XRP Ledger Menghadapi Volatilitas Pasar di Tengah Aktivitas Whale, Bagaimana Nasib Harga XRP?

Dalam perkembangan terbaru, pasar kripto telah menyaksikan fluktuasi signifikan, khususnya yang mempengaruhi XRP Ledger (XRPL).

Berdasarkan tweet dari Santiment, kripto XRP mengalami penurunan harga yang mencolok pada hari Rabu (31/1/2024), membawa mendekati angka di bawah US$0,50. Penurunan pasar ini menarik, terutama mengingat aktivitas yang meningkat di antara para whale XRP.

“Setelah penurunan altcoin pada hari Rabu, XRPLedger berisiko jatuh di bawah nilai pasar US$0,50 untuk kali pertama sejak 19 Oktober,” ungkap Santiment.

Nasib Harga XRP 

Data Santiment menunjukkan adanya jumlah transaksi besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di jaringan XRP. Pada hari penurunan tersebut, terdapat 217 transaksi whale dengan nilai masing-masing lebih dari US$1 juta.

Tingkat aktivitas ini belum terlihat sejak hari-hari setelah putusan hukum yang menguntungkan untuk Ripple pada 13 dan 14 Juli 2023, ketika seorang hakim menyatakan bahwa Ripple tidak melanggar hukum sekuritas. Putusan ini sebelumnya telah menyebabkan lonjakan pada harga XRP.

Meskipun terjadi penurunan pasar, tampaknya tidak ada rasa panik di antara para whale XRP. Analisis Santiment menunjukkan bahwa dompet yang memegang setidaknya 10 juta XRP menyumbang 67,2 persen dari pasokan yang tersedia pada 28 Februari, proporsi tertinggi sejak 31 Desember 2022.

Konsolidasi kepemilikan di antara investor besar ini bisa menjadi sinyal kepercayaan mereka terhadap ketahanan aset ini.

Di tengah-tengah turbulensi pasar ini, terjadi perkembangan signifikan lainnya seperti dilaporkan oleh Jurnalis Fox Business, Eleanor Terrett, mengungkapkan bahwa Pendiri Ripple, Chris Larsen, mengonfirmasi bahwa akun XRP pribadinya telah dieksploitasi.

Namun, ia menjelaskan bahwa akun Ripple-nya tetap aman. Alamat yang terpengaruh telah dibekukan, dan agen penegak hukum telah terlibat dalam penyelidikan pelanggaran tersebut.

Insiden keamanan ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan dan integritas akun kripto individu, meskipun jaringan yang lebih besar tetap tidak terpengaruh.

Penjajaran dari dua peristiwa besar ini, yakni volatilitas pasar dan pelanggaran keamanan, menggambarkan gambaran yang kompleks tentang keadaan saat ini dari XRP Ledger. Di satu sisi, aktivitas whale yang meningkat dan pola pemegangan investor XRP besar menunjukkan potensi untuk pemulihan dan ketahanan.

Para analis pasar dengan cermat mengamati tren ini, berspekulasi bahwa XRP bisa menjadi kandidat kuat untuk rebound, terutama jika Bitcoin dan aset kripto besar lainnya tetap stabil.

Di sisi lain, pelanggaran keamanan pada akun pribadi Chris Larsen berfungsi sebagai pengingat tentang kerentanan yang melekat pada kepemilikan aset digital. Ini menyoroti pentingnya langkah-langkah keamanan yang kuat dan pemantauan yang waspada terhadap akun kripto. [st]

 

Terkini

Warta Korporat

Terkait