XRP Bersih-bersih Leverage, Pola yang Pernah Picu Reli Hebat Muncul Lagi

XRP kembali menjadi sorotan setelah analis on-chain Darkfost di CryptoQuant mengungkapkan bahwa aset kripto tersebut sedang memasuki fase deleveraging atau pembersihan leverage di bursa Binance.

Kondisi ini dinilai penting karena pola serupa pernah muncul sebelum XRP mencatat reli lebih dari 790 persen pada 2024, meski analis menegaskan tidak ada jaminan skenario tersebut akan terulang.

Data on-chain menunjukkan Estimated Leverage Ratio (ELR) XRP di Binance kini turun ke level 0,16, salah satu titik terendah sejak November 2024 dan semakin mendekati level terendah April 2026 di angka 0,15. Pada saat yang sama, XRP telah mengalami koreksi sekitar 70 persen dari puncaknya.

XRP Ledger Leverage ratio 19 jul

Sementara itu, pada saat artikel ini disusun, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,09, setara Rp19.678, naik 0,37 persen dalam 4 jam terakhir dan menguat 0,68 persen dalam 24 jam, meski volume perdagangan harian turun 36,67 persen menjadi sekitar US$606,91 juta.

Fase Deleveraging Kembali Muncul, Mengingatkan pada Pola Reli Sebelumnya

Menurut Darkfost, penurunan ELR terutama disebabkan oleh berkurangnya posisi futures setelah sebagian di antaranya terlikuidasi selama fase koreksi harga. Proses tersebut secara otomatis menekan open interest, sehingga tingkat leverage di pasar derivatif ikut menyusut.

BACA JUGA:  Dukung Bitcoin, Harga Saham Perusahaan Putra Trump Ambrol 95 Persen

Ia menjelaskan bahwa pembersihan leverage merupakan tahapan penting dalam siklus koreksi karena akumulasi leverage yang terlalu tinggi dapat membuat fondasi pasar menjadi lebih rapuh dan meningkatkan volatilitas harga. Dengan berkurangnya posisi ber-leverage, struktur pasar dinilai menjadi lebih sehat sebelum potensi pergerakan berikutnya terbentuk.

“Memahami siklus pengurangan utang ini penting untuk menentukan posisi yang tepat,” ujar Darkfost.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Darkfost juga mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi pada 2024 ketika XRP diperdagangkan di sekitar US$0,40 dalam fase konsolidasi.

Saat itu, ELR sempat turun mendekati 0,05 sebelum akhirnya diikuti reli harga lebih dari 790 persen, yang berlangsung bersamaan dengan meningkatnya kembali penggunaan leverage di pasar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemiripan pola tersebut tidak berarti reli serupa pasti akan terjadi lagi. Menurutnya, siklus deleveraging lebih tepat dipahami sebagai bagian dari dinamika pasar yang dapat membantu investor maupun trader menilai kondisi pasar sebelum mengambil posisi.

Bullish Divergence Muncul Saat Tekanan Jual Mulai Mereda

Di sisi lain, analis teknikal XForce melihat struktur grafik XRP mulai menunjukkan perkembangan yang lebih konstruktif. Menurutnya, XRP baru saja mencatat Relative Strength Index (RSI) harian terendah sejak 2017, namun kondisi tersebut justru diikuti oleh kemunculan bullish divergence yang cukup besar.

BACA JUGA:  Bitcoin Masih Rapuh, Analis: Waspada US$62.400

XRP analisis 19 jul

Fenomena tersebut terjadi ketika harga masih bergerak lemah, sementara indikator RSI mulai menunjukkan penguatan. XForce menilai pola ini sering menjadi pertanda bahwa tekanan jual mulai mereda dan momentum bearish kehilangan kekuatan.

Ia menyoroti area US$1,00–US$1,05 sebagai zona support utama yang hingga kini masih mampu dipertahankan. Sementara itu, area US$1,18–US$1,22 menjadi resistance pertama yang perlu ditembus agar perubahan momentum memperoleh konfirmasi.

Apabila XRP mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan menuju kisaran US$1,35–US$1,50 dinilai semakin terbuka. Sebaliknya, jika support di sekitar US$1,00 gagal dipertahankan, harga masih berpotensi menguji kembali area US$0,95 sebelum membentuk dasar yang lebih kuat.

Selain itu, XForce menambahkan bahwa bullish divergence pada time frame mingguan juga hampir sepenuhnya ter-reset.

Menurutnya, kombinasi RSI harian yang berada di level ekstrem, bullish divergence harian, serta struktur mingguan yang membaik membuat kondisi teknikal XRP jauh lebih sehat dibandingkan beberapa bulan terakhir, meski belum cukup untuk memastikan pembalikan tren secara langsung.

XRP Masih Dibayangi Risiko Penurunan Lebih Dalam

Berbeda dengan pandangan Darkfost dan XForce, analis Ryker masih melihat proyeksi bearish terhadap XRP, di mana ia menilai altcoin tersebut masih berada dalam tren turun yang kuat.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bersiap Cetak Sejarah? Pola yang Dulu Picu Reli 700 Persen Kembali Lagi

XRP bearish 19 juli

Ryker mengamati bahwa XRP gagal mempertahankan area support penting di kisaran US$1,35–US$1,45, kemudian terus melemah hingga diperdagangkan di sekitar US$1,08. Menurutnya, area US$1,05–US$1,10 kini menjadi support jangka pendek yang sedang diuji, sedangkan resistance terdekat tetap berada di kisaran US$1,35–US$1,45.

Selama harga belum mampu merebut kembali zona resistance tersebut, Ryker menilai tekanan jual masih berpotensi mendominasi. Bahkan, ia memperkirakan XRP masih berisiko turun hingga US$0,30 sebelum akhir tahun apabila tren bearish berlanjut.

Selain analisis teknikal, Ryker juga mengkritisi fundamental XRP. Menurutnya, aset kripto dengan kapitalisasi pasar sekitar US$67 miliar tersebut masih menghadapi inflasi koin, sementara aktivitas on-chain dan perkembangan ekosistem dinilai belum cukup kuat untuk menopang valuasi saat ini.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait