Persetujuan XRP ETF yang diharapkan dapat mengangkat optimisme pasar ternyata belum mampu menghentikan tekanan jual terhadap XRP.
Berdasarkan analisis on-chain terbaru dari analis PelinayPA di CryptoQuant, arus masuk besar-besaran XRP ke bursa masih terus terjadi, terutama dari kelompok kepemilikan besar atau whale, sehingga memicu tekanan suplai yang menekan harga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa narasi XRP ETF belum berjalan sesuai ekspektasi pasar dan justru dimanfaatkan oleh pelaku besar untuk menyediakan likuiditas penjualan.
PelinayPA menjelaskan bahwa pergerakan ini terdeteksi melalui Binance Inflow-Value Band, di mana aliran masuk terbesar berasal dari kelompok kepemilikan 100.000–1 juta XRP serta lebih dari 1 juta XRP.

Ini mengindikasikan bahwa bukan investor ritel yang aktif, melainkan entitas berkantong besar. Dalam tren on-chain, pengiriman dana ke bursa umumnya merupakan langkah untuk menjual.
“Whale sudah bertindak lebih dulu dan XRP yang dikumpulkan saat narasi ETF memanas dipindahkan ke bursa untuk dijadikan likuiditas jual,” ungkap PelinayPA.
Tekanan Jual Masih Kuat Meski XRP ETF Disetujui
Berdasarkan analisis tersebut, setiap lonjakan inflow atau arus masuk ke Binance diikuti pembentukan struktur harga lower high dan lower low, yang menggambarkan pasokan terus mengalahkan permintaan.
Tidak adanya aliran pembelian spot baru yang cukup kuat membuat tekanan ini tidak tertahan. Walaupun whale tidak terlihat melakukan penjualan agresif dalam satu waktu, suplai yang meningkat secara konsisten tetap menekan harga.
Dari sisi teknikal, PelinayPA menilai bahwa support pertama XRP berada pada kisaran US$1,82–US$1,87, yang sebelumnya menjadi area stabilisasi sementara. Namun, jika aliran masuk besar ke bursa berlanjut, harga dinilai berpotensi mundur menuju US$1,50–US$1,66.
Dengan kondisi tersebut, grafik saat ini belum menunjukkan tanda persiapan reli. Setiap kali harga mendekati area sekitar US$1,95, pasar kembali dihadapkan pada tekanan jual yang signifikan.
Secara konsep, XRP ETF diperkirakan mampu mendongkrak minat institusional dan menciptakan dorongan beli berbasis spot. Namun kenyataannya, aliran masuk ke bursa justru meningkat ketika antusiasme terhadap ETF tersebut menguat.
PelinayPA menilai bahwa narasi ETF dimanfaatkan whale untuk melakukan distribusi ke pasar. Dengan kata lain, momentum ETF belum menghasilkan dorongan pembelian kuat sebagaimana diharapkan.
Data ETF Menguat, Sentimen Pasar Tetap Tertekan
Di sisi lain, secara data, kinerja produk ETF sebenarnya mencatat hasil yang positif. Spot XRP ETF dilaporkan membukukan arus masuk setiap hari sejak diluncurkan, dengan total nilai aset bersih mencapai sekitar US$1,14 miliar.
Hal ini menandakan bahwa dari sudut pandang produk, minat institusional tetap ada. Namun, fakta tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan suplai yang dominan di pasar spot.
Selain itu, analis kripto Ali Martinez juga turut memberikan pandangan berbeda melalui indikator teknikal. Menurutnya, indikator TD Sequential menunjukkan bahwa XRP memasuki peluang untuk beli.

Ini berarti secara teknikal terdapat potensi peluang pemulihan harga, meskipun kondisi fundamental on-chain saat ini masih menunjukkan tekanan jual yang kuat.
Dengan demikian, pasar menghadapi dua sinyal berbeda, yakni dorongan positif dari aspek ETF dan indikator teknikal, namun berhadapan dengan realitas aliran pasokan besar dari whale yang terus masuk ke bursa.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



