Aktivitas penarikan XRP di bursa kripto memperlihatkan perubahan mencolok, setelah porsi transfer berukuran kecil di Binance melonjak hampir 6,6 kali lipat. Pada saat bersamaan, kontribusi transaksi bernilai besar yang kerap dikaitkan dengan whale justru menyusut tajam.
Perubahan ini terungkap dalam riset terbaru analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant yang diterbitkan pada Selasa (20/10/2026), berdasarkan perbandingan data penarikan XRP sejak 30 September hingga 20 Oktober.
Temuan tersebut menarik karena menunjukkan adanya pergeseran komposisi transfer XRP keluar dari bursa, ketika transaksi berukuran kecil mengambil porsi yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Meski demikian, lonjakan 6,6 kali lipat tersebut mengacu pada peningkatan pangsa nilai penarikan dalam kategori tertentu, bukan kenaikan jumlah transaksi atau total volume XRP yang ditarik secara absolut.
Penarikan XRP Kecil Meroket, Dominasi Whale Mulai Menyusut
Berdasarkan penelitian Taha, kategori penarikan di bawah 10.000 XRP di Binance mengalami peningkatan pangsa nilai dari hanya 3 persen pada 30 September menjadi 19,7 persen pada 20 Oktober 2026.
Artinya, kontribusi kelompok penarikan tersebut bertambah 16,7 poin persentase, atau meningkat sekitar 6,57 kali lipat dibandingkan posisi awalnya.
Jika angka terbaru dikonfirmasi dalam data harian final, porsi penarikan XRP berukuran kecil tersebut akan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2024.
Perkembangan sebaliknya terlihat pada transaksi jumbo. Pangsa penarikan XRP dengan ukuran lebih dari 1 juta koin di Binance menyusut dari 60 persen menjadi 38,6 persen sepanjang periode yang sama.
Penurunan sebesar 21,4 poin persentase itu memperlihatkan berkurangnya kontribusi transfer raksasa terhadap keseluruhan nilai XRP yang keluar dari platform tersebut.
Sementara itu, kelompok transaksi berukuran 100.000 hingga 1 juta XRP justru mengalami peningkatan lebih terbatas, dari sekitar 24 persen menjadi 27 persen.
Menariknya, perubahan ini tidak hanya terjadi di Binance. Coinbase juga mencatat penyusutan signifikan pada kategori penarikan XRP berukuran lebih dari 1 juta koin.
Di bursa tersebut, pangsa transaksi jumbo merosot dari 43 persen menjadi 12,5 persen, atau turun sekitar 70,9 persen secara relatif.

Kendati demikian, aktivitas whale belum kehilangan dominasi sepenuhnya. Taha mencatat bahwa penarikan berukuran lebih dari 100.000 XRP masih mewakili sekitar 65,7 persen dari keseluruhan nilai XRP yang ditarik dari Binance.
Dengan demikian, data terbaru lebih tepat menggambarkan meningkatnya kontribusi transaksi kecil dibandingkan bukti bahwa investor ritel telah mengambil alih aktivitas XRP di bursa.
Pasalnya, ukuran transfer tidak secara langsung mengungkap identitas pemilik aset. Penarikan kecil dapat berasal dari investor individu, tetapi juga bisa berkaitan dengan pengelolaan dompet maupun aktivitas operasional platform.
Cadangan XRP di Bursa Justru Bertambah 120 Juta Koin
Di tengah perubahan komposisi penarikan tersebut, data cadangan XRP di sejumlah bursa justru menunjukkan perkembangan berbeda.
Sepanjang 5 hingga 20 Oktober 2026, cadangan XRP di Binance meningkat dari sekitar 2,60 miliar menjadi 2,66 miliar koin, atau bertambah 60 juta XRP.
Kenaikan serupa terjadi di Upbit, dari 6,41 miliar menjadi 6,45 miliar XRP, sedangkan Bithumb mencatat pertambahan dari 1,82 miliar menjadi 1,84 miliar XRP.
Secara gabungan, ketiga bursa tersebut mengalami kenaikan cadangan sebesar 120 juta XRP, dari sebelumnya 10,83 miliar menjadi 10,95 miliar koin. Binance menyumbang separuh dari total pertambahan tersebut.
Perkembangan ini mendapat konteks tambahan dari penelitian terpisah Arab Chain di CryptoQuant, yang juga dipublikasikan pada 20 Oktober 2026.

Dalam penelitiannya, Arab Chain menemukan bahwa total arus masuk bruto XRP ke bursa kripto mencapai sekitar 6,05 miliar koin selama periode 30 hari yang diamati, tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
Binance menjadi penerima terbesar dengan sekitar 2,46 miliar XRP, disusul Bybit sebanyak 580,31 juta XRP, OKX sebesar 557,13 juta XRP, dan Upbit sekitar 544,48 juta XRP.
Meski arus masuk meningkat, angka tersebut tidak otomatis berarti seluruh XRP yang ditransfer telah dijual. Perpindahan aset dapat berkaitan dengan kebutuhan likuiditas, perdagangan, maupun penataan ulang penyimpanan.
Data independen dari pemantauan dompet bursa XRP Insights turut memperlihatkan kenaikan saldo XRP dalam sepekan terakhir.
Hingga 20 Oktober 2026 pukul 15.01 WIB, platform tersebut mencatat sekitar 22,61 miliar XRP tersimpan dalam 701 dompet yang diatribusikan kepada 24 bursa kripto.
Berdasarkan perbandingan kelompok dompet yang sama, saldo XRP meningkat sebanyak 66,9 juta koin atau sekitar 0,30 persen selama periode 13–20 Oktober.
Sebelumnya, Blockchainmedia juga telah mengulas kenaikan saldo XRP di bursa sebesar 84,6 juta koin berdasarkan pengamatan hingga 18 Oktober 2026.
Namun, angka cadangan dari CryptoQuant dan XRP Insights menggunakan cakupan dompet serta metodologi penghitungan berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung. Begitu pula dengan arus masuk bruto selama 30 hari yang tidak mencerminkan perubahan saldo bersih.
Secara keseluruhan, perkembangan terbaru menunjukkan pergeseran struktur penarikan XRP menuju kontribusi transaksi berukuran lebih kecil, bersamaan dengan meningkatnya cadangan di sejumlah bursa.
Meski demikian, dominasi transfer bernilai besar masih bertahan, sementara data yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan perubahan kepemilikan XRP dari whale menuju investor ritel.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


