Ekosistem XRP Ledger kembali mendapat perluasan utilitas setelah platform neofinance self-custodial Tria resmi mengintegrasikan jaringan tersebut ke dalam aplikasinya. Integrasi baru ini memungkinkan pengguna memakai XRP untuk mendapatkan maupun melakukan top up Tria Card.
Berdasarkan pengumuman resmi Tria pada Senin (29/8/2026), dukungan yang diberikan merupakan integrasi native XRP Ledger. Artinya, pengguna dapat menerima, menyimpan dan mengirim XRP langsung melalui jaringan aslinya tanpa harus memindahkan aset ke blockchain lain terlebih dahulu.
Selain XRP, integrasi tersebut turut membawa dukungan untuk stablecoin RLUSD dan USDC yang berjalan secara native di XRP Ledger. Seluruh saldo tetap berada di bawah kendali pengguna melalui model self-custody yang digunakan Tria.
Salah satu fungsi utama dari integrasi ini adalah kemampuan menggunakan XRP untuk melakukan booking Tria Card maupun menambah saldo kartu yang sudah dimiliki. Pengguna juga dapat memakai aset dari XRP Ledger untuk mendanai akun futures di Hyperliquid dan Decibel.
XRP Ledger Masuk ke Jalur Pembayaran Tria
Masuknya XRP Ledger memperluas pilihan jaringan yang dapat digunakan pengguna untuk menghubungkan aset kripto dengan fasilitas pembayaran Tria.
Melalui situs resminya, Tria menyebut kartu Visa miliknya dapat digunakan untuk pembayaran di lebih dari 150 negara dan mendukung top up menggunakan lebih dari 1.000 aset kripto.
Meski demikian, mekanisme tersebut bukan berarti merchant menerima XRP secara langsung. Tria menjelaskan bahwa aset kripto yang digunakan untuk top up akan dikonversi sebelum dikreditkan menjadi saldo kartu yang siap digunakan untuk pembayaran.
Perubahan yang dibawa integrasi terbaru adalah pengguna XRP tidak perlu melakukan bridge ke jaringan lain atau menukar asetnya ke stablecoin secara manual sebelum memulai proses tersebut.
Saat melakukan top up menggunakan XRP, aplikasi akan memperlihatkan estimasi jumlah yang diterima beserta guaranteed minimum sebelum transaksi dikonfirmasi. Tria memperkirakan proses top up kartu atau akun trading yang membutuhkan perpindahan dana lintas jaringan dapat berlangsung sekitar satu hingga tiga menit.
Sementara itu, XRP Ledger sendiri memiliki biaya transaksi dasar yang relatif kecil. Dokumentasi XRP Ledger mencantumkan reference transaction cost sebesar 10 drops atau sekitar 0,00001 XRP, meski biaya aktual dapat berubah mengikuti beban jaringan.
RLUSD dan USDC Ikut Mendapat Jalur Baru
Integrasi ini juga membuka dukungan native untuk RLUSD dan USDC di dalam aplikasi Tria. Kehadiran kedua stablecoin tersebut membuat pengguna tidak hanya dapat memanfaatkan XRP, tetapi juga aset berdenominasi dolar AS yang diterbitkan langsung di XRP Ledger.
Menurut dokumentasi resmi Ripple, RLUSD menggunakan fitur Issued Tokens bawaan XRP Ledger. Untuk menerima stablecoin tersebut, sebuah akun perlu memiliki trust line dengan penerbit RLUSD.
USDC juga telah tersedia secara native di jaringan tersebut. Circle mengumumkan dukungan native USDC di mainnet XRP Ledger pada Juni 2025, sehingga pengguna tidak memerlukan versi wrapped maupun proses bridging untuk mengakses stablecoin itu di jaringan tersebut.
Tria merekomendasikan pengguna baru menyetor sekitar 2 XRP saat mulai menggunakan integrasi XRP Ledger. Secara protokol, akun pada jaringan ini membutuhkan base reserve sebesar 1 XRP.
Dokumentasi reserve XRP Ledger juga menetapkan owner reserve standar sebesar 0,2 XRP untuk setiap objek yang dimiliki akun, meski terdapat pengecualian tertentu untuk trust line awal.
Untuk saat ini, Tria menegaskan integrasi tersebut hanya mendukung XRP yang dikirim melalui native XRP Ledger. XRP dari Ethereum, BNB Chain maupun XRP Ledger EVM Sidechain tidak termasuk dalam dukungan peluncuran ini.
Dengan integrasi baru tersebut, penggunaan XRP di Tria kini meluas dari sekadar penyimpanan dan transfer aset menuju jalur pendanaan kartu dan akun trading, sementara RLUSD serta USDC ikut memperoleh akses melalui infrastruktur XRP Ledger yang sama.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


