Minat terhadap XRP kembali meningkat seiring munculnya sejumlah indikator on-chain yang menunjukkan kondisi pasar relatif sehat dan terkendali.
Analisis terbaru dari analis Arab Chain di CryptoQuant mengungkap bahwa aktivitas derivatif XRP di Binance mulai pulih setelah sempat mengalami stagnasi, dengan risiko yang belum menunjukkan tanda berlebihan.

Berdasarkan data Open Interest Z-Score, total open interest XRP tercatat sekitar US$449,1 juta, berada di atas rata-rata 30 hari sebesar US$420,8 juta. Nilai Z-Score yang mendekati 0,96 mengindikasikan peningkatan partisipasi pasar dalam batas yang masih wajar.
Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun aktivitas trader meningkat, pasar belum memasuki fase overleverage yang berpotensi memicu koreksi tajam.
“Partisipasi trader meningkat, tetapi masih dalam kisaran yang relatif sehat dan belum menunjukkan kondisi overleverage,” ungkap Arab Chain.
Secara historis, lonjakan open interest XRP di atas US$1 miliar kerap diikuti volatilitas tinggi. Namun, dalam kondisi saat ini, aktivitas tersebut cenderung stabil di level moderat. Hal ini menunjukkan berkurangnya spekulasi berlebihan dan mengarah pada fase pembentukan posisi secara bertahap oleh pelaku pasar.
Pada saat artikel ini disusun, altcoin tersebut diperdagangkan di kisaran US$1,44, setara Rp24.905, dengan kenaikan sekitar 1,29 persen dalam 24 jam terakhir.
Pasokan Menyusut, Keseimbangan Risiko Tetap Terjaga
Selain peningkatan aktivitas derivatif, dinamika pasokan juga menunjukkan perubahan signifikan. Laporan terbaru mengungkap bahwa sekitar 7 miliar XRP telah keluar dari bursa, yang mengindikasikan semakin ketatnya pasokan likuid di sisi jual.
Jika tren ini berlanjut, kondisi tersebut dapat menjadi faktor pendorong harga, mengingat berkurangnya tekanan jual di pasar terbuka.
Fenomena penyusutan pasokan ini memperkuat narasi bahwa pergerakan altcoin tidak hanya dipengaruhi sentimen, tetapi juga oleh dinamika fundamental seperti distribusi aset di bursa. Dengan pasokan yang kian terbatas, setiap peningkatan permintaan berpotensi memberikan dampak yang lebih besar terhadap harga.
Di sisi lain, peningkatan open interest yang tidak disertai lonjakan ekstrem juga menunjukkan bahwa pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati. Hal ini menciptakan keseimbangan antara potensi kenaikan dan risiko yang tetap terkendali, sesuai dengan tema utama XRP kembali dilirik oleh investor.
Akumulasi Menguat, XRP Jaga Momentum Menuju Kenaikan
Dari sisi teknikal, analis GainMuse melihat XRP berada dalam pola channel yang semakin menyempit pada time frame 4 jam.
Harga saat ini bergerak di antara kisaran US$1,38 hingga US$1,45, dengan support kuat di area bawah dan resistance di bagian atas channel. Pola ini sering diinterpretasikan sebagai fase konsolidasi sebelum terjadinya ekspansi volatilitas.

GainMuse menilai bahwa akumulasi likuiditas oleh pelaku besar di sekitar zona support US$1,35 menciptakan peluang breakout yang kuat. Tekanan jual yang mulai melemah terlihat dari pantulan agresif setiap kali harga menyentuh garis bawah channel, menunjukkan bahwa pembeli mulai mendominasi.
Sementara itu, analis Javon Marks menyoroti XRP yang masih mempertahankan breakout terhadap Bitcoin, yang secara historis pernah mendorong kenaikan besar.

Ia mencatat bahwa breakout sebelumnya membawa harga naik dari US$0,50 hingga di atas US$3,30, dan pola serupa berpotensi membuka peluang kenaikan lebih lanjut dalam jangka panjang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


