilai bahwa apabila pola siklus sebelumnya kembali terulang, fase konsolidasi saat ini berpotensi menjadi fondasi bagi pergerakan yang lebih besar, termasuk kemungkinan memasuki fase price discovery baru di atas rekor tertinggi Bitcoin.

BTC Cari Arah Baru di Tengah Konsolidasi dan Ancaman Volatilitas

Sementara itu, analis GainMuse melihat kondisi jangka pendek Bitcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan meski masih dibayangi faktor makroekonomi.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 24 Juni 2026: BEAT, DASH, OKB, DEXE dan POPCAT Kompak Beri Sinyal Bullish, Mana yang Paling Menjanjikan?

Dalam analisis terbarunya, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$63.600 hingga US$63.800 setelah berhasil memantul dari area support lokal sekitar US$62.400. Harga kini berupaya mempertahankan posisi di atas level US$63.200 sambil bergerak kembali menuju area garis tren yang sebelumnya ditembus.

Bitcoin analisis 24 juni

Menurut GainMuse, selama pembeli mampu mempertahankan area support tersebut, peluang pemulihan menuju resistance berikutnya di kisaran US$64.800 hingga US$65.000 masih terbuka.

Ia juga mencatat bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi sepanjang Juni, sehingga pelaku pasar menunggu sinyal breakout yang lebih kuat sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.

Selain faktor teknikal, sentimen makro turut menjadi perhatian. Aset berisiko, termasuk kripto, masih menghadapi tekanan setelah kekhawatiran terkait arah kebijakan suku bunga The Fed mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Karena itu, GainMuse menilai keberhasilan Bitcoin mempertahankan support US$63.200 menjadi faktor penting untuk menjaga peluang pemulihan dalam jangka pendek. Namun di saat yang sama, meningkatnya aktivitas whale Bitcoin di bursa menunjukkan bahwa risiko volatilitas masih perlu diwaspadai oleh pelaku pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait