Whale Lagi Kalap Beli, Begini Gambaran Harga Bitcoin Terbaru

Kelangkaan Bitcoin di bursa kripto terbesar dunia, Binance, menunjukkan tren mengkhawatirkan di sepanjang Oktober 2025.

Data dari analis on-chain Arab Chain yang dirilis di CryptoQuant mencatat bahwa Bitcoin Scarcity Index melonjak tajam hingga melebihi angka 9 pada akhir bulan, menandakan penurunan drastis dalam jumlah Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan.

Indeks tersebut mengukur seberapa besar penurunan pasokan Bitcoin yang tersedia di bursa, dan bukan pergerakan permintaan secara langsung. Namun, lonjakan indeks ini biasanya menjadi indikator bahwa whale dan investor besar tengah mengakumulasi aset secara agresif, mengurangi pasokan yang beredar.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Kenaikan indeks kelangkaan ini menandakan bahwa fase akumulasi tengah berlangsung secara aktif oleh pelaku pasar besar,” ujar Arab Chain.

Kondisi ini dinilai sebagai sinyal positif jangka menengah bagi harga Bitcoin terbaru, meskipun volatilitas jangka pendek tetap menjadi faktor yang harus diperhitungkan.

BACA JUGA:  Gebrakan Baru! Visa dan Tempo Luncurkan Sistem Pembayaran AI

Menurut Arab Chain, akumulasi besar-besaran ini menunjukkan bahwa pembeli bersiap menghadapi potensi kenaikan harga lebih lanjut.

Pasar Masih Bullish Meski Minim Respons terhadap Sentimen Positif

Sementara itu, analis BitBull menyatakan bahwa Bitcoin masih diperdagangkan dalam bullish channel, namun pasar menunjukkan sikap enggan merespons kabar positif yang muncul belakangan ini.

“Alasannya adalah karena risiko koreksi masih tinggi dan banyak pelaku pasar memilih menunggu,” ujarnya.

Menurut BitBull, ketidakpastian ini sering kali muncul ketika tekanan jual potensial masih membayangi, meskipun fundamental makro dan pasar saham terlihat kuat. Ia tetap optimis bahwa kondisi ini hanya bersifat sementara.

“Pasar saham masih terlihat baik dan Bitcoin pada akhirnya akan mengejar ketertinggalannya,” jelasnya.

BitBull bahkan masih melihat peluang Bitcoin untuk menembus US$140.000 dan mencetak tertinggi sepanjang masa (ATH) baru masih terbuka lebar.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini 27 Maret 2026, Rp 1,165 Miliar per BTC

Di sisi lain, analis on-chain Ali Martinez memberikan peringatan bahwa jika harga Bitcoin terbaru turun ke level US$89.854, maka posisi senilai US$53,90 juta akan terkena likuidasi secara otomatis.

Ini menandakan bahwa area tersebut merupakan ambang kritis yang harus dipertahankan oleh pembeli untuk mencegah tekanan jual lanjutan yang dapat mengguncang pasar derivatif.

Arah Harga Bitcoin Terbaru Dipertaruhkan di Tengah Fase Akumulasi

Fenomena penurunan pasokan Bitcoin di Binance menjadi sorotan utama para pelaku pasar. Meskipun kelangkaan Bitcoin dapat menjadi pendorong naiknya harga, para analis sepakat bahwa hal ini harus diiringi oleh lonjakan permintaan riil.

Ketika jumlah pembeli meningkat, terutama dari institusi dan investor baru, maka persaingan terhadap pasokan yang terbatas akan menciptakan tekanan beli yang signifikan.

Menurut Arab Chain, lonjakan Scarcity Index di Binance kemungkinan juga dipicu oleh masuknya aliran modal secara mendadak ke pasar kripto. Namun, ia menegaskan bahwa tanpa adanya permintaan baru yang nyata, kelangkaan saja tidak cukup untuk mengangkat harga ke level berikutnya.

BACA JUGA:  Hyperliquid Mau Masuk Wall Street, Grayscale Siapkan HYPE ETF

Meski begitu, para pengamat menilai tren akumulasi ini sebagai cerminan keyakinan investor besar terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Jika tren akumulasi ini terus berlanjut di tengah kondisi pasar global yang kondusif, maka harga Bitcoin terbaru berpotensi kembali menanjak menuju target jangka menengah yang lebih tinggi.

Dengan kombinasi analisis on-chain, tekanan likuidasi yang mengintai dan prospek teknikal bullish, pasar kini tengah menantikan konfirmasi arah selanjutnya dari Bitcoin.

Semua mata tertuju pada apakah pasokan yang menipis ini akan menjadi bahan bakar baru bagi pergerakan harga yang eksplosif, atau justru memicu volatilitas lebih lanjut jika permintaan gagal menyusul. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait