Setelah menyentuh level terendah dalam 19 bulan, harga XRP mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meski harga masih bertahan tipis di atas US$1, sejumlah indikator on-chain mulai memberikan sinyal yang lebih positif.
Wallet Baru Membludak, FOMO Kembali Mengiringi
Tekanan jual masih membayangi kripto ini. Pada 25 Juni, harganya sempat turun ke US$1,01, level terendah dalam 19 bulan. Kini, harga XRP bertahan di sekitar US$1,04, sementara area US$1 masih menjadi support utama.
Namun, di balik pergerakan harga yang masih lesu, aktivitas jaringan justru menunjukkan cerita yang berbeda. Berdasarkan data yang dibagikan Santiment pada Selasa (30/06/2026), XRP Ledger mencatat lonjakan pertumbuhan jaringan yang tajam.
“XRP Ledger mencatat 4.941 wallet baru dalam sehari, menjadi lonjakan pertumbuhan jaringan terbesar dalam lebih dari tiga bulan. Hal ini menunjukkan pengguna baru mulai masuk saat harga XRP berada di fase yang paling rentan,” jelas mereka.

Fenomena tersebut cukup menarik karena biasanya ritel cenderung menghindari aset yang sedang turun. Kali ini, yang terjadi sebaliknya. Banyak pelaku pasar tampaknya melihat area US$1 hingga US$1,05 sebagai peluang untuk melakukan buy the dip.
Hal itu juga tercermin dari sentimen. Santiment mencatat rasio komentar positif terhadap negatif melonjak menjadi 3,7 banding 1, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Dengan kata lain, optimisme dan FOMO kembali menguat meski XRP belum menunjukkan pemulihan.
Pasokan XRP di Bursa Menyusut, Fase Akumulasi?
Tidak hanya dari sentimen, data on-chain juga memperlihatkan perubahan perilaku investor. Salah satu indikator yang cukup menarik perhatian adalah Exchange Net Position Change, yaitu metrik yang mengukur perpindahan XRP masuk dan keluar dari bursa kripto.
Dalam beberapa hari terakhir, indikator tersebut berubah semakin negatif. Kondisi ini umumnya menunjukkan bahwa lebih banyak XRP dipindahkan keluar dari crypto exchange dibandingkan yang disetorkan untuk dijual.
Pada 22 Juni, arus keluar bersih tercatat 40,7 juta XRP. Hanya dalam hitungan hari, angka tersebut melonjak menjadi 123 juta XRP atau naik 200 persen. Arus keluar ini mengindikasikan kecenderungan investor menyimpan aset di luar bursa sebagai bentuk akumulasi.

Ketika pasokan di bursa berkurang, tekanan jual biasanya ikut menurun. Jika permintaan stabil atau meningkat, kondisi tersebut berpotensi menjadi fondasi bagi pergerakan harga XRP yang lebih positif dalam beberapa waktu ke depan.
Meski begitu, indikator ini belum tentu menjamin reli akan terjadi dalam waktu dekat. Pasar kripto tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari sentimen makro hingga kondisi likuiditas secara keseluruhan.
XRP ETF Diburu, Permintaan Institusi Ikut Menguat
Selain ritel, minat dari kalangan institusi juga tampak belum surut. Data XRP Spot ETF di platform SoSoValue menunjukkan arus dana bersih (net inflow) telah mencatatkan tren positif selama delapan pekan berturut-turut.
Per 29 Juni 2026, XRP ETF membukukan arus masuk sebesar US$15,34 juta. Sementara itu, pada 26 Juni tercatat tambahan US$15,63 juta, melanjutkan tren positif yang sebelumnya juga diisi arus masuk sebesar US$5,31 juta, US$2,05 juta, dan US$2,55 juta.
Secara kumulatif, total dana yang mengalir ke ETF kini mencapai US$1,48 miliar. Konsistensi arus masuk menunjukkan bahwa permintaan dari investor institusional masih terjaga meski harga XRP belum mampu keluar dari tekanan.

Jika digabungkan, terdapat tiga indikator yang kini mengarah pada potensi penguatan, yakni pertumbuhan wallet crypto baru yang melonjak, arus keluar XRP dari bursa yang semakin besar, serta aliran dana ETF yang terus positif.
Meski demikian, area US$1 menjadi level psikologis penting. Selama support dipertahankan, kombinasi ketiga indikator tersebut dapat menjadi fondasi yang memperbesar peluang XRP untuk membangun momentum bullish pada fase berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


