XRP Belum Bikin FOMO, Buyer Ternyata Masih Tahan Pelatuk

XRP belum menunjukkan euforia pembelian meski berhasil mencatatkan pemulihan kuat dari area US$1 hingga sempat menyentuh US$1,50. Setelah kenaikan tersebut, harga kembali terkoreksi ke kisaran US$1,36, memperlihatkan bahwa dorongan naik belum berkembang menjadi reli lanjutan yang konsisten.

Pergerakan itu terjadi bersamaan dengan perubahan kapitalisasi pasar yang cukup besar. Kapitalisasi pasar aset kripto tersebut sebelumnya melonjak dari sekitar US$100 miliar hingga mendekati US$150 miliar, sebelum menyusut kembali ke sekitar US$140 miliar.

Harga yang gagal segera membentuk puncak baru setelah mencapai US$1,50 membuat area perdagangan saat ini menjadi penting untuk menentukan arah pergerakan jangka pendek.

XRP Sudah Bangkit, FOMO Masih Tak Terlihat

Analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant menyoroti bahwa pemulihan tersebut belum didukung agresivitas pembeli yang kuat di pasar derivatif Binance. Data Taker Buy/Sell Ratio tercatat sebesar 0,92, atau masih berada di bawah ambang 1 yang memisahkan dominasi aktivitas taker buy dan taker sell.

XRP fomo 1 sept

Rasio di bawah 1 menunjukkan seller masih lebih agresif dibandingkan buyer di pasar derivatif Binance. Kondisi ini menjadi perhatian karena harga XRP mampu pulih cukup tajam, sementara permintaan agresif dari sisi pembeli belum bergerak searah dengan kenaikan tersebut.

BACA JUGA:  Harga XRP Terpuruk di US$1, Analis Sebut Ini Kesempatan Emas

“XRP sudah naik, tetapi pembeli belum sepenuhnya mengambil kendali atas pasar saat ini,” ujar PelinayPA.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mencerminkan masih aktifnya aksi ambil untung maupun penjual jangka pendek setelah reli sebelumnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Meski kapitalisasi pasar masih jauh di atas titik terendah terdahulu, kegagalan mempertahankan kenaikan hingga membentuk puncak baru di atas area US$1,50 turut mengindikasikan pelemahan momentum.

Perhatian kini tertuju pada zona US$1,35-US$1,40 yang menjadi area keputusan penting dalam struktur Ichimoku. PelinayPA menilai kenaikan Taker Buy/Sell Ratio hingga melewati 1 akan memberikan konfirmasi yang lebih kuat bahwa pemulihan harga mulai mendapatkan dukungan pembelian agresif.

Secara historis, peningkatan rasio tersebut disebut beriringan dengan fase pemulihan harga, sedangkan kondisi yang bertahan di bawah 1 mencerminkan tekanan jual yang masih berlangsung. Dengan konfigurasi saat ini, pergerakan sideways atau sedikit melemah dinilai memiliki risiko lebih tinggi dalam jangka pendek.

BACA JUGA:  Dari Rp800 Ribu ke Rp244 Juta, Trader Ini Panen Cuan dari Meme Coin

Jalan Menuju US$5,20 Bisa Dimulai dari Koreksi

Di tengah belum kuatnya dominasi buyer, analis Crypto Lens melihat koin tersebut masih dapat menjalani satu fase koreksi sebelum memasuki pergerakan bullish yang lebih besar. Dari posisi sekitar US$1,34, harga diproyeksikan terlebih dahulu turun menuju US$1,17.

XRP analisis 1 SEPT

Dalam grafik mingguan yang dibagikannya, harga terlihat telah keluar dari tekanan descending trendline jangka panjang. Namun, breakout tersebut belum berkembang menjadi reli vertikal. Area US$1,17 dipandang sebagai potensi pijakan apabila koreksi kembali berlanjut sebelum momentum kenaikan berikutnya terbentuk.

Setelah koreksi tersebut selesai, Crypto Lens memproyeksikan pemulihan menuju US$1,90. Kemampuan merebut level itu kemudian dapat membuka skenario ekspansi menuju US$3,10 sebagai target lanjutan. Apabila momentum bullish terus berkembang, proyeksi XRP berikutnya berada jauh lebih tinggi, yakni sekitar US$5,20.

Dengan demikian, skenario yang dipetakan dimulai dari kisaran US$1,34 menuju US$1,17, kemudian berbalik ke US$1,90. Setelah itu, pergerakan diperkirakan dapat berkembang menuju US$3,10 dan akhirnya US$5,20 apabila sejumlah konfirmasi teknikal terpenuhi.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 8 Agustus 2026: BEAT, XPL, LIT, BSV, ONDO Panaskan Mesin, Reli Besar Mulai Mengintai!

Crypto Lens memperingatkan pelaku pasar agar tidak terlalu dini menganggap potensi kenaikan telah berakhir hanya karena terjadi pelemahan jangka pendek.

Dalam skenario tersebut, penurunan menuju US$1,17 justru dipandang dapat menjadi bagian dari struktur bullish yang lebih luas, bukan otomatis menandai dimulainya tren turun baru.

Namun, proyeksi hingga US$5,20 tetap membutuhkan beberapa tahap konfirmasi dan bukan merupakan target yang dijamin tercapai. Crypto Lens turut mendasarkan keyakinannya pada rekam jejak proyeksi sebelumnya, termasuk ketika ia memperkirakan bottom Bitcoin di US$16.000 dan puncaknya di US$126.000.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait