Whale XRP Masih Tunggu Reli, Sinyal Jual Belum Muncul Lagi

Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant mengungkapkan bahwa pergerakan whale XRP saat ini menunjukkan pola menunggu momentum reli sebelum melakukan aksi jual.

Berdasarkan analisis metrik Whale to Exchange Flow, para pemilik XRP bermodal besar belum melakukan distribusi besar-besaran, meskipun harga mengalami penurunan tajam hingga sekitar US$1,42 pada awal 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual saat ini lebih banyak berasal dari investor ritel, sementara whale cenderung bersikap menahan diri.

whale ke Bursa XRP

IKLAN
Chat via WhatsApp

PelinayPA menyebutkan bahwa perilaku whale XRP tersebut tercermin dari rendahnya aliran token ke bursa dalam beberapa periode penting, termasuk sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa tidak adanya lonjakan transfer ke bursa menandakan minimnya niat jual dari investor besar.

“Saat ini, penurunan harga tidak disertai tekanan jual berkelanjutan dari whale, melainkan didorong oleh kepanikan investor kecil,” ungkap analis tersebut.

Fenomena ini dinilai penting karena secara historis, lonjakan penjualan dari whale XRP biasanya muncul ketika harga memasuki fase reli. Kondisi tersebut berpotensi memicu koreksi tajam setelah periode kenaikan.

Pola Historis Whale XRP dan Distribusi Saat Puncak Harga

Berdasarkan data on-chain, periode Maret hingga April 2025 menjadi contoh awal bagaimana perilaku whale XRP memengaruhi pasar. Saat itu, aliran masuk whale ke bursa berada di level sangat rendah, sementara harga bergerak lemah. Situasi ini kemudian diikuti reli kuat pada Juli 2025, setelah pasokan di pasar relatif mengetat.

BACA JUGA:  Wacana Revisi UU P2SK Bayangi Masa Depan Industri Kripto Indonesia

Memasuki Juni hingga Juli 2025, ketika harga mulai naik signifikan, metrik Whale to Exchange Flow mengalami lonjakan tajam. Kenaikan ini terjadi mendekati puncak harga, yang mengindikasikan fase distribusi. Dalam fase tersebut, whale XRP mulai melakukan aksi ambil untung secara bertahap.

Sementara itu, pada akhir 2025 hingga awal 2026, rasio kembali turun ke level rendah, meskipun harga mengalami koreksi. Data ini memperkuat indikasi bahwa penurunan tersebut lebih dipicu oleh aksi jual investor ritel, bukan oleh pelepasan aset dari whale.

PelinayPA menilai bahwa pola serupa juga terlihat pada fase-fase sebelumnya, di mana whale baru aktif menjual ketika reli telah terbentuk dengan volume besar. Oleh karena itu, rendahnya aliran saat ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase menunggu.

Peran Binance dalam Aktivitas Whale XRP

Dalam analisisnya, PelinayPA menekankan pentingnya memantau pergerakan whale XRP di Binance. Bursa ini tercatat memiliki volume spot dan derivatif XRP terbesar, serta likuiditas paling dalam dibandingkan platform lain.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Mulai Borong, Titik Bottom Sudah Dekat?

Menurutnya, sebagian besar transaksi yang benar-benar memengaruhi harga XRP terjadi di Binance, karena di sanalah aktivitas institusi dan investor bermodal besar terpusat. Transfer ke bursa lain sering kali hanya mencerminkan perpindahan internal dompet, bukan tekanan jual riil.

Ia juga menjelaskan bahwa metrik Binance Whale to Exchange Flow lebih merepresentasikan aksi nyata pelaku pasar dibandingkan sentimen atau ekspektasi. Data ini sering berfungsi sebagai indikator awal yang menangkap perubahan perilaku whale sebelum harga bereaksi di pasar.

Dengan demikian, pergerakan whale XRP di Binance menjadi salah satu referensi utama bagi pelaku pasar untuk membaca potensi distribusi maupun akumulasi.

Sinyal Teknikal Jangka Panjang dan Potensi ATH Baru

Melirik analisis teknikal, frafik yang dibagikan pengembang DropCoin, yang dikenal dengan nama Bird, menunjukkan bahwa sejak puncak harga 2018, XRP bergerak dalam descending channel selama lebih dari lima tahun.

Namun, sejak 2019 hingga 2024, bagian bawah grafik membentuk rangkaian higher low, yang mencerminkan proses akumulasi jangka panjang oleh pelaku pasar besar.

BACA JUGA:  Arthur Hayes Jagokan Altcoin Ini Jika Krisis AI Terjadi

analisis harga XRP

Pada periode 2024 hingga awal 2025, harga berhasil menembus garis atas tren turun multi-tahun. Breakout ini ditandai lonjakan candle hijau yang kuat dan dianggap sebagai sinyal awal siklus bullish baru. Setelah itu, XRP memasuki fase konsolidasi yang relatif sehat.

Di sisi kanan grafik, pergerakan harga membentuk pola menyerupai bull flag atau falling wedge, yang sering muncul sebagai fase jeda sebelum tren naik berlanjut. Tekanan jual selama fase ini dinilai masih terkendali dan belum mampu menembus support utama.

Grafik juga menunjukkan area support historis di kisaran US$0,50–US$0,70 serta support baru di sekitar US$1,00–US$1,20. Sementara itu, resistance terdekat berada di area US$2,00, US$2,80–US$3,00, dan US$3,50.

Jika pola konsolidasi berhasil ditembus, XRP berpeluang memasuki fase price discovery menuju area di atas US$4 hingga US$5, alias mencetak ATH baru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait