Chainlink (LINK), salah satu altcoin unggulan di pasar kripto, menunjukkan aktivitas menarik dalam beberapa pekan terakhir. Data on-chain terbaru mengungkap bahwa meskipun harga LINK tengah mengalami tekanan, whale justru semakin agresif melakukan akumulasi — menandakan potensi terjadinya rally dalam waktu dekat.
Akumulasi LINK oleh Whale Naik 28 Persen dalam Setahun
Berdasarkan data on-chain yang diunggah oleh Santiment pada Kamis (23/10/2025), jumlah akumulasi Chainlink (LINK) oleh whale dan shark dengan kepemilikan antara 100 ribu hingga 1 juta LINK terus meningkat.
Selama setahun terakhir, kelompok dompet besar tersebut mencatat peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya. Tren akumulasi yang konsisten ini menjadi sinyal positif bagi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-12 tersebut.
“Dalam 12 bulan terakhir, sebanyak 40 juta Chainlink (LINK) telah terakumulasi — naik 28 persen dengan tambahan 103 alamat baru,” jelas mereka.
Tren serupa juga terlihat dalam periode yang lebih pendek. Dalam enam bulan terakhir, crypto whale menambah sekitar 12,9 juta LINK, mencatat kenaikan 7,6 persen dari total kepemilikan mereka.

Sementara dalam tiga bulan terakhir, akumulasi mencapai 8,7 juta LINK atau naik 5 persen, disertai penambahan lima wallet baru. Bahkan dalam satu bulan terakhir, tercatat tambahan 2,8 juta LINK atau 1,6 persen, dengan satu address baru bergabung ke pemegang besar.
Grafik on-chain dari Santiment memperlihatkan pola menarik — penurunan aktivitas pada akhir September yang diikuti lonjakan sejak pertengahan Oktober. Pola ini mencerminkan transisi dari fase distribusi menuju akumulasi, di mana investor besar kembali mengumpulkan LINK.
Secara historis, peningkatan kepemilikan oleh whale seperti ini kerap menjadi sinyal bullish yang cukup kuat. Jika tren akumulasi berlanjut, LINK berpotensi menguat lebih jauh seiring menurunnya tekanan jual dari investor besar dan meningkatnya minat institusional.
LINK Masuk Fase Konsolidasi, Peluang Akumulasi?
Akumulasi LINK oleh whale bertepatan dengan fase konsolidasi. Dalam sebulan terakhir, harga Chainlink turun 20 persen dan membentuk area konsolidasi di kisaran US$16,6-US$17,3. Zona ini kini menjadi Potential Reversal Zone (PRZ) — area penting di mana pembeli mulai kembali aktif setelah tekanan jual yang cukup kuat.
Menurut analisis yang dibagikan oleh CobraVanguard pada Rabu (22/10/2025), LINK saat ini berupaya mempertahankan struktur higher low setelah sempat menembus garis tren naik jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas support US$16,6, peluang rebound dinilai masih terbuka lebar. Area ini juga menjadi titik krusial karena sebelumnya berperan sebagai zona pantulan kuat pada pertengahan Oktober.
“Menurut pandangan saya, harga kemungkinan akan turun menuju PRZ (Potential Reversal Zone), dan dari area tersebut, pergerakan naik berpotensi kembali berlanjut,” tulis CobraVanguard.

Secara teknikal, LINK berpotensi bergerak sideways terlebih dulu sebelum melanjutkan tren naik menuju resistance di kisaran US$19,1–US$19,2. Struktur yang terbentuk menyerupai pola re-akumulasi, di mana pasar tengah membangun fondasi sebelum melanjutkan tren bullish.
Jika skenario ini terealisasi, maka fase konsolidasi saat ini bisa menjadi peluang akumulasi menarik bagi ritel — selaras dengan strategi para whale. Selama LINK tidak turun ke bawah US$16,6, Chainlink berpotensi membentuk dasar yang solid sebelum memulai reli berikutnya. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



