XRP Makin Dilirik Institusi, 21Shares Ungkap 4 Alasan Besarnya

XRP mulai mendapat perhatian dari sudut yang berbeda. Bukan sekadar karena pergerakan harga atau spekulasi pasar, tetapi karena semakin lengkapnya infrastruktur yang memungkinkan investor institusional memperoleh eksposur terhadap aset kripto tersebut.

21Shares bahkan secara khusus membangun kasus investasi untuk XRP berdasarkan empat faktor, yakni kejelasan regulasi, akses institusional, utilitas yang dapat diukur, serta struktur pasokan yang relatif dapat diprediksi.

Dalam laporan bertajuk Why Buy XRP? The Investment Case, manajer aset kripto itu menilai selesainya perselisihan Ripple dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menghilangkan salah satu hambatan terbesar yang sebelumnya membayangi XRP.

Faktor tersebut menjadi penting karena target penggunaan XRP dan XRP Ledger (XRPL) sejak awal banyak bersinggungan dengan pembayaran, lembaga keuangan dan penyelesaian transaksi lintas batas.

Selain regulasi, 21Shares menyoroti hadirnya XRP ETF spot di AS. Tujuh produk tersebut mulai diluncurkan sejak November 2025 dan, menurut perusahaan, berhasil menghimpun US$1,3 miliar hanya dalam bulan pertama.

Artinya, investor kini tidak selalu harus membeli serta menyimpan XRP secara langsung untuk memperoleh eksposur terhadap aset tersebut. Infrastruktur investasi teregulasi mulai tersedia dengan cara yang lebih menyerupai akses terhadap instrumen keuangan tradisional.

Dana Institusional Belum Kehilangan Momentum

Yang menarik, narasi 21Shares tersebut tidak hanya bersandar pada data lama ketika ETF XRP baru diluncurkan.

BACA JUGA:  40.000 Data Pelanggan SafePal Bocor, Hardware Wallet Tak Lagi Aman?

Pada 8 September 2026, kelompok XRP ETF spot AS masih mencatat arus masuk sekitar US$1,55 juta.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Berdasarkan data SoSoValue, XRP menjadi satu-satunya kelompok ETF kripto utama yang membukukan arus masuk berarti pada sesi tersebut, ketika Bitcoin ETF kehilangan sekitar US$47 juta dan Ethereum ETF mengalami arus keluar sekitar US$24 juta.

Lima produk XRP yang dilacak saat itu telah mengumpulkan sekitar US$1,69 miliar arus masuk kumulatif, termasuk sekitar US$173 juta dalam 30 hari terakhir.

Namun, angka tersebut tidak serta-merta berarti seluruh modal yang masuk merupakan taruhan bullish jangka panjang. ETF dapat digunakan institusi untuk berbagai strategi, termasuk hedging dan pengelolaan eksposur. Bahkan 21Shares sendiri menunjukkan bahwa kepemilikan institusional bisa berubah cepat.

Lapisan infrastruktur XRP juga semakin dekat dengan pasar keuangan tradisional.

Pada akhir Agustus, 21Shares mengubah benchmark untuk 21Shares XRP ETF (TOXR) dari CME CF XRP-Dollar Reference Rate menjadi FTSE XRP Index. Dalam dokumen yang diajukan kepada SEC, perubahan tersebut mulai berlaku pada 27 Agustus 2026 dan kini digunakan sebagai dasar penghitungan nilai aset bersih produk itu.

Masuknya FTSE sebagai benchmark mungkin terlihat seperti perubahan teknis. Namun, bagi pasar institusional, standardisasi indeks, metode penetapan harga dan tata kelola benchmark merupakan bagian penting dari infrastruktur yang dibutuhkan untuk membawa aset digital ke dalam produk investasi tradisional.

BACA JUGA:  Jadwal Token Unlock Akhir Agustus 2026, Ada Koin Apa Saja?

FTSE Russell sendiri merupakan bagian dari London Stock Exchange Group (LSEG), sehingga perkembangan tersebut semakin memperlihatkan bagaimana XRP kini memiliki jalur investasi yang jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

XRPL Bertumbuh, Tapi Apakah XRP Ikut Menang?

Kasus fundamental XRP juga tidak bisa hanya bergantung pada ETF.

Salah satu pilar terpenting yang disoroti 21Shares adalah apakah XRPL benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi yang dapat diukur.

Data terbaru memberikan beberapa sinyal menarik. Kapitalisasi stablecoin di XRP Ledger menembus sekitar US$1,09 miliar pada 7 September 2026, melonjak 21,4 persen dalam 30 hari.

Berdasarkan data RWA.xyz, jumlah pemegang stablecoin di jaringan tersebut naik 33,61 persen menjadi sekitar 80.690, sementara volume transfer 30 hari mencapai US$5,28 miliar. RLUSD milik Ripple menjadi kontributor terbesar dengan kapitalisasi sekitar US$1,03 miliar di XRPL.

Pertumbuhan stablecoin tersebut memperkuat argumen bahwa XRPL mulai mendapatkan penggunaan di luar aktivitas transfer XRP. Tokenisasi aset dunia nyata (RWA), stablecoin hingga infrastruktur pembayaran institusional kini menjadi bagian dari narasi yang ingin dibangun jaringan tersebut.

Pada saat yang sama, XRP memiliki pasokan maksimum 100 miliar koin yang seluruhnya telah dibuat sejak awal. Tidak ada jadwal inflasi melalui pencetakan koin baru, meski Ripple masih mengendalikan sebagian pasokan melalui mekanisme escrow yang dilepas secara berkala.

BACA JUGA:  Pasar Kripto RI Mendadak Lesu, Transaksi Anjlok 28,2 Persen

Di sinilah kasus investasi XRP menghadapi pertanyaan terbesarnya.

Kesuksesan Ripple atau pertumbuhan XRP Ledger tidak otomatis berarti permintaan terhadap XRP akan tumbuh dengan kecepatan yang sama.

Institusi dapat menggunakan jaringan untuk menerbitkan aset, menggunakan stablecoin atau melakukan settlement tanpa harus mempertahankan XRP dalam jumlah besar untuk waktu lama. 21Shares pun mengakui risiko tersebut.

“Kaitan antara penggunaan dan akumulasi nilai masih terus dibuktikan,” tulis perusahaan tersebut dalam laporannya.

Dengan kata lain, fondasi kasus fundamental XRP memang semakin lengkap. Regulasi lebih jelas, produk ETF telah tersedia, benchmark institusional semakin matang dan aktivitas XRPL dapat diukur.

Namun, ujian berikutnya bukan lagi sekadar apakah institusi akan menggunakan infrastruktur yang dibangun Ripple dan XRPL. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah seberapa besar pertumbuhan ekosistem tersebut pada akhirnya mampu menciptakan nilai ekonomi langsung bagi XRP sebagai aset native jaringan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait