XRP Rajai Arus Dana ETF Kripto Saat Bitcoin dan ETH Melemah

Produk investasi berbasis aset digital kembali mencuri perhatian setelah data terbaru menunjukkan pergeseran aliran dana yang signifikan di antara ETF kripto utama.

Berdasarkan data SosoValue, XRP ETF mencatat arus masuk bersih (net inflow) mencapai US$89,65 juta, menandai lonjakan tertinggi di antara produk ETF aset digital lainnya. Sementara itu, Ethereum ETF justru mencatat arus keluar (outflow) sebesar US$79,06 juta, sedangkan Bitcoin ETF hanya menambah sekitar US$8,48 juta.

Data tersebut menunjukkan bahwa minat investor institusional terhadap XRP meningkat pesat, terutama di saat pasar kripto tengah mengalami tekanan. Lonjakan aliran dana ke XRP ETF menegaskan perubahan preferensi di kalangan pelaku pasar yang mulai melirik alternatif di luar dua aset kripto terbesar, Bitcoin dan Ethereum.

XRP Pimpin Arus Masuk Dana ETF Spot

Berdasarkan data tersebut, produk XRP ETF spot menjadi satu-satunya instrumen dengan net inflow tertinggi, melampaui Bitcoin dan Ethereum. Peningkatan arus dana tersebut terjadi di tengah kondisi pasar yang sedang melemah, di mana harga mayoritas aset kripto mengalami penurunan.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  15 Peretasan DeFi Terbesar Sepanjang 2026

Pada hari yang sama, harga Bitcoin sempat anjlok di bawah US$86.000, sementara Ethereum turun sekitar tujuh persen. Koreksi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya tekanan jual di pasar global dan sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko tinggi. Meskipun pasar sedang lesu, minat terhadap XRP ETF justru meningkat tajam.

Para analis menilai, pergeseran dana ini terjadi karena investor institusional mencari diversifikasi baru setelah periode panjang dominasi Bitcoin dan Ethereum di pasar ETF kripto.

XRP dinilai menawarkan keseimbangan antara volatilitas yang lebih terkendali dan potensi pertumbuhan yang menarik, terutama setelah beberapa perusahaan pengelola aset memperluas portofolio produk mereka untuk mencakup XRP.

Selain itu, peningkatan arus masuk dana ke XRP ETF juga menunjukkan bahwa investor mulai mempercayai likuiditas dan transparansi produk berbasis XRP.

Dengan struktur ETF yang teregulasi dan mudah diakses oleh investor institusional, aset ini kini dipandang sebagai salah satu alternatif yang layak untuk eksposur terhadap pasar kripto tanpa harus langsung membeli token di bursa.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Menguat 1 Persen, Nongkrong di Rp22.899

Tren Pergeseran Minat di Tengah Pasar Lesu

Meski arus masuk ke XRP ETF menjadi sorotan, kondisi keseluruhan pasar kripto masih berada dalam fase konsolidasi.

Koreksi harga besar-besaran pada awal bulan ini dipicu oleh aksi ambil untung dan likuidasi posisi dengan leverage tinggi. Penurunan harga Bitcoin dan Ethereum mencerminkan meningkatnya sikap “risk-off” di kalangan investor global yang memilih mengalihkan dana ke aset yang lebih stabil.

Namun demikian, data arus dana ETF menunjukkan bahwa minat terhadap produk kripto berbasis pasar keuangan tradisional belum surut. XRP ETF kini menjadi indikator baru dalam membaca sentimen institusional, terutama di tengah ketidakpastian makroekonomi dan fluktuasi pasar.

Dengan volume inflow yang mencapai hampir US$90 juta dalam satu hari, XRP menempati posisi teratas dalam daftar aset kripto yang paling banyak menarik investasi melalui instrumen ETF spot.

Sejumlah analis memperkirakan, jika tren ini bertahan dalam beberapa minggu mendatang, XRP berpotensi memperkuat posisinya sebagai aset utama dalam portofolio kripto institusional.

BACA JUGA:  BlackRock Rilis Ethereum ETF Baru dengan Staking Yield

Peralihan dana yang terjadi dari Ethereum ke XRP juga menandakan adanya evaluasi ulang terhadap dominasi ETH di sektor ETF kripto.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait