Seorang whale crypto misterius dengan alamat on-chain 0xBC64 tercatat memborong aset senilai sekitar US$13,9 juta saat pasar mengalami koreksi.
Berdasarkan data Lookonchain, aksi pembelian agresif ini berlangsung dalam periode penurunan harga yang terjadi pada awal pekan, ketika sebagian investor memilih mengambil keuntungan dan pasar menunjukkan tekanan jual.
Whale tersebut kemudian memindahkan seluruh aset yang dibeli ke dompet on-chain, mengindikasikan strategi penyimpanan jangka menengah hingga panjang.
Aksi Pembelian Whale Crypto Terbesar Saat Koreksi Pasar
Pembelian terkini yang dilakukan whale crypto tersebut mencakup 10 aset berbeda dalam satu rangkaian transaksi. Data menunjukkan bahwa token terbesar yang diserap adalah 22,7 juta ENA senilai sekitar US$5,92 juta, diikuti 1.898 ETH bernilai US$5,79 juta.
Whale crypto ini juga mengakumulasi 38.614 LINK (US$527 ribu), 74.217 UNI (US$413 ribu), serta aset lain seperti PENDLE, CRV, ONDO, ENS, AAVE dan AERO dengan nilai akumulasi masing-masing berkisar antara US$98 ribu hingga US$323 ribu.
Pembelian dalam jumlah besar ini berlangsung ketika pasar sedang bergerak turun, kondisi yang umumnya dimanfaatkan oleh entitas berkantong besar untuk menambah posisi.
Berdasarkan catatan analis on-chain, whale crypto tersebut langsung memindahkan seluruh token ke dompet pribadi, bukan meninggalkannya di bursa, sebuah langkah yang sering diartikan sebagai sinyal niat untuk menahan aset dalam jangka waktu lebih panjang.
Data juga mengungkap bahwa transaksi besar tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, dompet 0xBC64 telah melakukan pembelian senilai US$35,7 juta yang mencakup delapan aset berbeda, termasuk ETH, LINK, ENA, AAVE, ONDO, UNI, SKY dan LDO.
Setelah penggabungan pembelian lama dan yang terbaru, total portofolio on-chain whale crypto tersebut diperkirakan mencapai US$49,6 juta, menjadikannya salah satu alamat individu yang paling aktif dalam akumulasi aset digital selama fase koreksi.
Komposisi Portofolio dan Dampaknya di Pasar
Jika digabungkan, eksposur terbesar portofolio 0xBC64 saat ini berada pada ETH, yang diperkirakan mencapai lebih dari 32 persen dari total kepemilikan.
Di bawahnya terdapat ENA sekitar 23 persen, LINK sekitar 17 persen, serta AAVE sekitar 10 persen. Sementara itu token lainnya seperti ONDO, PENDLE, CRV, ENS, dan AERO berada di kategori minor tetapi tetap menunjukkan diversifikasi yang konsisten.
Strategi penyebaran aset seperti ini mencerminkan preferensi whale crypto terhadap token berkapitalisasi besar dan aset DeFi yang likuid.
Aksi buy the dip berskala besar juga kerap memengaruhi sentimen pasar, karena pembelian dari satu entitas dalam jumlah signifikan dapat dianggap sebagai tanda keyakinan terhadap prospek jangka panjang aset-aset tersebut.
Selain itu, pemindahan aset ke dompet on-chain mengurangi kemungkinan tekanan jual dalam waktu dekat.
Aksi semacam ini juga memberikan gambaran bagaimana entitas besar memanfaatkan volatilitas pasar untuk membangun posisi, berbeda dengan investor ritel yang cenderung lebih reaktif terhadap pergerakan harga jangka pendek.
Dengan total pembelian mendekati US$14 juta pada kesempatan terbaru dan portofolio yang kini berada di kisaran hampir US$50 juta, whale crypto misterius tersebut menjadi salah satu pemain besar yang paling dipantau dalam beberapa hari terakhir.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



