Berdasarkan data Lookonchain, seorang whale Bitcoin yang dikenal dengan label wallet #BitcoinOG1011short, yang dikaitkan dengan investor Garrett Jin, dilaporkan menjual sekitar 5.000 BTC dengan nilai sekitar US$348,82 juta, setara Rp5,72 triliun, melalui bursa Binance.

Penjualan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang relatif stabil, di mana Bitcoin tercatat diperdagangkan di kisaran US$69.733 dengan kenaikan sekitar 1,01 persen dalam 24 jam terakhir, sementara volume perdagangan spot harian mencapai sekitar US$4,49 miliar.
Transaksi ini bermula ketika wallet tersebut mentransfer 5.000 BTC ke Binance, sebuah langkah yang umumnya menjadi indikasi awal penjualan aset. Tak lama setelah transfer tersebut, wallet yang sama menarik sekitar 53,12 juta USDT dari bursa tersebut.
Penarikan stablecoin ini menunjukkan bahwa sebagian Bitcoin kemungkinan telah dikonversi menjadi aset likuid, yang memungkinkan investor mengamankan keuntungan atau mempersiapkan strategi investasi lanjutan.
Meskipun nilai penjualan mencapai ratusan juta dolar AS, data menunjukkan bahwa whale Bitcoin tersebut masih memegang lebih dari 30.000 BTC, dengan estimasi nilai sekitar US$2,09 miliar.
Hal ini berarti jumlah yang dijual hanya sebagian kecil dari total kepemilikannya, menegaskan bahwa investor tersebut masih memiliki eksposur yang sangat besar terhadap Bitcoin.
Penjualan Parsial, Bukan Tanda Kapitulasi
Pergerakan whale Bitcoin sering menjadi indikator penting bagi pelaku pasar karena dapat memengaruhi sentimen dan likuiditas. Namun, dalam kasus ini, struktur kepemilikan menunjukkan bahwa penjualan tersebut tidak mencerminkan aksi keluar sepenuhnya dari pasar.
Dengan masih mempertahankan lebih dari 85 persen kepemilikan Bitcoin, langkah ini lebih mencerminkan reposisi strategis dibandingkan panic sell.
Secara historis, whale Bitcoin cenderung melakukan penjualan bertahap untuk mengunci sebagian keuntungan tanpa melepaskan seluruh posisi mereka. Pendekatan ini memungkinkan mereka mengelola risiko sambil tetap mempertahankan potensi keuntungan dari pergerakan harga di masa depan.
Penjualan sebagian kecil dari total kepemilikan juga membantu meminimalkan dampak langsung terhadap pasar, terutama ketika dilakukan melalui bursa besar dengan likuiditas tinggi seperti Binance.
Selain itu, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa Bitcoin tetap berada dalam fase stabil, dengan kenaikan moderat dan volume perdagangan yang menunjukkan aktivitas pasar yang sehat.
Pasar Bitcoin Dinilai Masih Berpotensi Turun Sebelum Pulih
Sejumlah analis juga mengingatkan bahwa pasar Bitcoin masih menghadapi potensi volatilitas ke depan meskipun mampu menyerap tekanan jual dari whale Bitcoin.
Analis kripto Alejandro menyampaikan bahwa meskipun level sekitar US$60.000 dapat dianggap sebagai titik terendah sementara dan memberi kesan bahwa fase terburuk telah berlalu, kondisi pasar belum sepenuhnya stabil.

Ia menegaskan bahwa risiko penurunan tambahan masih terbuka sebelum Bitcoin dapat membentuk pemulihan yang benar-benar kuat.
Pandangan ini menunjukkan bahwa meskipun aksi jual whale Bitcoin baru-baru ini tidak memicu kepanikan, struktur pasar masih berada dalam fase transisi, di mana investor tetap perlu mencermati pergerakan likuiditas dan aktivitas pemegang besar sebagai indikator arah berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



