Pergerakan whale Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah data on-chain menunjukkan tanda-tanda akumulasi baru oleh pemegang besar aset digital tersebut.
Analisis terbaru dari ScenarioX di CryptoQuant mengungkap bahwa alamat Bitcoin yang menyimpan 1.000 hingga 10.000 BTC mulai meningkatkan saldo mereka setelah periode koreksi pasar, memunculkan spekulasi bahwa fase reli baru mungkin sedang dipersiapkan.
Dalam analisis tersebut dijelaskan bahwa saldo gabungan kelompok ini kembali meningkat setelah sebelumnya turun ke level yang terakhir terlihat pada Januari 2023, periode yang dikenal sebagai awal dari siklus bullish Bitcoin saat ini.

Menurut ScenarioX, pola akumulasi oleh whale Bitcoin sering muncul pada fase tertentu dalam siklus pasar. Ketika pasar mencapai puncak harga, saldo kelompok ini biasanya berkurang karena proses distribusi aset.
Sebaliknya, saat harga mengalami koreksi atau pasar memasuki fase bearish, saldo mereka kembali meningkat karena para pemegang besar mulai mengakumulasi kembali Bitcoin.
“Perubahan saldo alamat dengan kepemilikan 1.000 hingga 10.000 BTC secara historis sering menjadi indikator awal siklus pasar Bitcoin,” ungkap ScenarioX.
Pola Akumulasi Whale Bitcoin Kembali Terlihat
Data dari ScenarioX menunjukkan bahwa pola yang serupa kini mulai terbentuk kembali. Setelah pasar mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir, saldo kelompok whale Bitcoin tersebut mulai menunjukkan tren naik.
Kondisi ini sering disebut sebagai fase re-accumulation, yakni periode ketika investor besar kembali mengumpulkan aset di tengah tren bullish yang lebih luas. Dalam banyak siklus sebelumnya, fase ini sering menjadi tahap awal sebelum terjadinya kenaikan harga yang lebih signifikan.
Di sisi lain, indikator Coinbase Premium mulai menunjukkan pemulihan. Kenaikan indikator ini sering diartikan sebagai meningkatnya permintaan di pasar spot, terutama dari investor institusional yang bertransaksi melalui platform Coinbase.
Kerugian Pasar Mulai Mereda
Analisis dari analis Darkfost di CryptoQuant menunjukkan bahwa tekanan kerugian di pasar mulai berkurang meskipun kondisi masih cenderung negatif.
Dalam laporan terbaru, nilai kerugian terealisasi di pasar Bitcoin tercatat sekitar US$611 juta, sementara keuntungan yang tercatat sekitar US$346 juta, menghasilkan net PnL mingguan sekitar minus US$264 juta.

Meski masih negatif, angka tersebut dianggap sebagai perbaikan dibanding kondisi sebelumnya. Pada 7 Februari, rata-rata PnL mingguan sempat berada di sekitar US$2 miliar kerugian, yang menandai fase kapitulasi ketika harga BTC sempat turun di bawah US$60.000.
Darkfost juga mencatat bahwa pemegang jangka pendek (STH) masih menjadi kelompok investor paling aktif. Saat ini, mereka menguasai sekitar 22 persen pasokan Bitcoin, meningkat tajam dibanding 12 persen pada Januari 2023. Peningkatan ini menunjukkan bahwa partisipasi investor jangka pendek dalam pasar semakin besar.
Menurutnya, ketahanan harga yang mulai terlihat mendorong sebagian investor untuk kembali menahan atau bahkan menambah posisi mereka, yang turut berkontribusi pada fase konsolidasi pasar saat ini.
Zona Likuiditas Jadi Penentu Pergerakan Berikutnya
Sementara itu, pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan volatilitas yang tinggi. Data yang dibagikan CryptoReviewing menunjukkan bahwa Bitcoin sempat menembus US$70.000, yang memicu likuidasi posisi short senilai sekitar US$186 juta dalam satu hari.

