Whale Crypto Kena Scam, Rp100 Juta Raib!

Penipuan di Industri kripto menjadi salah satu hal yang sangat umum ditemui dan korbannya tidak memandang siapapun, tidak hanya pemula bahkan sekelas whale crypto yang sudah berpengalaman juga bisa menjadi korban.

Rp100 Juta Berhasil Digondol Scammer Crypto

Seorang warganet di X dengan akun bernama Squiggly Hair Shanks mengungkapkan pada Minggu (07/12/2025) bahwa seorang temannya menjadi korban penipuan dan kehilangan sekitar Rp100 juta.

“Seorang teman saya menjadi korban social engineering dan tanpa sadar dirinya mengirim US$6.612,532 dalam USDT ke alamat wallet milik penipu,” tulisnya. 

Nampaknya korban tertipu melalui tawaran investasi atau skema tertentu yang dibuat sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan, memanfaatkan kepercayaan dan ketidaktahuan korban.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Setelah menerima aset tersebut, scammer memindahkannya ke salah satu crypto exchange ternama, Bitget, dengan beberapa transaksi mulai dari US$2.000 hingga US$2.612 dalam bentuk USDT.

BACA JUGA:  Sindikat E-Tilang Palsu Terbongkar, Operatornya Dibayar Pakai Kripto
Aset Whale Crypto yang Dicuri oleh Scammer - Etherscan
Aset Whale Crypto yang Dicuri oleh Scammer – Etherscan

Modus penipuan ini diduga bukan kasus pertama. Menurut pengamatan salah satu warganet, nsa.eth, sebelumnya ada korban yang tertipu dengan skema serupa, memanfaatkan exchange terkenal dan dashboard palsu untuk menipu. 

Penipu juga kerap menggunakan smart-contract dan aset digital palsu untuk menampilkan transaksi seolah berhasil, sambil meminta sejumlah uang tambahan agar transaksi yang “macet” bisa diproses.

Jangan Lengah dan Selalu Waspada!

Sifat dasar kripto yang terdesentralisasi dan bebas memang memberi kebebasan, tapi juga bisa menjadi pisau bermata dua. Kasus penipuan besar pernah terjadi, dan cara terjadinya bisa sangat mengejutkan.

Dalam sebuah tweet yang diunggah Rune pada Jumat (05/12/2025), ia menceritakan seseorang kehilangan US$27.000.000 hanya karena satu klik. Korban bukan diretas secara tradisional, melainkan terjebak melalui link phishing.

Awalnya, korban mencoba mengabaikan ancaman, tapi rasa penasaran membuatnya terus berinteraksi dengan scammer. Ia bahkan sempat membayar scammer untuk memeriksa beberapa transaksi lama dan perlahan mulai percaya.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Ini Jual 5.000 BTC, Bagaimana Pasar Bereaksi?

Selama beberapa hari, scammer mengirim link yang tampak aman dan berisi informasi “valid”. Korban merasa aman hingga akhirnya membuka satu link phishing yang terlihat asli, yang mengeksekusi kode tanpa popup dan menguras aset korban.

“Ponsel itu adalah signer multisig dengan metadata Telegram dan itulah yang dibutuhkan scammer, US$27.000.000 hilang hanya dari satu klik, bukan karena bodoh, tapi karena merasa tak terkalahkan dan lengah,” tegasnya. 

Aset Korban yang Dicuri oleh Pelaku Phishing - Rune
Aset Korban yang Dicuri oleh Pelaku Phishing – Rune

Kasus ini menunjukkan bahwa orang kehilangan uang di kripto tidak selalu karena diretas menggunakan teknik yang rumit, tapi karena lengah dan merasa aman. Tidak ada yang salah dengan pengalaman, tetapi paranoia dan kewaspadaan tetap menjadi pertahanan terbaik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia