Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah pergerakan pasar menunjukkan tanda-tanda tekanan jual dari pemegang besar belum mendominasi.
Di tengah fase konsolidasi harga, aktivitas pemindahan BTC dalam jumlah besar menuju bursa juga menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai potensi pasokan yang siap dilepas ke pasar.
Kondisi tersebut muncul ketika pelaku pasar masih mencari kepastian mengenai arah Bitcoin berikutnya setelah mengalami volatilitas dalam beberapa waktu terakhir.
Kemampuan BTC mempertahankan pemulihan menjadi penting karena pasar perlu melewati sejumlah resistance sebelum tren kenaikan yang lebih besar memperoleh konfirmasi.
Whale Bitcoin Masih Duduk Manis, Belum Ada Alarm Jual
Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant melihat data jaringan terbaru memperlihatkan whale Bitcoin belum menunjukkan tekanan jual berarti.
Salah satu indikator utamanya adalah Exchange Whale Ratio yang turun ke 0,39, menunjukkan porsi BTC milik pemegang besar dalam total arus masuk ke bursa lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Perubahan tersebut penting karena peningkatan transfer Bitcoin dalam jumlah besar ke bursa umumnya dapat menambah potensi tekanan jual. Sebaliknya, penurunan Exchange Whale Ratio mengindikasikan bahwa pemegang besar belum agresif memindahkan aset mereka ke platform perdagangan untuk direalisasikan.
Data Spent Output Profit Ratio (SOPR) juga berada tepat di level 1. Angka tersebut menunjukkan BTC yang dibelanjakan atau dipindahkan secara umum bergerak pada harga yang mendekati biaya perolehannya.
Investor dengan demikian belum melakukan aksi ambil untung besar, tetapi pada saat bersamaan juga tidak merealisasikan kerugian secara signifikan.
“Belum terlihat aksi ambil untung besar ataupun tekanan jual kuat dari whale,” ujar PelinayPA.
Kondisi itu sejalan dengan berkurangnya transfer BTC milik whale Bitcoin menuju Binance. Jika arus koin pemegang besar ke bursa tetap rendah, jumlah pasokan yang berpotensi masuk ke pasar untuk dijual juga dapat tetap terbatas.
Sementara itu, Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) menunjukkan investor Bitcoin secara umum telah berada dalam posisi untung, tetapi belum memasuki wilayah optimisme ekstrem. PelinayPA menilai situasi tersebut masih menyisakan ruang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan apabila NUPL bergerak lebih tinggi bersama BTC.
Net Realized Profit/Loss (NRPL) turut memberikan gambaran serupa. Indikator tersebut masih positif, tetapi telah turun cukup signifikan dari level tertinggi sebelumnya. Penurunan itu mengindikasikan aktivitas realisasi keuntungan melemah meskipun semakin banyak investor berada dalam posisi untung.
Secara keseluruhan, kombinasi Exchange Whale Ratio, SOPR, NUPL dan NRPL memperlihatkan belum adanya alarm aksi ambil untung besar. PelinayPA menilai struktur tersebut cenderung positif untuk jangka menengah, sedangkan dalam jangka pendek BTC masih berpeluang melanjutkan konsolidasi.
Jika Exchange Whale Ratio terus turun sementara indikator lainnya tetap terkendali, tekanan dari penjual dapat tetap terbatas. Peluang kenaikan juga berpotensi menguat apabila SOPR kembali berada di atas 1 dan NUPL terus meningkat seiring pergerakan harga.
US$90.000 di Depan Mata, Gerbang Bull Run atau Tembok Besar?
Dari sisi teknikal, analis kripto Don melihat Bitcoin tengah memasuki fase penting setelah memantul dari area konsolidasi sekitar US$57.000 hingga US$67.000. Zona tersebut ditandai sebagai wave 4 dalam struktur yang diamatinya, sebelum BTC melesat kembali menuju kisaran US$77.000.

Meski terjadi pemulihan, struktur yang lebih besar menunjukkan Bitcoin masih menghadapi garis tren turun yang terbentuk sejak puncak sebelumnya. Kondisi tersebut membuat area resistance di atas harga saat ini menjadi penentu apakah rebound BTC hanya berlangsung sementara atau berkembang menjadi kelanjutan tren bullish.
Don menyoroti US$90.000 sebagai level utama karena berimpit dengan area moving average (MA) 200 hari. Penembusan dan kemampuan BTC bertahan di atas zona tersebut dinilai dapat memberikan konfirmasi lebih kuat terhadap momentum kenaikan.
Apabila US$90.000 berhasil ditembus, skenario teknikal Don membuka peluang Bitcoin kembali menuju level psikologis US$100.000 sebelum menguji puncak sebelumnya di sekitar US$120.000-an. Proyeksi Elliott Wave yang digunakannya kemudian menempatkan potensi wave 5 di sekitar US$160.000.
Sebaliknya, kegagalan merebut US$90.000 membuat resistance tersebut tetap menjadi penghalang utama dan membuka kemungkinan konsolidasi berlanjut. Dengan demikian, level itu menjadi batas penting antara fase pemulihan harga saat ini dan potensi terbentuknya reli yang lebih besar.
Gambaran teknikal tersebut juga datang ketika data on-chain belum menunjukkan distribusi agresif dari whale Bitcoin. Jika pemegang besar tetap menahan BTC dan tekanan realisasi keuntungan tidak meningkat, pasokan jual dari kelompok tersebut dapat tetap terkendali saat pasar mencoba menembus resistance.
Namun, peluang kenaikan tetap membutuhkan konfirmasi harga. Rendahnya aktivitas jual whale Bitcoin tidak dengan sendirinya memastikan reli akan terjadi, terutama selama BTC belum melewati resistance teknikal utama.
Karena itu, pergerakan menuju dan di sekitar US$90.000 menjadi area yang perlu diperhatikan selanjutnya. Kombinasi tekanan jual whale Bitcoin yang relatif terbatas dan keberhasilan menembus resistance tersebut dapat memperkuat skenario bullish, sedangkan kegagalan breakout berpotensi mempertahankan BTC dalam fase konsolidasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


