Harga Bitcoin kembali mendekati US$80.000 setelah mencatat pemulihan tajam sepanjang Agustus 2026.
Kenaikan tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya arus masuk BTC ke Binance, baik dari investor ritel maupun kelompok whale Bitcoin, setelah aktivitas kedua kelompok sempat berada pada level lebih rendah pada pertengahan bulan.
Dalam sekitar sepuluh hari terakhir, BTC bergerak dari kisaran US$63.000 menuju hampir US$80.000 atau menguat sekitar 27 persen. Pada periode yang hampir sama, aliran dana menuju Binance juga meningkat.
Meski demikian, besarnya inflow (arus masuk) saat ini ternyata masih tertinggal cukup jauh dibandingkan level tertinggi yang tercatat pada Februari.
Whale Bitcoin Makin Agresif, Jejak Februari Justru Belum Terkejar
Analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant mencatat inflow ritel Binance dalam periode 30 hari meningkat dari sekitar US$7 miliar pada 18 Agustus menjadi US$9 miliar pada 28 Agustus. Perubahan tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 29 persen ketika harga BTC sedang mengalami pemulihan.

Pergerakan lebih agresif terlihat dari kelompok whale Bitcoin. Total inflow 30 hari kelompok tersebut naik dari sekitar US$4,15 miliar pada 17 Agustus menjadi US$5,6 miliar, atau melonjak hampir 35 persen. Laju peningkatan itu lebih tinggi dibandingkan kelompok ritel, meskipun nilai nominal inflow ritel masih lebih besar.
Anomali terlihat ketika data terbaru dibandingkan dengan puncak aktivitas pada Februari. Ketika itu, inflow ritel mencapai hampir US$14 miliar, sedangkan inflow whale Bitcoin berada di sekitar US$8,8 miliar.
Artinya, kedua kelompok saat ini masih mencatat inflow sekitar 36 persen di bawah puncak Februari, walaupun harga Bitcoin telah kembali diperdagangkan jauh lebih tinggi.
Kondisi tersebut memperlihatkan adanya perbedaan antara pemulihan harga dan intensitas arus masuk menuju Binance. BTC telah kembali mendekati US$80.000, tetapi aktivitas transfer dari investor besar maupun ritel belum mengikuti skala yang pernah terlihat sebelumnya.
“Untuk saat ini, Bitcoin mendekati US$80.000 sementara inflow masih tertinggal dari puncak Februari,” ungkap Taha.
Namun, kenaikan inflow tidak serta-merta menunjukkan tekanan jual. Data yang digunakan merupakan akumulasi nilai dolar AS dari transfer ke Binance selama 30 hari.
Ketika harga BTC meningkat, nilai dolar dari Bitcoin yang dipindahkan ke bursa juga dapat membesar tanpa harus mencerminkan peningkatan jumlah koin dalam proporsi serupa.
Dengan demikian, peningkatan aktivitas whale Bitcoin selama rebound Agustus lebih menunjukkan bahwa arus BTC menuju bursa mulai terbangun kembali. Data tersebut belum dapat digunakan secara langsung untuk menyimpulkan bahwa investor besar sedang mempersiapkan aksi jual.
Reli Bitcoin Masuk Zona Pembuktian, US$80.000 Jadi Garis Pemisah
Di sisi pergerakan harga, analis LSTRADER menilai Bitcoin telah memasuki tahap kedua dari skenario pemulihan, dengan US$80.000 menjadi level yang perlu direbut.
Area sekitar US$80.803 dipandang sebagai resistance sekaligus bekas support penting yang kini kembali diuji setelah BTC melesat dari zona demand US$59.000–US$61.000.

Menurut analisis tersebut, sentuhan terhadap US$80.000 belum menjadi konfirmasi bullish. Bitcoin perlu menembus area itu dan mempertahankan perdagangan di atasnya. Apabila breakout terjadi dan US$80.000 beralih fungsi menjadi support, ruang kenaikan berikutnya terbuka menuju sekitar US$83.000, kemudian resistance US$94.000–US$96.000.
Skenario lanjutan menempatkan area US$109.931–US$110.000 sebagai resistance struktural utama berikutnya. Pergerakan menuju wilayah tersebut bergantung pada kemampuan BTC mempertahankan momentum setelah merebut area US$80.000.
Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas level tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi. Semakin lama Bitcoin gagal merebut US$80.000, semakin besar peluang harga kembali menguji wilayah asal reli di sekitar US$59.000–US$61.000.
Situasi itu membuat US$80.000 menjadi titik penting untuk menilai keberlanjutan rebound Bitcoin.
Di saat whale mulai meningkatkan transfer menuju Binance, harga masih harus mengonfirmasi breakout agar pemulihan memiliki landasan teknikal lebih kuat. Jika terjadi penolakan berkepanjangan, risiko kembali menuju zona demand bawah tetap terbuka.
Perkembangan tersebut sekaligus membuat perilaku whale Bitcoin menjadi salah satu data yang perlu dicermati setelah BTC mendekati US$80.000.
Inflow kelompok besar memang tumbuh lebih cepat dibandingkan ritel sepanjang rebound terbaru, tetapi posisinya yang masih sekitar sepertiga di bawah puncak Februari menunjukkan bahwa pemulihan harga belum dibarengi kembalinya aktivitas inflow ke level ekstrem sebelumnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


