Arus transfer besar aset XRP dari dompet whale ke bursa Binance tercatat turun ke level terendah sejak 2021. Data on-chain dari XRP Ledger yang dianalisis oleh Arab Chain di CryptoQuant pada Kamis (15/1/2026), menunjukkan bahwa indikator Whale Transfer Flow (30DMA) sempat jatuh ke angka 48 juta XRP, sebelum sedikit meningkat ke 56,1 juta XRP.
Kedua angka tersebut mencerminkan penurunan signifikan dalam aktivitas pengiriman XRP dari dompet besar ke bursa, yang biasanya dikaitkan dengan niat jual para investor institusional atau pemegang besar.

Whale Transfer Flow (30DMA) mengukur rata-rata volume transfer besar dari dompet utama ke exchange dalam 30 hari terakhir.
Secara historis, lonjakan indikator ini sering menandakan peningkatan tekanan jual, karena whale memindahkan aset ke bursa untuk likuidasi. Sebaliknya, penurunan tajam hingga level terendah dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan berkurangnya minat untuk menjual di kalangan whale XRP.
Arab Chain menjelaskan bahwa kondisi ini mencerminkan perubahan perilaku pelaku besar di pasar.
“Saat aliran whale ke Binance turun ke level terendah sejak 2021, ini menunjukkan bahwa para pemegang besar tidak sedang bersiap untuk menjual XRP mereka,” ujar Arab Chain.
Ia menambahkan bahwa, penurunan arus masuk ini biasanya terjadi ketika investor besar memilih menahan aset atau melakukan akumulasi.
Penurunan aktivitas whale tersebut terjadi di tengah harga XRP yang relatif stabil di kisaran US$2,15. Stabilitas harga ini memperkuat indikasi bahwa minimnya pengiriman ke bursa bukan disebabkan oleh kepanikan pasar, melainkan oleh keputusan strategis untuk menahan aset.
Dengan berkurangnya pasokan XRP di bursa, tekanan jual jangka pendek juga cenderung mereda.
Arus Whale XRP Terendah Sejak 2021
Menurut data on-chain, level arus masuk whale saat ini merupakan yang terendah dalam lebih dari tiga tahun. Pada 2021, kondisi serupa pernah terjadi menjelang fase kenaikan harga yang kuat, ketika pasokan XRP di bursa terbatas sementara permintaan mulai meningkat.
Pola tersebut kini kembali terlihat, dengan suplai yang lebih ketat di bursa dan indikasi bahwa whale XRP belum tertarik melakukan distribusi besar-besaran.
Arab Chain menekankan bahwa rendahnya arus masuk whale bukan hanya mencerminkan absennya tekanan jual, tetapi juga bisa menjadi sinyal fase akumulasi.
“Rendahnya arus masuk berarti lebih sedikit XRP yang siap dijual di pasar terbuka, sehingga tekanan jual berkurang. Situasi seperti ini sering muncul saat pasar berada dalam fase konsolidasi atau menjelang pergerakan harga yang lebih besar,” ungkap Arab Chain.
Fenomena ini juga berdampak pada dinamika pasokan di bursa. Dengan semakin sedikit whale XRP yang mengirimkan aset ke Binance, likuiditas sisi jual menjadi lebih terbatas. Hal ini dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi kenaikan harga jika permintaan meningkat.
Struktur Teknikal Masih Mendukung
Selain data on-chain, sinyal teknikal juga menunjukkan prospek yang relatif positif untuk XRP. Analis teknikal GainMuse mencatat bahwa harga XRP telah menembus garis resistance turun jangka panjang setelah berhasil mempertahankan area support yang terus meningkat.

Breakout ini terjadi setelah fase kompresi yang rapi, yang menandakan adanya permintaan baru, bukan sekadar lonjakan harga sementara.
Menurut GainMuse, struktur bullish XRP masih tetap valid selama harga bertahan di atas garis tren yang berhasil direbut kembali. Selama pola higher low terus terbentuk, peluang kelanjutan pergerakan menuju zona target yang telah ditandai masih terbuka.
Kondisi ini memperkuat narasi bahwa whale XRP cenderung menahan aset mereka alih-alih menjual dalam jumlah besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



