Whale Crypto Apes, Rp830 Miliar Hilang karena Salah Swap

Sebuah transaksi besar di Ethereum baru-baru ini mengejutkan komunitas kripto. Seorang whale dilaporkan menukar sekitar US$50 juta USDT, setara lebih dari Rp830 miliar, namun hanya menerima sekitar US$36 ribu dalam bentuk AAVE.

Peristiwa ini dengan cepat menjadi perbincangan di komunitas. Banyak yang menilai kejadian tersebut sebagai kesalahan transaksi besar akibat slippage, tetapi sebagian lainnya justru mempertanyakan apakah ada skenario lain di balik swap yang terlihat sangat tidak wajar.

Kronologi Swap Rp830 Miliar yang Berakhir Tragis

Insiden tersebut bermula dari sebuah wallet crypto baru yang sekitar 20 hari sebelumnya menerima US$50,4 juta USDT dari Binance. Tak lama setelah itu, wallet tersebut melakukan swap besar untuk membeli token AAVE di jaringan Ethereum.

Transaksi dilakukan melalui CoW Protocol dengan rute likuiditas lewat Sushiswap. Namun, alih-alih mendapatkan AAVE senilai puluhan juta dolar, whale tersebut justru hanya menerima sekitar 324 hingga 327 AAVE, dengan nilai total sekitar US$36 ribu.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Muhammadiyah Kaji Ulang Hukum Investasi Kripto

Jika dihitung, harga yang dibayar oleh whale crypto tersebut menjadi sangat tidak masuk akal, yakni sekitar US$154 ribu per AAVE. Angka tersebut jauh di atas harga pasar normal.

Sebagai gambaran sederhana, situasinya mirip seperti seseorang mencoba membeli aset kripto senilai US$1.000, tetapi yang diterima justru saham dengan nilai bahkan tidak sampai US$1.

Proses Swap Whale Crypto - Etherscan
Proses Swap Whale Crypto – Etherscan

Pendiri Aave, Stani Kulechov, menjelaskan bahwa sistem sebenarnya sudah memberikan peringatan sebelum transaksi tersebut diproses.

“Mengingat ukuran order tunggal yang sangat besar, antarmuka Aave memberikan peringatan kepada pengguna tentang slippage yang sangat tinggi dan meminta konfirmasi,” tulisnya di X, Jumat (13/03/2026).

Menurutnya, meskipun muncul pop-up peringatan tersebut, pengguna tetap melanjutkan transaksi setelah mencentang kotak konfirmasi yang menyatakan bahwa mereka memahami risiko slippage tinggi.

Tak lama setelah swap tersebut terjadi, sebuah MEV bot langsung memanfaatkan kondisi pool likuiditas yang tidak seimbang dalam blok yang sama.

Bot tersebut dilaporkan melakukan flash loan sekitar US$29 juta WETH dari Morpho, kemudian membeli AAVE di tempat lain dengan harga pasar normal. Token tersebut lalu dijual ke pool Sushiswap yang baru saja menerima swap besar tadi.

BACA JUGA:  Bitcoin Hadapi Tekanan Baru Saat Whale Ubah Posisi

Setelah transaksi selesai, bot tersebut berhasil mengantongi keuntungan sekitar US$9,9 juta, sebelum akhirnya melunasi pinjaman flash loan yang digunakan.

Meski mekanisme seperti ini umum terjadi di DeFi, sebagian pengamat menilai transaksi itu terlalu janggal untuk sekadar dianggap sebagai kesalahan. Bahkan, ada yang menduga skenario tersebut berkaitan dengan teknik pencucian uang melalui MEV.

“Tidak ada yang secara tidak sengaja menukar US$50 juta ke pool dengan likuiditas hanya US$36 ribu,” tulis akun X bernama Vadim, Jumat (13/03/2026).

Likuiditas Jadi Pelajaran Penting di DeFi

Menanggapi kejadian ini, tim Aave menyatakan simpati kepada pengguna yang mengalami kerugian besar tersebut. Mereka juga berencana mengembalikan sekitar US$600 ribu biaya transaksi yang terkumpul dari swap tersebut.

Stani menambahkan bahwa DeFi dirancang agar tetap terbuka dan tanpa izin, sehingga siapa pun dapat bertransaksi secara bebas. Namun, menurutnya, industri juga perlu membangun perlindungan tambahan untuk meminimalkan kejadian seperti ini.

BACA JUGA:  Trump Usulkan Ketua The Fed Pro-Bitcoin untuk Gantikan Powell

Komentar serupa juga datang dari mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), yang menyoroti pentingnya likuiditas dalam ekosistem DeFi.

“Sedih melihat ini. Likuiditas adalah perlindungan terbaik bagi pengguna,” tulisnya di X, Jumat (13/03/2026).

Memahami Likuiditas Crypto dan Dampaknya untuk Investor Pemula

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di dunia DeFi, transaksi tanpa memperhatikan likuiditas dan slippage dapat berujung pada kerugian besar. Dalam hitungan detik, nilai puluhan juta dolar bisa menyusut drastis menjadi hanya sebagian kecilnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait