Sentimen pasar terhadap XRP saat ini cenderung negatif, namun data on-chain terbaru menunjukkan kondisi serupa di masa lalu justru pernah menjadi awal dari lonjakan harga hebat.
Analis Darkfost di CryptoQuant mengungkapkan bahwa sejak awal 2026, funding rate XRP di Binance lebih banyak berada di zona negatif, menandakan dominasi posisi bearish di kalangan trader derivatif.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa mayoritas pelaku pasar kini memposisikan diri untuk penurunan lanjutan. Namun, menurut Darkfost, situasi ini justru berpotensi menciptakan ketidakseimbangan pasar yang sering kali berujung pada pergerakan berlawanan arah.
“Ketika mayoritas pelaku pasar berada pada posisi yang sama, pasar cenderung menjadi tidak seimbang dan konsensus tersebut sering kali terbentuk terlambat,” ungkapnya.
Data ini menjadi relevan di tengah pergerakan harga XRP yang saat ini berada di kisaran US$1,48, setara Rp25.286, dengan kenaikan sekitar 3 persen dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, secara keseluruhan, aset ini masih berada dalam tekanan setelah mengalami koreksi sekitar 60 persen dari puncaknya.
Sentimen Negatif Berpotensi Jadi Sinyal Kontra
Darkfost menilai bahwa dominasi sentimen bearish yang terjadi saat ini belum tentu menjadi sinyal yang tepat untuk diikuti. Dalam analisisnya, ia menyoroti bahwa kondisi serupa sebelumnya justru diikuti oleh reli besar.
Pada saat itu, XRP bergerak dari kisaran US$1,6 menuju US$3,6, mencatatkan kenaikan hampir 127 persen dalam waktu relatif singkat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ketika pasar terlalu condong ke satu arah, potensi pembalikan justru meningkat. Dalam konteks ini, meskipun banyak trader memperkirakan penurunan lanjutan, struktur pasar bisa saja sedang membangun fondasi untuk pergerakan naik berikutnya.
Namun demikian, Darkfost juga mengingatkan bahwa kondisi pasar kripto secara umum masih berada dalam fase yang menantang, terutama bagi aset altcoin. Oleh karena itu, meskipun peluang reli terbuka, risiko tetap perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.
Sinyal Teknikal XRP Berubah, Momentum Mulai Terbentuk
Di sisi lain, analisis teknikal terbaru turut memberikan gambaran yang mendukung potensi perubahan arah. Analis GainMuse menyebut bahwa XRP telah keluar dari fase konsolidasi dalam channel sempit dan menunjukkan breakout yang mengindikasikan pergeseran struktur pasar.

Pergerakan tersebut diinterpretasikan sebagai “liquidity grab” yang sering kali disalahartikan oleh trader ritel. XRP dinilai sedang mengubah area resistance sebelumnya menjadi support baru, khususnya di kisaran US$1,42 hingga US$1,44 yang kini menjadi lantai harga penting.
Lebih lanjut, struktur ini mencerminkan adanya rotasi menuju fase makro yang lebih luas, di mana tekanan beli mulai terbentuk secara bertahap. GainMuse menilai bahwa pergerakan saat ini bukan sekadar kenaikan lokal, melainkan bagian dari proses pembentukan momentum menuju resistance yang lebih tinggi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



