Whale Serok Rp1,82 Triliun Dogecoin di Tengah Sentimen Bearish

Dalam sebuah pergerakan tiba-tiba yang menarik perhatian komunitas kripto, para investor besar, yang sering disebut sebagai whale, telah mengakumulasi Dogecoin (DOGE) senilai triliunan rupiah dalam beberapa hari. Akumulasi ini terjadi saat sentimen pasar terhadap Dogecoin mencapai titik terendah pada tahun 2024.

Akumulasi Besar Dogecoin oleh Whale 

Ali Martinez, seorang analis kripto terkenal, membagikan perkembangan ini kepada 63.100 pengikutnya di platform X. Menurut Martinez, para whale telah memperoleh 700 juta DOGE, yang setara dengan sekitar US$112 juta, setara Rp1,82 triliun, hanya dalam rentang waktu 72 jam.

Data ini berasal dari platform analitik Santiment dan menyoroti pergerakan signifikan dalam kepemilikan Dogecoin oleh para investor besar ini.

Martinez menunjukkan bahwa akumulasi ini terjadi saat sentimen terhadap Dogecoin sangat bearish, mirip dengan level yang terlihat awal tahun ini.

“Sentimen pasar terhadap Dogecoin seburuk awal Februari, tepat sebelum DOGE meroket 200 persen!” ujarnya, dilansir dari Dailyhodl.

Dogecoin

Konteks historis ini menunjukkan bahwa periode sentimen negatif sebelumnya telah mendahului lonjakan harga yang substansial untuk Dogecoin.

Pada bulan Februari, Dogecoin mengalami lonjakan luar biasa, meningkat dari US$0,077 pada awal bulan menjadi US$0,228 pada 28 Maret. Saat artikel ini ditulis, Dogecoin diperdagangkan pada harga US$0,159, mencerminkan sifat volatil dari kripto ini dan potensi pergerakan harga yang signifikan.

Perbandingan dengan Shiba Inu dan Ethereum

Martinez juga memberikan wawasan tentang pergerakan rival Dogecoin, Shiba Inu (SHIB), dan platform kontrak pintar terkemuka, Ethereum (ETH). Dia mengungkapkan bahwa bursa kripto baru-baru ini melihat lonjakan besar dalam jumlah token SHIB.

“… Lebih dari empat triliun SHIB telah dikirim ke bursa kripto dalam dua minggu terakhir, senilai sekitar US$103 juta!” tambahnya.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa pemegang SHIB mungkin sedang bersiap untuk menjual atau memposisikan ulang kepemilikan mereka sebagai respons terhadap kondisi pasar.

Di sisi Ethereum, Martinez mengamati peningkatan jumlah dompet whale besar. Dompet-dompet ini, yang memegang jumlah ETH yang signifikan, mengindikasikan bahwa para investor besar sedang mengakumulasi atau mempertahankan posisi mereka dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait