Evernorth Holdings mempertegas rencananya untuk tidak sekadar menyimpan XRP sebagai aset treasury atau cadangan neraca. Perusahaan yang tengah bersiap menuju pasar saham Nasdaq itu ingin mengelola kepemilikan XRP secara aktif sebagai apa yang disebutnya sebagai “working treasury.”
Rencana tersebut disampaikan CEO Evernorth Asheesh Birla dalam komunikasi terbaru yang dimasukkan ke filing SEC pada Rabu (23/9/2026). Dalam dokumen itu, Evernorth mengatakan pekerjaannya tidak berhenti pada membawa perusahaan ke pasar publik.
“Evernorth berniat memanfaatkan XRP miliknya dengan mengelolanya secara aktif sebagai working treasury,” ungkap Birla.
Artinya, XRP yang berada dalam cadangan perusahaan dirancang untuk digunakan secara aktif, bukan hanya disimpan dengan harapan nilainya meningkat.
XRP Tak Cuma Parkir di Neraca
Evernorth mengatakan cadangan tersebut akan diperlakukan sebagaimana perusahaan keuangan serius memperlakukan neracanya. Perusahaan juga berniat bekerja langsung dengan pengembang di XRP Ledger (XRPL).
Birla menyoroti sejumlah infrastruktur yang kini tersedia atau sedang berkembang di jaringan tersebut, mulai dari permissioned trading venues, native escrow, on-chain lending hingga stablecoin dolar yang teregulasi.
Arah tersebut sejalan dengan model Evernorth sejak awal. Perusahaan sebelumnya menjelaskan bahwa strategi treasury-nya dapat mencakup penggunaan XRP pada ekosistem on-chain untuk menghasilkan yield sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah XRP yang secara ekonomis mewakili setiap saham perusahaan.
Modal untuk memperluas strategi itu juga mulai disiapkan. Dalam Form 8-K yang diajukan pada 17 September 2026, Evernorth mengungkap kesepakatan penerbitan convertible senior notes senilai US$30 juta.
Perusahaan menyatakan dana bersih dari transaksi tersebut akan digunakan untuk kebutuhan korporasi umum, termasuk akuisisi XRP dan aktivitas lain di ekosistem XRP.
Namun, penerbitan notes tersebut masih bergantung pada penyelesaian business combination Evernorth dengan Armada Acquisition Corp. II.
Skala cadangan neraca Evernorth sendiri sudah tergolong besar. Dalam disclosure perusahaan yang dimasukkan ke SEC pada Maret lalu, Evernorth melaporkan kepemilikan lebih dari 473 juta XRP per 31 Desember 2025 dan menyebut modal tersebut direncanakan untuk dikerahkan ke protocol markets di XRP Ledger.
Angka tersebut merupakan disclosure historis terbaru yang secara eksplisit menyebut jumlah XRP, sehingga tidak serta-merta mencerminkan saldo cadangan Evernorth saat ini.
Salah satu jalur yang dapat mendukung strategi aktif tersebut adalah lending. Dokumentasi resmi XRPL menjelaskan Lending Protocol sebagai primitive DeFi yang memungkinkan pinjaman fixed-term tanpa agunan secara on-chain dengan dana yang dikumpulkan melalui Single Asset Vault.
Implementasinya tetap menggunakan underwriting dan manajemen risiko secara off-chain untuk menilai kelayakan kredit peminjam.
Tinggal Hadapi Voting sebelum Menuju Nasdaq
Pernyataan terbaru Evernorth muncul hanya beberapa hari sebelum milestone penting dalam rencana perusahaan memasuki pasar publik.
SEC pada Agustus telah menyatakan registration statement Form S-4 terkait business combination Evernorth dan Armada efektif. Berdasarkan jadwal resmi yang diumumkan Evernorth, pemegang saham Armada dijadwalkan memberikan suara atas transaksi tersebut pada 30 September 2026.
Jika mendapat persetujuan dan seluruh persyaratan penutupan transaksi terpenuhi, perusahaan gabungan tersebut diharapkan tercatat di Nasdaq menggunakan ticker XRPN.
Evernorth sebelumnya menegaskan model bisnisnya berbeda dari generasi awal digital asset treasury yang terutama berfokus membeli dan menyimpan aset. Perusahaan berencana mengalokasikan modal ke infrastruktur berbasis XRP, ecosystem participation, yield strategies dan aktivitas pasar modal.
Dengan demikian, menjelang potensi debutnya di Nasdaq, Evernorth mencoba membangun narasi bahwa XRP dalam neracanya bukan sekadar cadangan aset digital, tetapi modal yang akan digunakan untuk berpartisipasi langsung dalam berkembangnya infrastruktur keuangan di XRP Ledger.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


