Wintermute Luncurkan Trading Emas Saat Pasar Kian Ganas

Wintermute, salah satu market maker kripto terbesar di dunia, resmi meluncurkan layanan over-the-counter (OTC) untuk token emas Pax Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT), di tengah lonjakan kapitalisasi pasar sektor tokenisasi emas.

Langkah ini membuka akses baru bagi investor institusional untuk memperoleh eksposur terhadap emas fisik melalui aset berbasis blockchain dengan likuiditas tinggi dan eksekusi fleksibel.

Peluncuran layanan ini dilakukan melalui desk OTC Wintermute yang memungkinkan transaksi token emas secara langsung antara pihak pembeli dan penjual tanpa melalui order book publik.

Dengan mekanisme tersebut, institusi dapat melakukan transaksi dalam jumlah besar secara efisien tanpa memicu volatilitas harga yang signifikan di pasar terbuka. Selain itu, layanan ini tersedia selama 24 jam setiap hari, memungkinkan trading emas berbasis token dilakukan kapan saja tanpa terikat jam operasional pasar tradisional.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Robert Kiyosaki Pilih Nunggu Bottom Bitcoin dan Emas, Ini Alasannya

Wintermute menyatakan bahwa layanan ini dirancang untuk menjawab meningkatnya permintaan institusional terhadap aset safe haven yang dapat diakses secara on-chain.

Permintaan Tokenisasi Emas Melonjak Tajam

Peluncuran layanan trading emas oleh Wintermute terjadi di tengah pertumbuhan pesat sektor tokenisasi emas secara global. Kapitalisasi pasar gabungan Pax Gold dan Tether Gold telah melampaui US$5 miliar, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen berbasis emas yang menawarkan stabilitas nilai dan fleksibilitas digital.

Tether Gold saat ini memimpin pasar dengan kapitalisasi terbesar, sementara Pax Gold menyusul sebagai salah satu aset tokenisasi emas paling likuid. Kedua

aset ini didukung oleh cadangan emas fisik yang setara, memungkinkan investor memperoleh eksposur langsung terhadap harga emas tanpa harus memiliki atau menyimpan logam mulia secara fisik.

Peningkatan permintaan ini juga didorong oleh kondisi makroekonomi global yang tidak stabil, di mana investor cenderung beralih ke aset lindung nilai seperti emas.

BACA JUGA:  Tak Setengah Hati, Morgan Stanley Kembangkan Infrastruktur Crypto Sendiri

Namun berbeda dengan emas biasa, tokenisasi emas memungkinkan kepemilikan yang dapat dipindahkan secara instan antar wallet, serta dapat digunakan dalam berbagai aplikasi keuangan digital.

Desk OTC Perkuat Infrastruktur Trading Institusional

Melalui desk OTC yang baru diluncurkan, Wintermute menyediakan likuiditas mendalam untuk trading emas dalam bentuk token, serta memungkinkan settlement menggunakan berbagai aset kuotasi, termasuk stablecoin dan aset kripto utama.

Sistem ini juga mendukung eksekusi berbasis komunikasi langsung, seperti chat trading, yang memungkinkan negosiasi harga secara privat antara pihak yang terlibat.

Pendekatan OTC menjadi penting bagi institusi yang ingin menghindari dampak harga akibat order besar di pasar terbuka. Dengan menggunakan desk OTC, transaksi dapat dilakukan secara lebih efisien dan terkontrol, sekaligus menjaga stabilitas pasar.

Selain itu, trading emas berbasis blockchain memberikan keuntungan tambahan berupa transparansi dan akses global tanpa batas geografis.

BACA JUGA:  12 Polisi Malaysia Ditangkap Usai Peras Kripto Senilai Rp841,5 Juta

Investor dapat memperoleh eksposur terhadap emas sambil tetap mempertahankan fleksibilitas untuk mentransfer, memperdagangkan, atau mengintegrasikan aset tersebut dalam berbagai strategi portofolio digital.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia