Whale Bitcoin Mendominasi Binance, Rasionya Tertinggi Sejak 2017!

Pergerakan whale Bitcoin (BTC) di Binance menunjukkan kondisi yang tidak biasa. Ketika harga BTC terus menghadapi tekanan, dominasi transaksi besar yang masuk ke bursa kripto tersebut justru meningkat hingga membawa salah satu indikator on-chain ke level tertingginya dalam lebih dari sembilan tahun.

Berdasarkan analisis terbaru CryptoOnchain di CryptoQuant, indikator Exchange Whale Ratio Binance sempat melonjak hingga mendekati 1,0.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa hampir seluruh Bitcoin yang masuk ke Binance pada hari itu berasal dari kelompok transaksi terbesar, memperlihatkan konsentrasi aktivitas yang sangat tinggi.

“Exchange Whale Ratio di Binance hampir mencapai 1,0 pada 31 Oktober 2026, yang berarti transaksi pemegang besar menyumbang hampir seluruh aliran masuk yang terukur pada hari itu,” ungkap CryptoOnchain.

Whale bitcoin ratio

Namun, lonjakan harian tersebut bukan satu-satunya temuan menarik. Simple moving average 100 hari atau SMA100 dari indikator yang sama juga memperlihatkan peningkatan signifikan.

Pada 31 Oktober, SMA100 Exchange Whale Ratio masih berada di 0,481. Hanya enam hari kemudian, tepatnya 6 November, angkanya telah mencapai 0,513, tertinggi sejak September 2017.

Kenaikan sekitar 6,7 persen dalam waktu singkat itu berlangsung bersamaan dengan pelemahan harga Bitcoin dari sekitar US$77.500 menjadi US$75.800.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Whale Bitcoin Semakin Dominan, Apa Artinya bagi Pasar?

Exchange Whale Ratio merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur seberapa besar dominasi transaksi Bitcoin berukuran besar dalam arus masuk ke bursa kripto.

Menurut penjelasan resmi CryptoQuant, indikator tersebut dihitung dengan membandingkan total BTC dari 10 transaksi masuk terbesar terhadap keseluruhan Bitcoin yang masuk ke bursa dalam periode tertentu.

Artinya, semakin tinggi angkanya, semakin besar pula porsi arus masuk yang terkonsentrasi pada transaksi-transaksi terbesar.

Ketika rasio mendekati 1,0, hampir seluruh volume deposit Bitcoin yang terukur berasal dari sepuluh transaksi terbesar, bukan dari banyak transaksi kecil yang tersebar di antara pengguna.

Kondisi semacam ini kerap mendapat perhatian karena perpindahan Bitcoin dalam jumlah besar menuju bursa dapat mengindikasikan persiapan penjualan. Namun, aktivitas tersebut juga bisa berkaitan dengan pemindahan aset atau pengelolaan likuiditas.

BACA JUGA:  Gawat! Bitcoin Bisa Ambruk ke US$68.000 usai Binance Diretas

Dalam kasus Binance, tren tersebut muncul ketika BTC sedang mengalami tekanan harga yang cukup berat.

CryptoOnchain mencatat Bitcoin telah melemah sekitar 11,3 persen dalam satu bulan terakhir. Meski demikian, aset kripto terbesar itu masih mempertahankan kenaikan sekitar 17 persen dalam periode tiga bulan.

Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual jangka pendek berlangsung setelah Bitcoin sebelumnya mencatat pemulihan dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Menariknya, kenaikan SMA100 menunjukkan bahwa dominasi transaksi besar tidak hanya muncul sebagai lonjakan sesaat pada akhir Oktober, tetapi juga semakin terlihat dalam rata-rata data jangka menengah.

Meski begitu, indikator tersebut mengukur konsentrasi arus masuk, bukan jumlah Bitcoin yang benar-benar dijual. Karena itu, peningkatannya belum dapat dijadikan bukti bahwa whale tengah melakukan aksi jual besar-besaran.

Peretasan Binance US$6,34 Miliar Bisa Memengaruhi Data Whale?

Ada satu peristiwa besar yang membuat pembacaan indikator kali ini menjadi lebih rumit, yakni peretasan hot wallet Binance pada 29 Oktober 2026.

Insiden tersebut terjadi hanya dua hari sebelum Exchange Whale Ratio melonjak hingga mendekati 1,0.

Dalam laporan investigasi awal yang dirilis Binance pada 3 November, perusahaan mengonfirmasi bahwa serangan tersebut berdampak pada aset digital senilai sekitar US$6,34 miliar.

Binance juga mengungkapkan bahwa sekitar US$2,85 miliar aset telah dibekukan atau dicegat, sementara 98 persen aset token yang terdampak telah dipulihkan per 31 Oktober.

Besarnya nilai aset yang terlibat menunjukkan adanya aktivitas perpindahan dana dalam skala luar biasa selama periode tersebut.