Secara total, likuidasi dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$347 juta. Lonjakan ini terjadi karena banyak trader yang sebelumnya memasang posisi short di pasar derivatif.
Namun, struktur likuiditas di pasar Bitcoin menunjukkan dua zona penting yang kini menjadi perhatian. Area US$70.000 hingga US$72.000 memiliki likuiditas yang relatif tipis, yang berpotensi memicu pergerakan harga lebih tinggi jika area tersebut ditembus.
Sebaliknya, di bawah harga saat ini terdapat klaster likuiditas yang jauh lebih besar di kisaran US$64.000 hingga US$68.000, dengan jumlah sekitar empat kali lebih besar dibanding area di atas harga.
Dari perspektif likuiditas, zona ini dianggap sebagai area yang lebih mungkin dikunjungi pasar sebelum menentukan arah berikutnya.
Pola Bitcoin Tersembunyi di Fase Bearish
Selain indikator on-chain dan dinamika likuiditas pasar, analis CryptoZ juga menyoroti adanya pola teknikal yang berulang dalam setiap fase bearish besar Bitcoin sejak 2014. Pola tersebut menunjukkan struktur tiga titik terendah yang biasanya muncul selama transisi dari fase distribusi menuju kapitulasi.

Titik terendah pertama biasanya muncul setelah penurunan tajam pertama setelah puncak siklus. Pada tahap ini, sentimen pasar berubah sangat bearish, namun siklus penurunan belum benar-benar selesai.
Titik terendah kedua sering terbentuk setelah reli pemulihan gagal bertahan, yang menciptakan transisi psikologis menyerupai pola double top dan menjebak pembeli yang terlambat masuk pasar.
Sementara itu, titik terendah ketiga secara historis muncul ketika pasar mencapai fase kelelahan maksimum. Pada tahap ini biasanya muncul kombinasi sinyal teknikal langka, yakni 13 dari 13 bottom signal bersama dengan 7 dari 9 local low signal, yang dalam beberapa siklus sebelumnya bertepatan dengan titik dasar jangka panjang Bitcoin.
Menariknya, struktur pasar pada 2026 saat ini disebut mulai membentuk pola tiga tahap yang serupa. Jika pola historis tersebut kembali berulang, pasar Bitcoin kemungkinan sedang mendekati fase kompresi terakhir sebelum muncul tren makro baru pada siklus berikutnya.
Tidak hanya itu, CryptoZ juga menyoroti pergerakan harga BTC dalam jangka pendek setelah volatilitas terbaru di pasar.
Ia mencatat bahwa setelah sempat menyapu likuiditas di sekitar US$66.000, harga Bitcoin berhasil memantul dan kini kembali diperdagangkan di sekitar US$70.000, yang dipandang sebagai area penting untuk menentukan arah berikutnya.

Menurut CryptoZ, level tersebut menjadi titik krusial apakah Bitcoin mampu keluar dari rentang konsolidasi saat ini atau justru kembali menguji area support yang lebih rendah.
Selama harga mampu bertahan di atas US$70.000, terdapat peluang terjadinya short squeeze yang dapat mendorong harga menuju kisaran US$74.000 sebagai target terdekat.
Apabila momentum pembelian tetap kuat setelah mencapai area tersebut, pergerakan bahkan berpotensi berlanjut menuju sekitar US$78.000, meskipun level ini dinilai sebagai target yang lebih menantang.
Reaksi harga di sekitar level tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai skenario pergerakan berikutnya dalam time frame yang lebih rendah.
Namun, analis tersebut juga mengingatkan bahwa jika harga mengalami penolakan kuat di sekitar US$74.000, pasar berpotensi kembali menguji area support di kisaran US$68.000 sebelum menentukan arah selanjutnya. Untuk saat ini, dinamika harga di sekitar US$70.000 tetap menjadi level kunci yang dipantau oleh pelaku pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



