Pergerakan whale XRP dan investor ritel menunjukkan arah yang berbeda di tengah fase koreksi yang masih membayangi pasar.
Analisis terbaru dari analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant mengindikasikan bahwa investor besar cenderung menarik XRP dari bursa untuk disimpan dalam jangka panjang, sementara sebagian pelaku pasar ritel masih melakukan penjualan yang menekan harga.
Kondisi tersebut terjadi ketika XRP diperdagangkan di kisaran US$1,23, setara Rp21.863 pada perdagangan terbaru. Dalam 24 jam terakhir, aset tersebut mencatat kenaikan sekitar 9,13 persen.
Aktivitas pasar juga meningkat pesat, dengan volume perdagangan spot yang melonjak lebih dari 116 persen menjadi sekitar US$1,92 miliar, menandakan minat pasar yang kembali tumbuh setelah beberapa pekan tekanan jual.
Cadangan Bursa Menyusut, Whale XRP Diduga Sibuk Serok
Dalam analisisnya, PelinayPA menyoroti metrik Exchange Reserve yang mengukur jumlah XRP yang tersimpan di dompet Binance. Karena Binance menjadi salah satu platform yang banyak digunakan institusi dan investor besar, perubahan cadangan aset di bursa tersebut kerap dipandang sebagai indikator penting untuk membaca perilaku pasar.

Data menunjukkan cadangan XRP di Binance turun dari sekitar 2,8 miliar XRP menjadi 2,69 miliar XRP dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini mengindikasikan bahwa semakin banyak aset yang ditarik dari bursa, sehingga potensi tekanan jual ikut berkurang.
Menurut PelinayPA, penurunan cadangan tersebut justru terjadi bersamaan dengan melemahnya harga XRP. Situasi itu dinilai mengindikasikan bahwa whale XRP kemungkinan sedang sibuk serok alias melakukan akumulasi, ketika investor ritel masih memilih menjual kepemilikannya.
“Sebagian besar investor tampaknya masih berada dalam mode menunggu dan melihat perkembangan pasar,” ungkap PelinayPA.
Pandangan tersebut diperkuat oleh data pasar derivatif. Berdasarkan data CoinGlass, volume perdagangan derivatif XRP melonjak sekitar 100,88 persen menjadi US$2,49 miliar, sementara open interest meningkat 9,88 persen menjadi US$2,70 miliar.
Meski demikian, PelinayPA mencatat bahwa likuidasi posisi long maupun short justru menurun hebat dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi itu menunjukkan sebagian besar posisi leverage telah tersapu dari pasar. Akibatnya, tekanan penurunan harga belakangan ini lebih banyak dipicu oleh aktivitas jual beli di pasar spot dibandingkan spekulasi derivatif.
Selain itu, indikator Money Flow Index (MFI) XRP berada di sekitar level 43, yang menunjukkan pasar belum memasuki kondisi overbought (jenuh beli) maupun oversold (jenuh jual). Dengan kata lain, sentimen investor masih relatif netral dan belum menunjukkan dominasi optimisme atau ketakutan ekstrem.
Pelaku pasar kini memperhatikan apakah tren penurunan cadangan bursa akan terus berlanjut. Jika permintaan beli mulai melampaui tekanan jual, akumulasi yang dilakukan whale XRP berpotensi menjadi fondasi bagi pemulihan harga yang lebih kuat.
Area yang Pernah Picu Reli Besar Kembali Jadi Medan Pertempuran
Di tengah perbedaan sikap antara whale XRP dan investor ritel, analis teknikal kripto Mikybull melihat XRP sedang menguji area teknikal yang sangat penting dari perspektif jangka panjang.

Dalam grafik bulanan yang dibagikannya, XRP mendekati kombinasi support utama berupa garis tren naik multi-tahun yang telah bertahan sejak 2017 dan level Fibonacci 0,618. Kawasan tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi titik pantul yang memicu fase kenaikan baru sehingga kembali dipandang sebagai zona akumulasi strategis.
Menurut Mikybull, area Fibonacci 0,618 di kisaran US$0,80 hingga US$1,00 menjadi level yang perlu dipertahankan pembeli. Selama harga masih bertahan di atas garis tren naik jangka panjang tersebut, struktur bullish XRP dinilai belum mengalami kerusakan berarti.
Ia menilai fase koreksi saat ini dapat menjadi jeda sementara sebelum muncul dorongan kenaikan berikutnya. Jika support historis tersebut mampu bertahan, XRP berpeluang kembali membangun momentum menuju area resistance utama di atas US$2.
Dalam proyeksi yang lebih panjang, Mikybull memetakan potensi kenaikan menuju sekitar US$5 per koin. Karena itu, perhatian pasar saat ini tertuju pada dua hal sekaligus, yakni apakah whale XRP benar-benar melanjutkan akumulasi dan apakah support jangka panjang yang menjadi fondasi tren naik XRP selama bertahun-tahun mampu terus dipertahankan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


