Pergerakan harga Bitcoin saat ini masih berada dalam fase transisi, seiring aktivitas whale Bitcoin yang cenderung menahan diri dan belum melakukan aksi jual maupun akumulasi besar-besaran.
Berdasarkan analisis terbaru PelinayPA di CryptoQuant, indikator Whale Ratio menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dalam struktur sideways hingga sedikit bearish, tanpa sinyal kuat untuk reli besar maupun koreksi tajam.

Whale Ratio merupakan indikator yang mengukur rasio aliran Bitcoin dari whale ke bursa. Indikator ini sering digunakan untuk membaca potensi tekanan jual dari investor besar. Dalam laporannya, PelinayPA menjelaskan bahwa posisi Whale Ratio saat ini berada di atas rata-rata pergerakan 100 hari (SMA 100), tetapi masih dalam batas yang terkendali.
“Data saat ini menunjukkan bahwa whale Bitcoin tidak lagi melakukan penjualan agresif, melainkan memilih distribusi secara bertahap. Pada level seperti sekarang, peluang terjadinya dump besar relatif kecil, tetapi potensi reli kuat juga masih terbatas,” ungkap PelinayPA.
Analisis ini menjadi perhatian pelaku pasar karena aktivitas whale Bitcoin sering menjadi indikator awal perubahan tren. Ketika investor besar mulai meningkatkan transaksi di bursa, volatilitas harga biasanya ikut meningkat.
Pola Tiga Fase Pergerakan Harga Bitcoin
Dalam laporannya, PelinayPA memaparkan bahwa hubungan antara Whale Ratio dan harga Bitcoin secara historis membentuk tiga fase utama. Fase pertama terjadi ketika Whale Ratio mulai meningkat, sementara harga masih bergerak kuat atau cenderung mendatar. Pada tahap ini, tekanan jual belum sepenuhnya tercermin di pasar.
Fase kedua muncul ketika Whale Ratio bertahan di level tinggi dalam periode tertentu. Pada kondisi ini, proses distribusi mulai terlihat lebih jelas.
Harga Bitcoin biasanya membentuk puncak lokal sebelum mengalami koreksi tajam. Semakin lama indikator berada di zona tinggi, semakin besar potensi tekanan turun yang menyusul.
Fase ketiga ditandai dengan meningkatnya volatilitas. Pergerakan harga menjadi tidak stabil, disertai koreksi mendadak dan wick panjang. Kondisi tersebut membuat posisi beli menjadi lebih berisiko, terutama bagi trader jangka pendek.
Sebaliknya, saat Whale Ratio berada di level rendah, tekanan jual dari whale Bitcoin relatif minim. Dalam situasi ini, pasar cenderung memasuki fase akumulasi atau membentuk tren naik yang lebih terkendali.
Data historis menunjukkan bahwa periode Whale Ratio rendah sering menjadi fondasi bagi pergerakan bullish berikutnya.
Arah Pasar Masih Ditentukan Whale Ratio
Berdasarkan data terkini, PelinayPA menilai bahwa posisi Whale Ratio saat ini belum menunjukkan sinyal ekstrem. Aktivitas whale Bitcoin terlihat lebih berhati-hati, dengan pola distribusi bertahap dan minim aksi spekulatif besar.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan sikap menunggu dari investor besar di tengah keterlibatan institusi yang masih berlangsung.
“Selama Whale Ratio belum bergerak tajam ke atas atau ke bawah, pasar kemungkinan akan tetap bergerak dalam pola transisi,” ujar PelinayPA.
Ia juga menegaskan bahwa arah pergerakan besar berikutnya sangat bergantung pada bagaimana indikator ini keluar dari zona saat ini. Jika Whale Ratio melonjak signifikan, tekanan jual berpotensi meningkat. Sebaliknya, jika indikator turun mendekati titik terendah, peluang akumulasi dan penguatan harga akan semakin terbuka.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