CryptoOnchain menilai bahwa aktivitas transfer yang berkaitan dengan peretasan maupun respons terhadap insiden itu berpotensi memengaruhi indikator whale Binance.

Namun, hubungan langsung antara transaksi akibat peretasan dan lonjakan Exchange Whale Ratio masih belum terverifikasi.

BACA JUGA:  Kripto GEOD Berpotensi Jadi Hidden Gem? Pendapatan GEODNET Melonjak 128 Persen

Hal ini penting karena serangan tersebut melibatkan perpindahan aset keluar dari wallet Binance, sedangkan Exchange Whale Ratio secara khusus mengukur konsentrasi transaksi masuk.

Dengan demikian, kedekatan waktu kedua peristiwa tidak otomatis membuktikan bahwa dana hasil peretasan menjadi penyebab utama kenaikan rasio whale.

Bitcoin ETF Kehilangan US$411,9 Juta, Data Tenaga Kerja AS Ikut Disorot

Di luar aktivitas on-chain Binance, tekanan terhadap Bitcoin juga terlihat pada pasar investasi institusional AS.

Berdasarkan data terbaru Farside Investors, Bitcoin ETF spot AS mencatat arus keluar bersih sebesar US$411,9 juta pada perdagangan Jumat (6/11/2026).

Tekanan terbesar datang dari iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, yang membukukan arus keluar sebesar US$403 juta.

Sehari sebelumnya, pada 5 November, kelompok Bitcoin ETF spot tersebut juga mencatat arus keluar bersih US$430,2 juta. Dengan demikian, total dana bersih yang keluar dalam dua sesi perdagangan itu mencapai sekitar US$842,1 juta.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan Bitcoin tidak hanya bertepatan dengan peningkatan dominasi transaksi besar di Binance, tetapi juga dengan berkurangnya eksposur bersih investor melalui ETF spot AS.

Meski demikian, pergerakan ETF dan Exchange Whale Ratio merupakan dua indikator berbeda, sehingga tidak dapat langsung dianggap berasal dari kelompok investor yang sama.

Sementara itu, perkembangan ekonomi AS turut memberikan konteks tambahan terhadap kondisi pasar.

Data JOLTS untuk September yang dirilis pada 3 November menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan AS mencapai sekitar 7,52 juta. CryptoOnchain juga mencatat indeks dolar AS (DXY) berada di kisaran 101,56, relatif tidak berubah dibandingkan satu bulan sebelumnya.

Perhatian pasar kemudian tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis sehari sebelum analisis CryptoOnchain diterbitkan.

Berdasarkan laporan resmi Bureau of Labor Statistics (BLS) pada Jumat (6/11/2026), ekonomi AS menambah 165.000 pekerjaan non-pertanian atau Non-Farm Payrolls (NFP) sepanjang Oktober, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.

Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga The Fed, yang pada gilirannya berpotensi berdampak pada selera risiko di pasar kripto.

BACA JUGA:  Peretas Binance Diduga Jual 7,77 Triliun PEPE, Harga Anjlok Lebih dari 12 Persen

Akan tetapi, belum ada bukti yang memastikan bahwa perkembangan ekonomi AS tersebut secara langsung memicu peningkatan aktivitas whale Bitcoin di Binance.

Apakah Whale Bitcoin Bersiap Menjual?

Lonjakan Exchange Whale Ratio memang sering dikaitkan dengan potensi tekanan jual, terutama ketika transaksi deposit berukuran besar semakin mendominasi aktivitas sebuah bursa.

Namun, dalam situasi saat ini, CryptoOnchain menilai bahwa kesimpulan mengenai perilaku whale masih harus mempertimbangkan dampak peretasan Binance dan keterbatasan periode pengamatan.

“Untuk saat ini, pembacaan paling jelas adalah bahwa aktivitas whale di Binance meningkat ketika harga turun, meskipun periode pengamatannya masih pendek dan data tersebut masih memerlukan verifikasi,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kenaikan rasio whale belum tentu menandakan seluruh investor besar sedang melepas Bitcoin mereka.

Perpindahan dana untuk kebutuhan operasional, pengamanan aset, ataupun respons terhadap insiden keamanan dapat menghasilkan aktivitas on-chain yang berbeda dari transaksi jual biasa.

Yang sudah terlihat adalah dominasi sepuluh transaksi masuk terbesar di Binance semakin meningkat, sementara harga Bitcoin dan arus dana ETF spot AS sama-sama berada dalam tekanan.

Untuk memastikan apakah kondisi tersebut benar-benar mencerminkan distribusi Bitcoin oleh whale, diperlukan pengamatan lanjutan terhadap volume deposit, arus keluar bersih dari bursa, serta aktivitas perdagangan spot.

Dengan SMA100 Exchange Whale Ratio mencapai level tertinggi sejak September 2017, perilaku pemegang besar Bitcoin di Binance kini menjadi salah satu indikator penting untuk dicermati dalam beberapa hari mendatang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait