Sebuah dompet kripto beralamat 0x6436 kembali menjadi sorotan setelah menarik 79.800 token Hyperliquid (HYPE) senilai sekitar US$6,5 juta, setara Rp115 miliar, dari sejumlah bursa.
Aktivitas tersebut terdeteksi setelah dompet itu tidak menunjukkan pergerakan akumulasi selama sekitar dua bulan. Data on-chain yang dibagikan Lookonchain menunjukkan transaksi terbaru tersebut kembali menempatkan whale HYPE itu dalam radar pelaku pasar.
Penarikan terbaru menambah total HYPE yang telah dikeluarkan dompet 0x6436 dari bursa menjadi sekitar 1,36 juta HYPE, dengan nilai akumulasi dilaporkan mencapai US$95,6 juta. Harga rata-rata penarikan atau akumulasinya berada di sekitar US$70 per koin.
Perpindahan koin dari bursa tidak dengan sendirinya memastikan bahwa aset akan disimpan dalam jangka panjang, tetapi transaksi semacam ini umumnya diperhatikan karena koin tidak lagi berada langsung dalam likuiditas perdagangan bursa.

Dua Bulan Menghilang, Whale HYPE Mendadak Serok Lagi
Aktivitas tersebut bukan transaksi pertama yang dikaitkan dengan alamat 0x6436. Lookonchain sebelumnya telah mengidentifikasi dompet yang sama sebagai salah satu pemegang besar HYPE yang aktif melakukan penarikan dari platform perdagangan.
Sebelum berhenti bergerak selama sekitar dua bulan, alamat itu telah mengumpulkan lebih dari satu juta koin melalui serangkaian transaksi.
Catatan terdahulu menunjukkan dompet tersebut pernah menarik sekitar 88.350 HYPE senilai US$6,41 juta hanya dalam satu jam. Pada saat itu, total penarikannya telah mencapai sekitar 1,23 juta HYPE senilai US$85,34 juta. Transaksi terbaru membawa jumlah tersebut naik menjadi 1,36 juta koin.
Kembalinya whale HYPE itu terjadi ketika pasar juga mencatat pergerakan berbeda dari sejumlah pemegang besar lainnya.
Pada hari yang sama, Lookonchain melaporkan alamat 0x3527 menjual seluruh 301.937 HYPE senilai sekitar US$24,4 juta setelah sebelumnya mengakumulasi token tersebut dengan harga rata-rata sekitar US$63 antara Mei hingga Juli. Dompet itu diperkirakan membukukan keuntungan sekitar US$5,3 juta.
Perbedaan strategi di antara pemegang besar tersebut menggambarkan arus modal yang tidak seragam. Ketika satu alamat kembali memindahkan koin keluar dari bursa, pemegang lain justru merealisasikan keuntungan setelah reli harga HYPE.
Harga HYPE Masuki Price Discovery
Pergerakan whale HYPE berlangsung saat harga Hyperliquid berada dalam fase price discovery setelah mencetak rekor tertinggi baru.
Berdasarkan grafik yang dibagikan analis Crypto King, HYPE diperdagangkan di sekitar US$82,37 setelah menembus puncak sebelumnya. Area rekor lama di kisaran US$76-US$77 telah dilewati, sementara US$84 menjadi zona resistance dan kantong likuiditas terdekat yang perlu ditembus apabila momentum kenaikan berlanjut.

Crypto King memperkirakan reli masih memiliki peluang menghasilkan satu dorongan tambahan menuju area US$90-US$92.
Dengan posisi harga sekitar US$82 dalam grafik yang dianalisis, HYPE membutuhkan kenaikan sekitar 9-12 persen untuk mencapai zona tersebut. Penembusan yang solid di atas US$84 dinilai dapat membuka ruang menuju target lebih tinggi.
Meski demikian, proyeksi analis tidak menggambarkan kenaikan vertikal tanpa koreksi. Setelah mencapai kisaran US$90-US$92, HYPE diperkirakan berpotensi memasuki periode konsolidasi.
Area US$70 menjadi wilayah awal yang perlu diperhatikan apabila koreksi terjadi, sedangkan US$50-US$55 dipetakan sebagai zona penurunan yang lebih dalam.
Skenario pemulihan setelah koreksi berada di sekitar US$65-US$67. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area US$76-US$77 dapat menjadi sinyal bahwa tekanan koreksi muncul lebih cepat.
Coinbase dan Bank Swiss Ikut Buka Jalan untuk HYPE
Aktivitas whale HYPE juga muncul di tengah sejumlah perkembangan yang memperluas penggunaan infrastruktur Hyperliquid. Pada 20 Agustus 2026, Base App milik Coinbase mulai menyediakan perdagangan perpetual futures yang didukung Hyperliquid kepada pengguna yang memenuhi syarat.
Integrasi tersebut mencakup lebih dari 290 pasar, termasuk aset kripto serta kontrak yang berkaitan dengan saham dan komoditas, dengan leverage hingga 50 kali tergantung aset.
Pengguna melakukan transaksi melalui antarmuka Base App, sementara Hyperliquid menangani pencocokan, eksekusi dan penyelesaian perdagangan melalui infrastrukturnya.
Head of Engineering Coinbase Chintan Turakhia menyebut perpetual futures mewakili sekitar 75 persen volume perdagangan kripto dan termasuk fitur yang paling banyak diminta pengguna aktif Base App.
Produk tersebut tidak tersedia bagi pengguna di AS, Inggris, Kanada, serta sejumlah yurisdiksi yang membatasi perdagangan derivatif kripto ber-leverage.
Perkembangan lain datang dari sektor institusional. Pada 13 Agustus 2026, bank kripto Swiss yang diregulasi FINMA, AMINA Bank, resmi menambahkan dukungan perdagangan dan kustodian untuk HYPE.
Langkah tersebut memberi investor profesional dan institusional jalur melalui lembaga keuangan teregulasi untuk menyimpan maupun memperdagangkan token native Hyperliquid.
AMINA menyebut dukungan tersebut berkaitan dengan pertumbuhan Hyperliquid dan meningkatnya kebutuhan investor terhadap standar kustodian dari bank berlisensi.
Bank itu mencatat Hyperliquid memproses sekitar 70 persen volume perpetual futures on-chain di antara platform terdesentralisasi. Dengan kembali aktifnya whale HYPE 0x6436 di tengah reli harga dan perluasan akses institusional, pergerakan koin ini kembali menjadi salah satu aktivitas on-chain yang dipantau pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


