WHO Waspadai Penyebaran Hantavirus, Pasar Kripto Ikut Tegang

Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus setelah muncul serangkaian kasus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius. Situasi tersebut mulai memicu perhatian pasar global, termasuk industri kripto, karena muncul kekhawatiran baru terhadap potensi gangguan kesehatan lintas negara yang dapat memengaruhi sentimen investor.

Berdasarkan laporan People’s Daily Online pada Rabu (13/5/2026), WHO mencatat sedikitnya 11 kasus terkait wabah tersebut, termasuk tiga kematian. Delapan kasus telah dipastikan sebagai Andes Hantavirus, dua lainnya masuk kategori probable, sementara satu kasus masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Kasus-kasus tersebut melibatkan penumpang dan kru kapal pesiar MV Hondius yang sebelumnya melakukan perjalanan dari kawasan Amerika Selatan menuju Atlantik.

WHO menyebut gejala Andes menjadi perhatian serius karena merupakan salah satu jenis Hantavirus yang diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia, meski kasusnya relatif jarang dibanding jenis Hantavirus lain yang umumnya menyebar melalui paparan tikus atau kotorannya.

“Saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa kita sedang menyaksikan awal dari wabah yang lebih besar, tetapi tentu saja situasinya bisa berubah dan, mengingat masa inkubasi virus yang panjang, ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang,” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

BACA JUGA:  Pasar Kripto Merah Membara, BTC Sasar Koreksi Hingga 77.755

WHO juga telah mengirim tim ahli kesehatan ke kapal tersebut untuk melakukan asesmen langsung terhadap penumpang dan kru. Selain itu, otoritas kesehatan di lebih dari 18 negara kini melakukan contact tracing terhadap individu yang sempat berada di kapal maupun melakukan perjalanan bersama para pasien.

Sejumlah negara seperti Inggris, Prancis, AS, Belanda, dan Spanyol mulai memperketat pengawasan kesehatan terhadap penumpang yang diduga memiliki riwayat kontak dengan pasien Hantavirus. Sebagian negara juga menerapkan isolasi dan pemantauan medis selama masa inkubasi virus berlangsung.

Hantavirus Picu Kekhawatiran Baru di Industri Kripto

Meningkatnya perhatian global terhadap Hantavirus ikut memicu kekhawatiran di pasar finansial, termasuk aset kripto. Investor mulai mengamati potensi dampak ekonomi jika penyebaran kasus terus berkembang dan mengganggu aktivitas perjalanan internasional maupun stabilitas pasar global.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar kripto dinilai semakin sensitif terhadap kondisi makro global setelah masuknya investor institusi besar dan produk ETF spot kripto. Karena itu, munculnya isu kesehatan internasional sering kali memengaruhi perilaku investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin.

Biasanya, kondisi seperti ini dapat mendorong investor masuk ke mode risk-off, yakni mengurangi eksposur terhadap aset spekulatif dan memilih instrumen yang dianggap lebih aman. Altcoin dengan likuiditas kecil umumnya menjadi aset pertama yang mengalami tekanan jual ketika volatilitas pasar meningkat.

BACA JUGA:  Sah! AI dan Kripto Kini Resmi Jadi Bagian Ekonomi Indonesia

Namun di sisi lain, sebagian pelaku pasar juga melihat ketidakpastian global dapat kembali memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset alternatif di luar sistem keuangan tradisional.

Situasi serupa sempat terjadi pada awal pandemi COVID-19 ketika pasar global bergejolak sebelum akhirnya diikuti peningkatan minat terhadap aset digital setelah berbagai negara meluncurkan stimulus ekonomi besar-besaran.

Selain itu, gangguan mobilitas internasional dan meningkatnya pengawasan lintas negara dinilai dapat mempercepat penggunaan layanan transaksi digital dan pembayaran tanpa kontak fisik. Kondisi tersebut kerap memunculkan kembali pembahasan mengenai peran teknologi blockchain dalam sistem ekonomi global yang semakin terdigitalisasi.

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk RI

Melirik ke Tanah Air, pemerintah Indonesia juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan Hantavirus global.

Berdasarkan laporan Batam Pos pada Rabu (13/5/2026), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memperketat pengawasan terhadap penumpang internasional yang datang dari kawasan Amerika Selatan, terutama negara-negara yang berkaitan dengan penyebaran Andes Hantavirus.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan pemerintah memanfaatkan sistem pencatatan perjalanan internasional untuk mendeteksi potensi risiko sejak dini.

BACA JUGA:  Dominasi Whale XRP Kian Gacor, Investor Ritel Malah Begini

“Perhatian khusus diberikan kepada penumpang yang berasal dari negara-negara di Amerika Selatan, seperti Argentina dan negara lain di kawasan tersebut. Kalau di All Indonesia kan sudah terekam itu, disampaikan bahwa sebelumnya berasal dari negara mana, jadi walaupun misalnya di Singapura atau di negara mana, sistem perekaman dari All Indonesia itu bisa dibaca,” ujar Andi Saguni.

Kemenkes juga meminta kantor karantina kesehatan di bandara dan pelabuhan meningkatkan pemantauan terhadap gejala awal seperti demam tinggi, nyeri otot dan gangguan pernapasan yang berkaitan dengan Hantavirus.

Meski demikian, pemerintah menegaskan gejala Hantavirus yang pernah ditemukan di Indonesia berbeda dengan gejala Andes yang terkait dengan kasus MV Hondius. Hingga saat ini, otoritas kesehatan menyebut belum ada bukti penularan antarmanusia untuk jenis virus yang pernah terdeteksi di Indonesia sejak kali pertama diidentifikasi pada 1991.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait