Whale Bitcoin Mulai Borong, Titik Bottom Sudah Dekat?

Analis on-chain CW8900 di CryptoQuant melaporkan bahwa rasio whale Bitcoin di bursa telah menembus level 0,8 untuk kali pertama sejak Juli 2024. Level tersebut secara historis kerap bertepatan dengan fase dasar harga (bottom) jangka pendek.

Data ini memunculkan spekulasi bahwa aksi akumulasi whale Bitcoin tengah berlangsung di tengah keluarnya investor ritel dari pasar.

Dalam laporan terbarunya, CW8900 menyebut bahwa peningkatan rasio whale Bitcoin di bursa biasanya terjadi ketika harga berada di area bawah siklus. Kondisi itu menggambarkan entitas besar meningkatkan eksposur, sementara investor kecil cenderung menjual karena tekanan psikologis pasar.

“Jika pola historis kembali terulang, rentang harga saat ini berpotensi merepresentasikan area bottom,” ungkap CW8900.

IKLAN
Chat via WhatsApp

whale ratio bitcoin

Rasio whale Bitcoin di atas 0,8 menandakan dominasi transaksi bernilai besar di bursa kripto.

BACA JUGA:  Malaysia Akan Uji Stablecoin Ringgit dan Tokenisasi Deposito di 2026

Fenomena ini dinilai penting karena pada fase-fase sebelumnya, lonjakan aktivitas whale sering kali mendahului pembalikan arah harga. Dengan kata lain, pergerakan pemain besar menjadi indikator awal perubahan sentimen pasar.

Selain itu, CW8900 juga menyoroti bahwa pada siklus ini belum akan terjadi reli bullish besar sebagaimana yang lazim terlihat menjelang puncak pasar.

Ia mengamati bahwa lonjakan transaksi setoran BTC ke bursa, yang biasanya meningkat tajam saat investor bersiap menjual di puncak bull market, justru memuncak pada Maret 2024 ketika harga berada di kisaran US$69.000. Namun periode tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai puncak siklus sesungguhnya.

Tutup di Atas EMA200, Bitcoin Bidik US$80.000

Dari sisi analisis teknikal, Captain Faibik menyatakan bahwa apabila candle mingguan Bitcoin mampu ditutup di atas EMA200, maka harga berpeluang memantul menuju area US$80.000 dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Terbaru: POL, MANTA, ZEC, DASH dan ENA

weekly BTC

Ia juga memperkirakan Maret berpotensi menjadi bulan dengan kecenderungan bullish apabila konfirmasi teknikal tersebut terpenuhi.

Kombinasi antara data on-chain dan indikator teknikal ini mempertegas perhatian pasar terhadap pergerakan whale Bitcoin. Para pelaku pasar kini memantau apakah penembusan level teknikal kunci akan terjadi dalam waktu dekat.

Faktor Permintaan Baru dari Ekosistem Digital

Di sisi lain, sentimen positif juga datang dari pengumuman Telegram Wallet berbasis TON yang mulai meluncurkan fitur imbal hasil untuk kepemilikan aset kripto.

Platform tersebut kini memperluas fungsinya dari sekadar sarana penyimpanan dan transfer menjadi instrumen yang memungkinkan pengguna memperoleh pendapatan pasif.

Bersama Morpho, TacBuild dan Re7Labs, TON Wallet meluncurkan strategi DeFi lanjutan untuk menghasilkan imbal hasil dari BTC, ETH dan USDT.

Imbal hasil yang ditawarkan mencapai hingga 18 persen APY untuk USDT, hingga 3 persen APY untuk ETH, dan hingga 2 persen APY untuk BTC, tergantung pada strategi yang dipilih.

BACA JUGA:  Strawmap Jadi Strategi Vitalik Perkuat Ethereum di Era Quantum

Langkah ini berpotensi meningkatkan daya tarik kepemilikan Bitcoin di kalangan pengguna ritel karena menghadirkan utilitas tambahan dalam satu ekosistem aplikasi pesan instan berskala global.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia