Whale Bitcoin Serok 3.000 BTC Saat Harga Bergerak Tenang

Pergerakan besar kembali terjadi di pasar Bitcoin. Data on-chain menunjukkan tiga alamat dompet berukuran besar, alias whale, telah serok sekitar 3.000 BTC dalam kurun waktu kurang dari 12 jam.

Berdasarkan data Lookonchain pada hari Rabu (7/1/2025), nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$280 juta, setara Rp4,65 triliun, dan langsung memicu perhatian pelaku pasar karena skalanya yang tergolong institusional.

Aktivitas ini memperkuat sinyal bahwa whale Bitcoin kembali aktif membangun posisi di tengah kondisi pasar yang relatif tenang.

Whale BTC Bitcoin

IKLAN
Chat via WhatsApp

Ketiga dompet tersebut memiliki pola transaksi yang serupa, baik dari sisi waktu masuknya dana maupun jumlah Bitcoin yang dikumpulkan. Pola ini mengindikasikan kemungkinan kuat bahwa ketiganya dikendalikan oleh satu entitas yang sama.

Selain itu, Bitcoin yang diakumulasi tidak menunjukkan tanda-tanda langsung berpindah kembali ke bursa, yang kerap ditafsirkan sebagai indikasi penyimpanan jangka menengah hingga panjang.

Pergerakan ini terjadi di saat pasar Bitcoin belum menunjukkan euforia ekstrem. Harga bergerak relatif stabil, sementara sentimen pasar masih cenderung berhati-hati.

BACA JUGA:  Kenapa Timothy Ronald Belum Dipanggil Polisi? Ini Penjelasan Skyholic

Dalam kondisi seperti ini, aksi senyap dari whale Bitcoin kerap dipandang sebagai langkah strategis, terutama karena dilakukan tanpa memicu lonjakan harga yang signifikan di pasar terbuka.

Akumulasi Whale Bitcoin Terjadi di Tengah Pasar yang Tenang

Data on-chain memperlihatkan bahwa Bitcoin yang dikumpulkan berasal dari aliran keluar bursa menuju dompet non-exchange. Secara historis, pola tersebut sering dikaitkan dengan akumulasi, karena aset yang dipindahkan ke wallet pribadi cenderung tidak langsung dijual.

Dengan demikian, pasokan Bitcoin yang tersedia di bursa berpotensi berkurang, meskipun dampaknya tidak selalu terasa dalam waktu singkat.

Selain itu, platform analitik blockchain Santiment pada hari Selasa (6/1/2025) mencatat tren akumulasi yang lebih luas di kalangan pemegang besar.

Shark Whale BTC

Sejak 17 Desember, kelompok whale dan shark yang memiliki kepemilikan antara 10 hingga 10.000 BTC secara kolektif telah menambah sekitar 56.227 BTC. Periode tersebut bertepatan dengan fase yang kemudian diidentifikasi sebagai titik dasar lokal pasar kripto.

BACA JUGA:  Data Ini Ungkap Investor Besar Mulai Tinggalkan Bitcoin

Menurut catatan Santiment, meskipun harga Bitcoin sempat bergerak relatif datar setelah fase tersebut, akumulasi yang konsisten dari kelompok pemegang besar menciptakan divergensi bullish. Kondisi ini secara statistik meningkatkan peluang terjadinya pergerakan naik, setidaknya dalam skala terbatas.

Data tersebut menunjukkan bahwa whale Bitcoin tidak hanya aktif dalam satu peristiwa tunggal, tetapi merupakan bagian dari tren yang berlangsung dalam beberapa minggu terakhir.

Dalam konteks ini, akumulasi 3.000 BTC oleh tiga dompet besar memperkuat gambaran bahwa pelaku bermodal besar masih melihat nilai strategis pada level harga saat ini. Aktivitas tersebut juga mencerminkan pendekatan yang hati-hati, dengan pembelian dilakukan secara terukur tanpa menarik perhatian pasar secara berlebihan.

Pola On-Chain dan Implikasi terhadap Dinamika Pasar

Meski akumulasi besar sering dikaitkan dengan potensi penguatan harga, analis menekankan bahwa pergerakan whale Bitcoin tidak selalu berujung pada lonjakan instan. Dalam banyak kasus, akumulasi justru berlangsung dalam fase konsolidasi harga, ketika pasar belum memiliki katalis kuat untuk bergerak tajam ke satu arah.

BACA JUGA:  Nasib Bitcoin Jika Perang Dunia ke-3 Meletus

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua transaksi besar dapat langsung diartikan sebagai pembelian bersih.

Namun, ketiadaan pergerakan lanjutan dari dompet tersebut, serta absennya aliran cepat kembali ke bursa, memperkuat interpretasi bahwa Bitcoin yang dikumpulkan kemungkinan disimpan sebagai bagian dari strategi jangka menengah atau panjang.

Sejumlah analis on-chain kini memantau beberapa indikator lanjutan, termasuk apakah dompet-dompet tersebut akan kembali menambah kepemilikan, serta bagaimana tren cadangan Bitcoin di bursa dalam beberapa pekan ke depan.

Jika cadangan terus menurun seiring berlanjutnya akumulasi oleh whale Bitcoin, maka tekanan jual di pasar spot berpotensi tetap terbatas.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia