Sebuah investigasi terbaru mengungkap pola mencurigakan di balik lonjakan perdagangan besar-besaran yang terjadi tepat sebelum pengumuman Trump. Kasus ini kini mengejutkan komunitas, dengan dugaan kuat bahwa sekelompok pelaku dengan akses ke informasi dalam lingkaran Gedung Putih memanfaatkannya untuk meraih keuntungan luar biasa.
Jejak dari Gedung Putih ke Whale Hyperliquid
Menurut laporan yang diunggah oleh Eye di X pada Selasa (14/10/2025), yang mengutip beberapa sumber anonim, kasus ini bermula dari sosok bernama Garret Jin— sosok yang menjadi “pion” atau frontman dari jaringan perdagangan orang dalam berskala besar.
“Titik terlemahnya adalah bahwa kebocoran tersebut tidak mengacu pada Garrett, melainkan pada pemilik atau orang lain. Dia mungkin hanya seorang figur depan, tapi tetap menjadi titik awal,” jelas sumber anonim tersebut.
Sumber yang sama menjelaskan bahwa informasi sensitif yang digunakan untuk membuka posisi menguntungkan di platform Hyperliquid dan kemungkinan berasal dari kelompok orang dalam (insiders) yang telah lama mengeksploitasi kabar rahasia dari lingkaran pemerintahan.
Mereka disebut rutin memanfaatkan rumor serta rencana pengumuman resmi dari Gedung Putih jauh sebelum informasi tersebut disiarkan ke publik, memberikan mereka keunggulan besar dalam mengambil keuntungan.
Informasi tersebut diduga mengalir melalui para ajudan yang memiliki akses langsung ke Presiden AS. Dari jalur ini, data penting diteruskan kepada sekelompok pelaku untuk membuka posisi trading strategis dalam waktu singkat sebelum harga bergerak tajam.
Nama-nama seperti Zach Witkoff dan Chase Herro dari WLFI diduga sebagai tokoh utama yang memimpin operasi tersebut, dengan jaringan yang diyakini mencakup pelaku pasar tingkat tinggi dan pihak yang memiliki koneksi politik kuat.
“Kelompok ini diduga memberikan keuntungan kepada peserta tertentu dengan pemberitahuan jangka pendek untuk memaksimalkan perdagangan sebelum terjadi pergerakan besar. Putra Trump juga disebut terlibat dalam aktivitas ini, meskipun nama yang telah dikonfirmasi sejauh ini adalah Witkoff dan Herro,” tulis Eye.
Riwayat Buruk Pendiri WLFI Terungkap, Komunitas Kripto Waspada
Ancaman, Misteri, dan Langkah Terakhir Sang Investigator
Penelusuran ini menjadi sorotan besar, terutama setelah beberapa transaksi di Hyperliquid tercatat tepat sebelum pengumuman politik penting dari Trump. Kejadian ini memunculkan dugaan kuat adanya keterkaitan antara “whale” dan jaringan orang dalam yang bergerak dengan kecepatan serta akurasi luar biasa dalam membaca arah pasar.
Namun, investigasi terkait dugaan insider trading antara pihak eksternal dan Gedung Putih mendadak terhenti. Eye menulis bahwa ia memutuskan menghentikan penyelidikan tersebut demi menjaga keamanan pribadinya.
“Untuk alasan keamanan, ini akan menjadi postingan terakhir terkait topik ini. Saya menyerahkan kepada publik dan jurnalis lain untuk melanjutkan penyelidikan. Saya sudah terlalu dalam masuk ke lubang kelinci ini, dan tidak merasa aman untuk terus melangkah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menambah lapisan misteri baru pada kisah ini. Kasus yang awalnya tampak sederhana kini berpotensi mengungkap bagaimana informasi rahasia di lingkar kekuasaan bisa mengguncang pasar hanya dalam waktu singkat.
Dengan langkah terakhir sang investigator, cerita ini tetap menggantung — meninggalkan publik dan komunitas kripto dengan pertanyaan besar: siapa yang benar-benar berada di balik layar, dan seberapa jauh pengaruh mereka? [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



