Arus masuk whale Bitcoin ke bursa Binance melonjak tajam hingga mencapai rata-rata sekitar US$8,3 miliar dalam periode 30 hari.
Menurut analis Arab Chain di CryptoQuant, lonjakan ini menjadi yang tertinggi sejak 2024 dan menandai perubahan signifikan dalam perilaku investor besar Bitcoin, sekaligus memicu perhatian pasar terhadap potensi pergerakan harga berikutnya.

Lonjakan whale Bitcoin ini terjadi ketika harga Bitcoin berada di sekitar US$66.400, jauh di bawah level tertinggi sebelumnya. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa sebagian whale Bitcoin sedang memindahkan aset mereka ke bursa untuk tujuan likuidasi, reposisi, atau strategi perdagangan lainnya.
“Lonjakan tajam dalam rata-rata arus masuk whale Bitcoin ini sering kali terjadi selama fase transisi pasar dan dapat berkorelasi dengan peningkatan volatilitas,” ungkap Arab Chain.
Fenomena ini penting karena whale Bitcoin, yang mengendalikan volume besar aset, memiliki kemampuan untuk memengaruhi likuiditas dan arah harga pasar.
Ketika sejumlah besar Bitcoin dipindahkan ke bursa seperti Binance, ketersediaan pasokan untuk dijual meningkat, yang berpotensi menambah tekanan jual dalam jangka pendek.
Perubahan Perilaku Whale dan Investor Kecil Mulai Terlihat
Data tambahan dari Santiment menunjukkan adanya perbedaan perilaku mencolok antara whale Bitcoin dan investor kecil.
Sejak puncak harga pada Oktober 2025, dompet whale yang memegang antara 10 hingga 10.000 Bitcoin telah mengurangi kepemilikan mereka sekitar 0,8 persen. Sebaliknya, investor ritel kecil dengan kepemilikan kurang dari 0,1 Bitcoin justru meningkatkan akumulasi mereka sekitar 2,5 persen dalam periode yang sama.

Perbedaan arah ini mencerminkan dinamika distribusi dan akumulasi yang sering terjadi dalam siklus pasar Bitcoin. Penurunan kepemilikan oleh whale Bitcoin dapat menunjukkan fase distribusi atau reposisi modal, sementara peningkatan akumulasi oleh investor kecil mencerminkan kepercayaan jangka panjang terhadap aset tersebut.
Namun, Santiment mencatat bahwa reli besar biasanya membutuhkan dukungan dari pemegang modal besar, sehingga absennya akumulasi oleh whale Bitcoin dapat membatasi potensi kenaikan dalam jangka pendek.
Arab Chain juga mencatat bahwa lonjakan whale Bitcoin ke Binance terjadi setelah periode stabilitas relatif dalam aktivitas whale. Perubahan mendadak ini memperkuat indikasi adanya pergeseran sentimen di kalangan investor besar, yang dapat memicu fase volatilitas baru di pasar.
Zona Support Kunci Bitcoin Masih Bertahan di Tengah Tekanan
Di sisi teknikal, analis Ted mencatat bahwa Bitcoin baru-baru ini berhasil memantul dari zona support penting di kisaran US$65.000 hingga US$66.000. Selama level ini mampu dipertahankan, ia menilai bahwa Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan menuju kisaran target US$73.000 hingga US$74.000 dalam waktu mendatang.

Namun, peningkatan arus masuk whale Bitcoin ke bursa tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Jika arus masuk whale terus meningkat, maka jumlah aset yang tersedia untuk dijual akan bertambah, yang dapat menahan momentum kenaikan harga atau bahkan memicu tekanan turun sementara.
Sebaliknya, jika aktivitas whale Bitcoin mulai menurun, kondisi tersebut dapat menandakan berakhirnya fase distribusi dan membuka peluang bagi pemulihan harga yang lebih stabil.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



