Whale Bitcoin Panen Cuan, US$356 Juta Cair dalam Sehari

Aktivitas pengambilan keuntungan mulai membesar di tengah kenaikan harga Bitcoin. Pada Selasa (22/9/2026), whale Bitcoin tercatat merealisasikan keuntungan sekitar US$356 juta, menjadikannya sebagai aksi profit taking terbesar ketiga yang dilakukan kelompok investor besar tersebut sepanjang tahun ini.

Fenomena itu muncul ketika harga Bitcoin masih berada di atas area psikologis US$80.000. Pada saat bersamaan, kelompok whale jangka pendek masih menyimpan keuntungan yang belum direalisasikan dalam jumlah sangat besar.

Kondisi tersebut membuat kemampuan pasar menyerap Bitcoin yang dilepas investor menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberlanjutan kenaikan harga.

Whale Bitcoin Mulai Panen, Cuan di Atas Kertas Masih Tebal

Analis on-chain Moreno di CryptoQuant mencatat bahwa hampir seluruh keuntungan yang direalisasikan whale Bitcoin pada saat itu berasal dari kelompok whale baru.

Dari total sekitar US$356 juta, investor besar yang tergolong baru menyumbang sekitar US$349 juta, sedangkan whale lama hanya merealisasikan keuntungan sekitar US$6,3 juta.

BTC realized profit whale 24 sep

Data tersebut menunjukkan kelompok investor besar yang masuk lebih belakangan mulai memonetisasi sebagian keuntungan setelah reli Bitcoin. Meski penjualan untuk mengunci keuntungan meningkat, posisi mereka secara keseluruhan masih menyimpan keuntungan belum terealisasi dalam jumlah yang jauh lebih besar.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 4 September 2026: SUI, HIVE, APT, CAKE dan SOL Mulai Unjuk Gigi, Reli Besar di Depan Mata?

Unrealized profit and loss atau keuntungan dan kerugian di atas kertas pada whale jangka pendek tercatat mencapai US$11,28 miliar. Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata 30 harinya yang sebesar US$5,46 miliar dan menjadi angka tertinggi yang terlihat dalam data tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

BTC STH Whale 24 sep

Artinya, meskipun whale Bitcoin sudah mencairkan ratusan juta dolar keuntungan dalam sehari, masih terdapat bantalan cuan besar pada kepemilikan mereka. Kondisi ini sekaligus menciptakan insentif bagi investor tersebut untuk kembali mengambil keuntungan apabila momentum harga mulai kehilangan tenaga.

Moreno menegaskan bahwa peningkatan aktivitas profit taking tersebut belum cukup untuk menyimpulkan Bitcoin telah mendekati puncak siklus.

“Ini tidak memastikan bahwa puncak pasar Bitcoin akan segera terjadi dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana harga merespons apabila realisasi keuntungan terus berlangsung. Jika Bitcoin tetap bertahan kuat ketika whale terus melepas sebagian kepemilikannya, permintaan pasar dapat dinilai masih mampu menyerap pasokan tambahan tersebut.

BACA JUGA:  The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Begini Reaksi Bitcoin dan Pasar Kripto

Sebaliknya, apabila lonjakan realized profit berulang bersamaan dengan kenaikan harga yang mulai terhenti atau koreksi lebih dalam, keseimbangan antara permintaan dan distribusi dapat melemah.

Karena itu, daya tahan reli selanjutnya bergantung pada kemampuan pembeli menyerap tekanan jual saat insentif untuk mengunci keuntungan masih tinggi.

US$80.000 Jadi Benteng, BTC Intip Jalur ke US$110.000

Di sisi teknikal, analis LSTRADER melihat Bitcoin telah mengubah zona US$80.000–US$81.500 dari resistance besar menjadi support. Perubahan tersebut terjadi setelah harga mencatat beberapa penutupan harian di atas area tersebut.

BTC analisis 24 SEP

Pada grafik tiga harian yang diamatinya, BTC berada di sekitar US$86.200, sejalan dengan data terbaru di kisaran US$86.300–US$86.400. Dengan posisi tersebut, fokus pasar kini bergeser dari keberhasilan breakout menuju kemampuan Bitcoin mempertahankan area US$80.000 ketika terjadi pullback.

“Selama kita bertahan di atas US$80.000, target pertama adalah garis putus-putus, kemudian range high di sekitar US$110.000,” ujar LSTRADER.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 13 September 2026: VET, COW, SHIB, UNI dan ETC Beri Sinyal Balik Arah, Mana Paling Menjanjikan?

Garis putus-putus yang dimaksud berada di kisaran US$97.000–US$98.000, sedangkan range high pada grafik terukur lebih tepat di sekitar US$112.476. Namun, sebelum membuka jalan menuju area US$110.000 ke atas, Bitcoin masih perlu melewati US$90.000 dan kemudian menembus zona US$97.000–US$98.000.

Dengan demikian, setup yang diperhatikan LSTRADER tersusun dari kemampuan harga mempertahankan area US$80.000–US$81.500, kemudian menguji US$90.000, berlanjut ke US$97.000–US$98.000, sebelum membuka ruang menuju US$110.000–US$112.500.

Sebaliknya, kehilangan US$80.000 secara meyakinkan dapat mengurangi kekuatan breakout dan kembali membuka peluang konsolidasi yang lebih dalam.

Pergerakan di area tersebut juga menjadi penting ketika pasar sedang menghadapi peningkatan profit taking dari whale Bitcoin, karena ketahanan harga dapat menunjukkan seberapa kuat permintaan menyerap pasokan yang masuk ke pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait