Pergerakan besar investor bermodal besar atau whale Shiba Inu kembali mengguncang pasar. Sejak 5 Desember, tercatat sekitar 80 triliun SHIB keluar dari berbagai bursa kripto, menyebabkan saldo token Shiba Inu di bursa turun tajam dari 370,3 triliun menjadi 290,3 triliun SHIB.
Data ini menunjukkan adanya pengurangan pasokan likuiditas yang signifikan di pasar spot, sekaligus mengindikasikan meningkatnya kontrol whale Shiba Inu terhadap ketersediaan token di bursa.

Berdasarkan laporan TK Research Trading pada hari Senin (12/1/2026), dalam periode 60 hari terakhir, sejumlah dompet baru teridentifikasi menarik sekitar 80 triliun SHIB dari bursa terpusat (CEX) seperti Coinbase.
Penarikan tersebut dilakukan pada kisaran harga US$0,0000085, yang saat itu setara dengan sekitar 28 persen dari total saldo SHIB di bursa. Skala akumulasi ini mencerminkan aktivitas besar dari whale Shiba Inu yang berpotensi memengaruhi struktur likuiditas pasar.
Pengurangan pasokan di bursa umumnya diasosiasikan dengan menurunnya tekanan jual dalam jangka pendek. Ketika lebih banyak token dipindahkan ke dompet pribadi, ketersediaan SHIB untuk diperdagangkan di pasar terbuka menjadi lebih terbatas.
Dalam kondisi seperti ini, setiap lonjakan permintaan berpotensi mendorong volatilitas harga yang lebih tinggi.
Meski demikian, data on-chain juga menunjukkan bahwa arus pergerakan SHIB tidak sepenuhnya satu arah. Dalam beberapa periode, tercatat pula puluhan triliun SHIB masuk kembali ke bursa, yang biasanya diinterpretasikan sebagai potensi persiapan distribusi atau realisasi keuntungan.
Pola ini mengindikasikan bahwa strategi whale Shiba Inu tidak hanya berfokus pada akumulasi, tetapi juga mencakup manajemen posisi yang dinamis.
Aktivitas ini turut tercermin dalam lonjakan transaksi bernilai besar. Sejumlah transfer dengan nilai ratusan ribu hingga jutaan dolar AS terpantau meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Intensitas transaksi besar tersebut menandakan bahwa pemain bermodal besar tengah aktif mengatur ulang eksposur mereka terhadap Shiba Inu.
Namun, meskipun terjadi pengurangan likuiditas di bursa, pergerakan harga SHIB belum menunjukkan penguatan yang konsisten. Token ini masih bergerak dalam rentang terbatas dan belum menembus level resistance teknikal utama.
Hal ini menunjukkan bahwa akumulasi oleh whale Shiba Inu belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi dorongan harga yang signifikan di pasar.
Likuiditas Menyusut, Kendali Whale Meningkat
Penurunan saldo SHIB di bursa dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat memperlihatkan perubahan besar dalam distribusi pasokan.
Dengan sekitar 80 triliun SHIB meninggalkan bursa, likuiditas yang tersedia untuk perdagangan publik menjadi lebih sempit. Dalam struktur pasar seperti ini, pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap transaksi berskala besar.

Kondisi tersebut memperkuat posisi whale Shiba Inu dalam memengaruhi dinamika pasar. Ketika sebagian besar pasokan berada di tangan segelintir pemilik besar, fluktuasi harga dapat dipicu oleh keputusan mereka untuk menahan, memindahkan, atau melepas aset.
Dalam situasi ini, investor ritel cenderung lebih rentan terhadap perubahan arah pasar yang terjadi secara tiba-tiba.
Data juga menunjukkan bahwa sebagian besar penarikan SHIB berasal dari dompet baru, bukan hanya dari alamat lama yang sudah dikenal sebagai pemegang besar. Fenomena ini mengindikasikan masuknya pemain baru bermodal besar ke dalam ekosistem Shiba Inu.
Dengan akumulasi mencapai 82 triliun SHIB dalam 60 hari, kelompok ini secara kolektif menguasai porsi signifikan dari pasokan yang sebelumnya tersedia di bursa.
Meski demikian, masuknya kembali SHIB ke bursa dalam jumlah besar pada waktu-waktu tertentu menandakan bahwa tidak semua whale Shiba Inu memiliki pandangan jangka panjang yang sama.
Sebagian tampaknya memanfaatkan momentum pasar untuk melakukan distribusi atau mengambil keuntungan, terutama ketika terjadi lonjakan volume perdagangan.
Pergerakan bolak-balik antara penarikan dan penyetoran ini menciptakan dinamika likuiditas yang kompleks. Di satu sisi, pasokan yang menyusut bisa menekan ketersediaan token. Di sisi lain, arus masuk mendadak ke exchange berpotensi memicu tekanan jual dalam jangka pendek.
Sentimen Pasar Terbelah di Tengah Dominasi Whale Shiba Inu
Dominasi whale Shiba Inu dalam pergerakan pasokan turut memengaruhi sentimen pasar. Bagi sebagian pelaku, pengurangan saldo di bursa dipandang sebagai sinyal akumulasi dan potensi penguatan harga di masa depan.
Namun, bagi pihak lain, arus masuk SHIB ke bursa justru menimbulkan kekhawatiran akan adanya tekanan jual lanjutan.
Dalam beberapa pekan terakhir, volume transaksi besar meningkat, tetapi harga SHIB masih bergerak dalam kisaran sempit. Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya merespons perubahan struktur pasokan tersebut.
Investor ritel cenderung menunggu konfirmasi arah pergerakan sebelum meningkatkan eksposur mereka.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



